Mereka adalah murid yang kini menjadi guru..

Kungfu PandaTulisan ini bisa dibilang kelanjutan dari tulisan sebelumnya, hanya saja jika di tulisan terdahulu ada pada ranah organisasi kini masuk ke level individu di dunia bisnis. Mungkin anda sering melihat kejadian ini. Staff yang tadinya berada dibawah kini melesat dan jauh meninggalkan atasannya sendiri dalam jenjang kepangkatan atau posisi.

Ketika mengamati profil-profil rekan dalam jaringan sosial media professional  penulis melihat adanya perubahan-perubahan tersebut. Ada rekan yang dulunya berada dua tingkat di bawah si atasan, kini posisinya sudah jauh meninggalkan atasannya.  Padahal sudah 10 tahun lebih. Memang kini mereka tidak lagi di perusahaan yang sama.  Hanya saja, jika melihat skala perusahaan sekarang maka si bawahan sekarang berada di posisi melebihi bosnya terdahulu ketika masih dalam satu perusahaan.

Mengapa bisa demikian? Kondisi ini tidak berbeda dengan yang terjadi pada skala organisasi .

Pada tulisan tentang manajer yang tidak berbakat, seperti itulah realitas si atasan terdahulu. Saat mengamati beberapa orang yang menjadi leader atau manajer , ada yang memiliki kemampuan tetapi lebih banyak yang belum benar-benar memiliki kemampuan dan kapabilitas sebagai pemimpin. Berbeda dengan si bawahan, yang  merasa ide-ide segarnya sering mentok, kreatifitasnya dihambat prosedural, tidak diberinya kesempatan untuk berkembang karena dikhawatirkan menyaingi atasan , akhirnya membuat si bawahan mencari ruang dan tempat baru yang bisa menampung kemampuan dan kapabilitas dia.

Dengan berjalannya waktu kini sampailah si bawahan pada posisi yang sekarang lebih tinggi daripada si atasan terdahulu. Bagaimana dengan si atasan? Karena memang tidak berbakat/bertalenta, tetap menduduki jabatan sama seperti 10 tahun lalu.

Karena itu sangat penting dan kritikal bagi para pimpinan perusahaan atau top management waktu memilih dengan tepat manager atau leadernya di tingkat menengah. Padahal ciri-ciri manager yang berbakat atau bertalenta sudah dijelaskan secara gamblang model manager bertalenta antara lain :

  • Mampu memotivasi karyawan dan staff nya
  • Memiliki ketegasan untuk mendorong segenap tim mengatasi kesulitan dan hambatan
  • Menciptakan budaya akuntabilitas
  • Membangun budaya yang menciptakan kepercayaan
  • Membuat keputusan berdasarkan produktifitas, bukan kedekatan semata atau politis

Sedikit manager yang mampu melihat potensi karyawan/bawahannya. Justru seringkali terjadi, manager tidak suka jika bawahannya menonjol , lebih pintar atau berprestasi. Padahal  manager seharusnya bisa memaksimalkan potensi karyawan yang dipimpinnya  termasuk berani mempromosikan mereka jika pantas  menduduki posisi manajerial.

Walhasil, si anak buah yang memang memiliki bakat, potensi dan kemampuan tentunya mencari lahan luar yang bisa menampung mereka. Tampaklah betapa besar kerugian yang dimiliki perusahaan jika memiliki leader yang tidak bertalenta. Akhirnya pihak luarlah yang mendapatkan manfaat dari talenta atau bakat si orang tersebut.

Dan kini mereka seperti murid  yang sudah menjadi guru ..

Pemimpin yang baik menjadi panutan bawahan.

Pemimpin yang hebat melahirkan pemimpin-pemimpin baru.

Pemimpin yang luarbiasa melahirkan pemimpin yang lebih hebat dari dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s