Siapa kontraktor/industri pertahanan terbesar di dunia tahun 2016?

LockheedDalam daftar yang dikeluarkan oleh Globalfirepower, baik untuk tahun 2015 maupun tahun 2016 menunjukkan Amerika masih menjadi negara yang memiliki index militer terkuat, berdasarkan infrastruktur, persenjataan perangkat tempur dan kategori lainnya (tentara, belanja militer, dan lain). Besarnya anggaran militer ternyata juga memberkan dampak terhadap industri pertahanan.

Ternyata, dari top 100 industri pertahanan dunia, Amerika mendominasi 70% industrinya dalam top 10 list. Sisanya dari negara Eropa. Sayangnya daftar yang dibuat oleh defensenews, belum memasukkan industri pertahanan cina, yang memang biasanya dimiliki oleh negara tersebut.

Siapa saja peringkat pertama sampai dengan peringkat 10 ? Inilah peringkat kontraktor/industri pertahanan.

  1. Lockheed Martin , Amerika
  2. Boeing , Amerika
  3. BAE Systems , Inggris
  4. Raytheon , Amerika
  5. General Dynamics , Amerika
  6. Northrop Grumman, Amerika
  7. Airbus Group, Uni Eropa/ Belanda
  8. United Technologies, Amerika
  9. Finmeccanica , Italia
  10. L3-Communication, Amerika

Dari daftar yang dikeluarkan oleh Defensenews tersebut, sebenarnya tidak murni perusahaan yang murni untuk kontraktor pertahanan, Ada beberapa yang juga bergerak di sipil yaitu peringkat 2 Boeing,  merupakan perusahaan penyedia perangkat baik untuk militer maupun sipil, terutama terkenal dengan pesawat sipil Boeing series 7xx nya dan pesaingnya dari Eropa, Airbus Group (peringkat 7) juga terkenal dengan series pesawat angkut sipil Airbus A3xx. Peringkat pertama disabet oleh Lockheed Martin, pembuat pesawat Stealth generasi 5 seperti F 35 lightning , F 22 raptors dan pesawat Angkut Hercules.

Besarnya kontrak yang diperoleh oleh Lockheed Martin untuk tahun 2015 saja mencapai 36.2 Milyar USD atau sekitar 500 trilyun rupiah . Besarnya anggaran untuk Lockheed Martin saja sudah menggungguli  4 kali total anggaran pertahanan Indonesia yang sekitar 120 trilyun  rupiah. Memang membandingkan Indonesia dan Amerika tampaknya tidak pas dalam hal anggaran pertahanan. Total anggaran pertahanan Amerika sebesar 610 milyar USD atau sekitar 8540 trilyun rupiah !.

Military SpendingsNamun disinilah terlihat keberpihakan pemerintah Amerika terhadap industri / kontraktor pertahanan negerinya sendiri. Mereka tidak segan menggelontorkan anggaran besar baik lewat Agensi pertahanan Amerika (DARPA) maupun kontraktor/ industri pertahanan. Sehingga persenjataan, perangkat militer maupun teknologi Amerika masih sulit disaingi oleh negara lain. Negara yang cukup mendekati kemampuan perangkat tempur militer Amerika hanyalah Rusia dan Cina.

Bagaimana posisi industri pertahanan di Indonesia?. Penyedia perangkat persenjataan/tempur itu di Indonesia terutama dari PT DI , PAL, Pindad maupun LEN industri. Sayangnya dalam daftar 100 top list dari defense news, nama perusahaan Indonesia belum ada yang masuk. Satu-satunya industri pertahanan di Asia Tenggara yang masuk daftar adalah ST Engineering, dari Singapura. Padahal negara tersebut tidak masuk dalam 20 besar negara terkuat militer. Israel bahkan meletakkan 4 perusahaannya dalam top list 100.

Kapan Industri pertahanan Indonesia bisa masuk dalam 100 besar? Untuk mencapai hal itu, alokasi belanja pertahanan harus diberikan porsi lebih besar kepada Industri yang sudah ada (PT DI, Pindad, PAL, LEN) dan lembaga riset (LAPAN, BPPT, LIPI, Institusi/Universitas dll ) daripada impor perangkat pertahanan. Bila diberikan dana riset, komitmen dan kepercayaan,  industri pertahanan Indonesia mampu membuat Medium Battle Tank, Missile,  Helicopters, Airplane  Drone/UAV’s, Radar system, Land Defense System, Frigate, Submarine dan lainnya.

Sumber : Defensenews. Top 100 Defense Industry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s