Bagaimana arah perkembangan bisnis di tahun 2016?

AECSaat ini tahun 2016 MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) atau AEC sudah berjalan. Berdasarkan informasi yang diterima dari media, tampaknya pertukaran dan aliran produk, jasa, material maupun manusia antar ASEAN sudah semakin lancar. Bahkan beberapa buruh angkut dari negara Myanmar sudah ada yang bekerja di Indonesia.

Ada banyak peluang sekaligus tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis maupun pekerja di tahun 2016. Berikut adalah tantangannya terutama bagi pekerja dan pelaku bisinis

Adanya disparitas atau perbedaan UMR/ Upah Minimum membuat persaingan dalam hal tenaga kerja makin marak.  Upah buruh di negara ASEAN seperti Myanmar, Kamboja jauh lebih rendah dari Indonesia. Mereka mau dibayar per bulan sekitar 50-60 USD, dibandingkan di Indonesia yang sudah mencapai  sekitar 180 – 200 USD.  Maka untuk tenaga kerja kerah biru, Indonesia sulit bersaing dengan negara Myanmar dan Kamboja, sehingga bisa terjadi pelaku bisnis di sini akan lebih suka menggunakan tenaga kerja buruh dari Myanmar atau Kamboja.

Untuk negara lain seperti Vietnam, upah buruhnya mirip dengan Indoneisa, 11-12. Tapi di Vietnam, mereka bekerja dengan waktu 56 jam/minggu. Artinya jauh lebih produktif. Tak heran, sudah mulai sedikit perusahaan luar yang berinvestasi di Indonesia. Mereka lebih memilih negara seperti Myanmar, Kamboja atau Vietnam. Samsung, perusahaan elektronik terbesar di dunia, telah memilih Vietnam sebagai basis produksi smartphone dengan investasi USD 3 Milyar atau sekitar 40 trilyun rupiah pada tahun 2014 lalu. Nantinya, produk-produk Gadget, Tablet, Smartphone di Indonesia bukan lagi Made in Japan, Made in China atau Made in Korea. Tapi sudah Made in Vietnam, Made in Kambodia, atau Made in Myanmar. Investasi Samsung di Vietnam, mampu meningkatkan ekspor produk elektronik smartphone menjadi sekitar 20 milyar USD atau sekitar 250 trilyun rupiah !

Indonesia tetap akan menjadi pasar besar bagi produk – produk luar. Namun investor luar akan hitung-hitung dulu jika mau berinvestasi padat karya di Indonesia. Pilihannya, mereka lebih suka memilih untuk berinvestasi padat modal, padat teknologi dan juga industri yang tidak terlalu menggunakan banyak tenaga kerja.

Penulis melihat, tekanan besar  akan ada bagi tenaga kerja kerah biru Indonesia era MEA. Masalah produktifitas yang masih rendah, dibandingkan upah tenaga kerja di negara seperti Vietnam, Kamboja dan Myanmar, serta tingginya angka demo, masalah hubungan industrial sering menjadi momok menakutkan bagi para investor dalam maupun luar negeri. Sudah pasti, mereka akan mencari negara dengan iklim yang lebih tenang dan aman.

Keadaan Ini bisa menjadi peluang bagi pelaku SDM, manager SDM yang paham tentang hubungan Industrial untuk menangani isu pekerja di tahun 2016 ini. Sehingga dibutuhkan manager SDM yang memiliki kompetensi tinggi hubungan industrial bagi pelaku bisnis padat karya.

3 pemikiran pada “Bagaimana arah perkembangan bisnis di tahun 2016?

  1. Fakta-fakta tersebut agak menyeramkan. Permasalahannya adalah sistem pendidikan di Indonesia yang tidak menunjang daya saing kita. Ditambah mentalitas budaya para pekerja yang tidak seproduktif pekerja di negara lain. Disisi lain, para pekerja memiliki keunggulan kompetitif berupa pengetahuan dan wawasan akan Indonesia.

    • Betul,
      Fakta yang paling nyata adalah upah buruh kita lebih tinggi dibandingkan negara myanmar, kambodja. Mirip dengan Vietnam. Tapi produktifitas kita lebih rendah. Dibandingkan negara lain seperti Malaysia, upah buruh kita lebih murah. Tapi malaysia main di teknologi padat modal, padat teknologi dan bernilai tinggi. Indonesia ini manufakturnya ‘nanggung’. Belum ada investasi besar di chipset manufacturing, foundries, semiconductor dan lainnya. Kebanyakan manufaktur kita adalah perakitan yang bahanbakunya dari negara luar. Akhirnya harga produk manufaktur indonesia lebih mahal dari jepang atau thailand seperti industri automotive.

  2. Ping balik: Yang penting dimiliki sebelum menjalankan program Cost Reduction | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s