Pilar Ke Dua Kepemimpinan Samudera Biru (Blue Ocean Leadership)

blue ocean beauty

Kepemimpinan pilar pertama samudera biru sudah dijelaskan yaitu fokus pada tindakan dan aksi. Fokus ini menjadi pilar pertama agar bisa memberikan lompatan motivasi dan hasil kinerja bisnis yang digerakan oleh orang-orang. Bukan pada siapa yang harus ada di perusahaan atau organisasi agar bisa menjalankan motivasi dan menggerakkan kinerja bisnis.

Selanjutnya tentu dibutuhkan pilar berikutnya, sebagai bagian 4 pilar kepemimpinan samudera biru. Pilar kedua adalah berbicara tentang koneksi dan hubungan. Koneksi dan hubungan apa yang mesti dimiliki kepemimpinan samudera biru?

Pilar Kedua : Menghubungkan dan mengkoneksikan kepemimpinan terhadap realitas pasar dengan melibatkan orang yang selalu menghadapi realitas tersebut.

Menurut Chan dan Mauborgne, yang telah mengobservasi kepemimpinan pada perusahaan ataupun organisasi, kebanyakan model kepemimpinan bersifat generik dan terlepas dari apa yang sebenarnya perusahaan harus ada di mata customer/pelanggan dan bagaimana realitas hasil di pasar bisa membuat karyawan bergerak untuk meraih pencapaian target. Sebagai contoh pada perusahaan asuransi yang diamati, personil call center memiliki tugas untuk memenuhi claim pelanggan dengan cepat, sementara pimpinan di front line melakukan pendekatan yang ‘lepas tangan’agar claim pelanggan bisa dikurangi atau dipotong cek nya secara cepat. Dengan demikian personil call center merasa dibentuk untuk menjadi gagal, kehilangan motivasi dan dikecewakan oleh pimpinan mereka.

Kepemimpinan samudera biru justru berperan sebaliknya. Fokus pada apa yang seharusnya membuat pemimpin menjadi efektif. Mereka mesti berhadapan dengan realitas pasar di luar yang harus dihadapi serta laporan langsung harus segera dipenuhi. Kepemimpinan samudera biru tidak menerapkan model generik yang menerapkan kepemimpinan umum dimana harus bersikap dan bertindak.

Kepemimpinan samudera biru pada pilar ke dua ini harus melibatkan orang yang biasa menghadapi realitas pasar di luar untuk memberikan input langsung kepada pemimpin berupa aktifitas dan tindakan apa yang seharusnya dijalankan si pemimpin agar pelanggan bisa bertahan dan loyal. Selanjutnya apa yang mereka butuhkan dari pemimpin mereka, tetapi saat ini belum diperoleh untuk menjadi  bagian atau fungsi organisasi yang terbaik dan paling efektif melayani pelanggan/customer dan stakeholder utama.

Ketika para karyawan diminta untuk membantu menentukan tindakan kepemimpinan dan kegiatan yang akan membuat mereka berkembang dan terhubung dengan realitas pasar  lalu dihadapkan pada yang mereka butuhkan untuk bisa memberikan kinerja terbaik, maka mereka akan mendapatkan jenis kepemimpinan dan organisasi yang mereka butuhkan.  Para karyawan bisa sangat termotivasi untuk berbagi energi mereka dan melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka.  Mari melihat curahan hari para karyawan saat diobservasi.  Salah satu karyawan pernah mengatakan, “Saya di bawah tekanan konstan untuk mendapatkan pasar yang baik. Saya butuh keputusan dan tindakan dari bos agar mendukung saya untuk berhasil dalam mencapai hasil pasar.  Namun, ada pemisah dan ketidakterhubungan di sini. ”

Itulah inti dari dari Pilar ke dua kepemimpinan samudera biru. Kepemimpinan yang terhubung dengan realitas pasar.

Bagaimana dengan pilar ke tiga ? nantikan tulisan selanjutnya.

Satu pemikiran pada “Pilar Ke Dua Kepemimpinan Samudera Biru (Blue Ocean Leadership)

  1. Ping balik: Pilar Ke Tiga Kepemimpinan Samudera Biru (Blue Ocean Leadership) | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s