Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (3)

Global Coalition against IS

Pada analisis terdahulu sudah disebutkan mengenai faktor pertama tentang kepemimpinan adalah salah satu faktor terpenting yang mendorong penguatan Daulah Islam negara menjadi calon negara adidaya. Disamping itu, faktor kedua dengan adanya tentara ataupun pejuang yang tangguh dan berkualitas menjadi faktor penguat mendukung terbentuknya negara Adidaya. Sejarah sudah mencatat, kualitas para tentara, pasukan maupun pejuang sangat mempengaruhi keberhasilan kekuatan militer suatu negara, terutama ketika melakukan ekspansi militer, geopolitik atau perluasan kekuasaan. Seperti pernah dialami Ottoman, Inggris, Spanyol dan Amerika.

Lantas, apa faktor berikutnya yang bisa menjadi faktor berpengaruh sebagai calon negara Adidaya khususnya untuk Daulah Islam?. Faktor  tersebut adalah faktor keimanan/keyakinan/Faith. Inilah yang menurut penulis tidak dimiliki oleh tentara , pasukan atau kombatan negara lain yang ikutan berperang dalam konflik regional ini, dan penulis prediksikan di tahun 2016 seterusnya akan menjadi perang global.

Kuatnya dan profesionalnya pasukan/tentara/pejuang Daulah Islam sudah disebutkan oleh Fuad Hussein, kepala staf regional otonomi Kurdiskan. Fuad menyebutkan bahwa tentara/pejuang/pasukan Daulah Islam rela dan mau bertempur sampai mati (syahid dalam istilah Islam), sesuatu yang tidak dimiliki dalam doktrin militer modern. Tidak hanya mau bertempur sampai mati, malah mereka juga professional serta terlatih, terbukti dari kemampuan para sniper/penembak jitu Daulah Islam/Islamic State ketika berhadapan dengan militer Kurdi / PKK/ PYD/ Peshmerga.

Analis serupa juga sudah disampaikan oleh Juerge Toddenhofer, ketika mengunjungi wilayah kekuasaan Daulah Islam. Disebutkan bahwa, semua tentara/pejuang/pasukan Daulah Islam yang ditemuinya memiliki keyakinan tinggi , sangat antusias dan sangat berbahaya. Sesuatu yang tidak pernah ditemuinya di negara barat.

Tidak hanya keimanan bisa membantu produktifitas usaha, ternyata telah menjadi pendorong utama Daulah Islam dalam mempertahankan atau membebaskan wilayah. Para pejuang/ tentara/ pasukan Daulah Islam meyakini bahwa kemenangan bukanlah ditentukan oleh jumlah tentara, besarnya senjata berat/perangkat militer  tapi semata-mata karena bantuan dan pertolongan dari Allah. Hal ini menjadi keyakinan setiap pejuang / pasukan Daulah Islam ketika mereka berada di medan tempur.

Apakah benar pertolongan Allah muncul kepada mereka? Dari analisis penulis tampaknya bukan omong kosong semata.  Berita dari NewYork Times (2015) menyebutkan sering munculnya badai pasir, yang oleh pengamat militer dianggap menguntungkan pejuang Daulah Islam di medan pertempuran. Munculnya badai pasir (sandstorm) juga menyebabkan kegagalan serangan udara pihak Koalisi Amerika, Arab maupun Rusia dan Rezim ketika berupaya menggempur posisi pasukan/pejuang Daulah Islam. Media mainstream menyebutkan bahwa pasukan pejuang Daulah Islam memanfaatkan penuh badai pasir ini untuk meluaskan wilayah. Padahal secara logika, jika pihak yang bertempur sama-sama mengetahui adanya badai pasir, tentu bisa mengambil keuntungan.  Karena badai pasir bukanlah hal baru di wilayah timur tengah. Tapi tampaknya hanya Daulah Islam yang bisa memanfaatkan secara penuh adanya badai pasir tersebut.

Dalam pantauan penulis ke media akun sosial malah banyak menceritakan hal-hal yang jauh lebih ajaib dan di luar nalar. Beberapa cerita diantaranya adalah bom yang jatuh tidak meledak, adanya ‘pasukan’ lain yang ikut berperang dan hanya dilihat oleh musuh. Berbekal keyakinan /keimanan tinggi pada pasukan pejuang Daulah Islam inilah yang menyebabkan mereka tetap tangguh, kuat dan tidak pernah mau mundur dari medan tempur, kecuali jika itu merupakan strategi perang. Terlebih mereka melihat sendiri bukti-bukti pertolongan Allah dalam medan pertempuran.

Sejak deklarasi ISIS/ISIL  (Islamic State of Ira & Sham / Levant) yang menyatukan ISI (Islamic State of Iraq) dan Jabhat Nusrah tahun 2013 kemudian menjadi khilafah/Daulah Islam/ Islamic State (IS) di tahun 2014, bombardir dari koalisi Amerika, koalisi Saudi, Iran dan Rusia ternyata tidak banyak merubah peta wilayah kekuasaan Daulah Islam. Beberapa wilayah di bagian utara Iraq ada yang jatuh kembali ke tangan Rezim Iraq  seperti kota Tikrit maupun Kurdistan, namun IS juga meraih wilayah baru di Suriah dari tangan Rezim maupun pasukan pembebasan suriah/oposisi/FSA (free Syrian Army) seperti kota Palmyra. IS juga bisa meraih kembali kontrol terhadap kota Ramadi di Iraq.

Ini adalah peta IS di wilayah Iraq dan Suriah dari Peter van Oesteyen (2016), IUCA analyst.

IS map in Syria 2016

Dan ini peta wilayah IS di Iraq, 2016

IS map in Iraq 2016

Kemudian bandingkan dengan peta ISIS di tahun 2013, IUCA analyst

ISIS map 2013

 

Maka terlihat bahwa wilayah IS cenderung makin meluas dibandingkan tahun 2013, ketika masih bernama ISIS. Meskipun ada wilayah yang kembali dikontrol rezim, atau diambil alih Kurdi dengan bantuan koalisi Amerika , Iran ataupun Rusia. Namun berbicara keseluruhan wilayah, maka wilayah IS meluas dibandingkan wilayah penguasaan saat masih bernama ISIS.  Luasnya wilayah ini belum termasuk beberapa wilayah di Afrika, seperti wilayah IS di Libya, Nigeria, Yaman dan wilayah lainnya jika itu dimasukkan.

Bagaimana dinamika dan perkembangan di wilayah timur tengah ini, akankah benar-benar menuju perang skala global yang melibatkan banyak negara di dunia seperti prediksi penulis? Nantikan analisis selanjutnya.

Referensi :

Aryn Baker. 2013. Alqaeda Dark Star Rises- How Abu Bakr Al-Baghdadi Become the most powerful Terrorist. Time Magazine

NY Times.2015. ISIS Fighters seized Advantage in Iraq Attack by Striking During Sandstorm. Dikutip dari laman http://www.nytimes.com/2015/05/19/world/middleeast/isis-fighters-seized-advantage-in-iraq-attack-by-striking-during-sandstorm.html?_r=0

Independent. Dikutip dari laman http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/war-with-isis-islamic-militants-have-army-of-200000-claims-kurdish-leader-9863418.html

Arkansas Online. 2016. Dikutip dari laman http://www.arkansasonline.com/news/2016/jan/19/syrian-sandstorm-helps-islamic-state-ca/?f=latest

USA today. http://www.usatoday.com/story/news/world/2014/10/01/islamic-state-spread-pakistan-india-china-mali/16507043/

TRAC Terrorism (www.trackingterrorism.org)

Islamic State E-Book. 2015. Baqiyah (here to remain) & expanding, by the will of Allah.

Pieter van Oesteyen. 2016. Dikutip dari laman https://pietervanostaeyen.wordpress.com/

Institute for United Conflict Analyst. IUCA. 2016. Dikutip dari laman http://iucanalysts.weebly.com/, @IUCAanalysts.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s