Praktik BPR secara memikat dengan penyajian Visual

Consulting Process ReengineeringSecara alami, manusia lebih mudah memahami secara visual dibandingkan dengan verbal. Menurut psikolog Albert Mehrabian, manusia lebih paham 55% secara visual dibandingkan penyampaian melalui vokal. Berikutnya adalah dengan vokal (38%) dan terakhir adalah melalui verbal (7%). Artinya jika informasi disajikan melalui gambar visual yang menarik dan memikat akan jauh lebih mudah dipahami bila informasi masuk melalui cerita atau membaca.

Karena itulah, dalam pengalaman konsultansi seringkali penulis tidak menggunakan banyak kata-kata atau ceramah yang bersifat lecturer. Bahkan dalam proses diskusi interaktif, seringkali menggunakan cara-cara yang lebih konvensional tapi memancing keterlibatan user lebih dalam. Hasilnya pun lebih baik dibandingkan dengan diskusi kata semata.

Model visual seperti ini sering penulis lakukan pada tipe konsultasi process terutama saat melakukan rekayasa proses bisnis (business process reengineering) . Mengapa sering melakukan hal ini? Tentu saja ada banyak alasan terutama terkait dengan efektifitas konsultansi.

Alasan pertama adalah tingginya keterlibatan user. Jelas, user atau pihak yang menjalani proses lebih paham betul detil proses didalamnya. Tapi seringkali user melewatkan detil-detil hal kecil, seperti lamanya perjalanan material, informasi atau orang didalamnya, adanya waktu menunggu, adanya aktifitas penyimpanan, adanya langkah verifikasi dan lain-lain.  Biasa terjadi karena ketika kita berada dalam proses, sering tidak menyadari adanya kejadian tersebut atau sudah menganggap lumrah. Dengan penyajian secara visual maka, langsung bisa diketahui mana aktifitas bottleneck, inefisien, menunggu dan aktifitas yang tidak memberi nilai tambah ekonomis.

Alasan kedua adalah pihak lain atau PIC (person in charge) yang terlibat bisa ikut mengomentasi, memberikan masukan atau koreksi secara live. Ini sangat membantu terutama ketika membuat proses yang lebih baik dari sebelumnya atau sering disebut sebagai to be process / future state. Sudah tentu, informasi dari banyak pihak akan membantu memuluskan perbaikan proses yang ada dan penerimaan dari user menjadi lebih nyata. Contoh gambar dibawah adalah ketika penulis memberikan pelatihan process reengineering dimana user lain bisa mengomentari peta proses sebelumnya.

IMG01933-20160420-1517Sedangkan keuntungan dan manfaat lainnya adalah user bisa melihat keseluruhan aktifitas hanya dengan satu kali pandangan. Dengan menampilkan warna/icons sesuai aktifitas yang berlangsung, bisa dilihat secara langsung mana bagian yang banyak pekerjaan, bagian mana yang sering menunggu, aktifitas mana yang terlalu padat serta informasi-informasi lainnya.

Contoh gambar pertama adalah pengalaman konsultansi yang bisa menyederhanakan puluhan proses, ketika banyak aktifitas dapat dikonsolidasikan, digabungkan atau dieliminasi. Semuanya melibatkan user secara aktif karena mereka yang berperan dalam menjalankan aktifitas pada proses tersebut.

Sehingga melakukan BPR /I (business process reengineering/improvement) bukanlah hal menjadi momok bagi tiap perusahaan. Dengan dibantu konsultansi yang tepat, bisa menjadi solusi termurah tanpa penambahan investasi untuk meningkatkan kinerja proses di organisasi.

Note : ingin tahu lebih lanjut tentang BPR ? klik ini.

Satu pemikiran pada “Praktik BPR secara memikat dengan penyajian Visual

  1. Ping balik: Apa perbedaan utama BPR dan BPI? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s