Atribut atau karakteristik dari Internet of Things menuju Smart Factory untuk area Shopfloor

factory artworkfactory artworkMenjadi pabrikan kelas dunia tidaklah mudah. Manufaktur-manufaktur world class, bahkan masih memiliki ruang untuk perbaikan sampai mendekati 15%, karena nilai OEE nya baru mencapai 85%. Inilah celah yang berupaya diisi dengan adopsi Internet of Things (IoT) agar meningkat OEEnya.

Di tulisan ini telah dijelaskan atribut dan karakteristik IoT sebagai tahapan menuju Smart Factory, dalam era Industru 4.0 khususnya pada sisi Supplier/pemasok, dan sisi perangkat lunaknya. Kali ini ditambahkan mengenai atribut pada area kerja pabrikan atau lebih dikenal sebagai shopfloor.

Atribut karakteristik pada shopfloor menuju smart factory antara lain :

  1. Intelligent sensor/actors. Sensor dan perangkat cerdas. Perangkat sensor cerdas sudah dibenamkan ke dalam mesin manufaktur yang bisa memberikan data cycle time, hour, failure time dengan embedded analytic engine (edge analytic). Dengan kemampuan IP based, maka dengan mudah mesin memberi informasi ke dealership/maintenance center untuk mengetahui jenis problem, informasi, serta data terkait mesin.
  2. Cyber physical System. Sistem Fisik Maya. Terjadi sistem yang terhubung/terkoneksi dengan mesin sosial dalam rangka pengendalian perangkat fisik mesin manufaktur.
  3. Smart Maintenance. Perawatan Cerdas. Sebuah model perawatan cerdas yang makin terintegrasi dan mandiri (autonomous) dengan dibantu oleh predictive algorithm dan sistem pengendalian jarak jauh (remote assistance system).
  4. Mobile Workforce. Tenaga kerja yang Sudah bukan jamannya tenaga kerja berdiam disuatu tempat. Tenaga kerja di smart factory dilengkapi dengan mobile devices dan augmented reality device untuk mengelola, mengakses maupun memproses real-time information.
  5. Self Driving Vehicle. Kendaraan Swa-kemudi. Material dan barang ditangani melalui autonomous vehicle dan unit transportasi cerdas yang bisa mengetahui tempat, lokasi pengambilan maupun pengiriman secara mandiri.
  6. Intelligent Products. Produk Cerdas. Produk yang dibuat bisa memberikan informasi bagi mesin manufaktur untuk mengambil keputusan.

Siapa saja yang telah menanamkan project IoT dan perangkat cerdas ke dalam manufaktur? Berikut adalah project-project yang dalam tahap awal sudah dijalankan seperti Siemens Intelligent Product untuk Amberg Plant dan yang dikerjakan oleh Microsoft Intelligence untuk set up pabrik Jeep Wrangler.

Masih banyak pilot project lain yang sedang dijalankan. Beberapa pilot project bahkan memiliki potensi untuk berkembang dari hanya sekedar menuju konsep smart factory.

Tampaknya, apa yang mereka tawarkan bisa mengubah proposisi nilai pada pasar dan menghasilkan skenario disruptive bagi industri manufaktur konvensional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s