2 C untuk Implementasi GKM/QCC yang sukses dan berhasil

PointlessSaat memberikan pelatihan mengenai implementasi Total Quality Management, termasuk didalamnya pelaksanaan Gugus Kendali Mutu (GKM) atau atau biasa disebut QCC (Quality Control Circle) pada perusahaan jasa Shipping Forwarder, Logistic & Distribution Center besar di Indonesia beberapa waktu lalu, penulis memberikan kiat-kiat bagaimana agar program itu bisa berhasil.

Memang banyak perusahaan sudah menerapkan dengan sukses. Tapi tak sedikit yang dulunya pernah bagus menjalankan QCC (GKM), SS di tempatnya tapi kemudian mandeg dan tidak berjalan lagi. Ada berbagai masalah yang biasa menghadapi jika tidak memenuhi dua hal ini.

Ke dua hal yang penting itu biasa disebut 2 C.

C pertama adalah Commitment. Komitmen paling baik muncul dari pimpinan tertinggi organisasi, meskipun bisa saja ide perbaikan berasal dari bawah (bottom-up). Jika ada ide baik mengenai pelaksanaan GKM/TQM/QCC, maka pemimpin tertinggi yang sadar pentingnya program tersebut memberikan dukungan penuh dan totalitas terhadap pelaksanaan program. Komitmen tinggi dari atas, nantinya akan diikuti oleh strata dibawahnya karena mereka akan melihat :

  • Pimpinan tertinggi ikut bertanggungjawab akan keberhasilan program
  • Pimpinan melibatkan diri dan berpartisipasi aktif, baik itu dalam hal meeting, pengambilan keputusan ataupun dengan melihat secara langsung program.
  • Pimpinan ikut membantu keberhasilan tim GKM/QCC jika ada kesulitan muncul.

Bentuk komitmen bukan berarti selalu menyediakan waktu untuk GKM/QCC. Tapi pimpinan bisa menunjukkan perhatian, dukungan, dengan cara ikut sewaktu-waktu meeting GKM maupun partisipasi kecil dengan antusias.

Selanjutnya C yang kedua adalah Consistency. Konsistensi berarti setelah GKM/QCC maupun TQM dicanangkan, setiap pihak secara terus-menerus, tanpa kenal lelah maupun rasa bosan, terus menerapkan program perbaikan kualitas melalui GKM/QCC yang ada. Tidak hanya berhenti pada satu perbaikan saja, tapi juga langkah perbaikan berikutnya.

Konsistensi membutuhkan kemauan dan persistensi dari semua pihak, karena merupakan proses kunci akan kesinambungan program. Konsistensi yang tinggi menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pelaksanaan GKM/QCC di organisasi manapun.

Nah, 2 C inilah yang utama perlu dijadikan perhatian dalam implementasi GKM/QCC efektif sebagai bagian dari TQM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s