Ketika murid mengajari gurunya..

kill bill

Jika anda sering menonton cerita silat baik lokal maupun dari luar, maka akan sering ditemui kejadian dimana sang murid yang belajar dari gurunya, ketika sudah dewasa maka melebihi kemampuan gurunya sendiri. Yang lebih ekstrim, adalah bisa mengalahkan gurunya sendiri, meskipun si Guru katanya memiliki ‘satu’ ilmu yang belum diturunkan ke muridnya.

Kisah di dunia persilatan ini ternyata sering terjadi dalam dunia bisnis, organisasi atau skala pemerintahan/negara. Ketika perusahaan minyak plat merah, Petronas masih belajar ke Pertamina di tahun 1970an, mereka mengirim insinyur-insyinyur perminyakan untuk menggali pengalaman Pertamina dalam mencari, mengelola dan memasarkan minyak. Kini setelah 20 tahun lebih, Petronas melebihi Pertamina.

Seberapa besar Petronas sekarang? Kini Petronas memiliki asset sekitar 161 Milyar USD (2014), dengan pendapatan sekitar 100 Milyar USD (2014) per tahun. Beroperasi di 35 negara, memiliki lebih dari 103 perusahaan subsidiary. Bahkan mulai dianggap sebagai “New Seven Sister” di luar negara OECD seperti Exxon, BP, Chevron.  Masuk urutan 68 Fortune 500. Bagaimana dengan Pertamina? Pertamina mencatat asset sekitar 41 milyar USD, dengan pendapatan 70 milyar USD (2014). Secara skala, Pertamina seperempat dari Petronas.  Memang Pertamina sekarang sudah masuk Fortune 500, tapi urutannya jauh dibawah Petronas. Padahal dulunya di tahun 1970 an, Petronas baru berdiri tapi Pertamina sudah menjadi penyokong pendapatan negara Indonesia lebih dari separuhnya.

Itu baru dari minyak. Pertamina juga masih kalah dengan perusahaan minyak Asia tenggara lainnya, yaitu PTT Thailand. Nampak jelas, kekurangberpihakan pemerintah dalam ikut membesarkan Pertamina turut andil mengapa Pertamina tidak cepat pertumbuhannya dibandingkan kompetitor sejenis di Asia tenggara.

Setelah dari bisnis migas, bagaimana dengan bisnis lainnya?. Ternyata dalam perikanan negeri ini pernah jadi guru dari tetangga lainnya. Tahun 2000 an, Indonesia mulai mengembangkan bisnis ikan patin dan sukses tersebar di mana-mana, terutama di wilayah Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Ikan patin ini aslinya berasal dari sungai-sungai di Sumatra. Vietnam yang melihat prospek peluang ikan patin, pun datang ke Indonesia sekitar 15 tahun lalu untuk belajar budidaya ikan dan mulai mengembangkannya secara intensif di Delta Sungai Mekong.

Bagaimana hasilnya sekarang? Kejadian seperti Petronas berulang kembali. Vietnam sekarang menjadi eksportir terbesar ikan patin sedunia. Sekitar 95% ikan patin dunia berasal dari Vietnam. Total nilai ekspor dari ikan patin Vietnam saja sudah mencapai 2 Milyar USD. Dengan pengolahan terintegrasi di Delta Sungai Mekong dan anak-anak sungainya, Vietnam mampu mengolah tidak hanya ikan patin saja, tetapi juga fillet, minyak ikan dari limbah ikan patin. Praktis hampir tidak ada yang terbuang dari pengolahan ikan patin oleh Vietnam.

Lantas bagaimana Indonesia. Ya seharusnya kita mengakui bahwa sekarang murid sudah mengalahkan gurunya. Kebijakan pemerintah Vietnam dalam mendorong industri ikan patin terintegrasi dan terpusat telah membuat ikan patin menjadi komoditi ekspor potensial dan menguasai pasar dunia. Bahkan beberapa jenis ikan patin Vietnam mampu dijual murah di Indonesia sehingga menyulitkan patin lokal bersaing dengan patin dari Vietnam.

Pemerintah kita seharusnya bisa fokus melakukan pembinaan terhadap industri lokal. Proteksi pun bisa diberikan sampai ranah-ranah tertentu, dimana Huawei sendiri pernah mendapatkannya dari pemerintah China. Sayang, banyak perusahaan-perusahaan atau innovator muda di negeri ini yang bisa menjadi disruptive innovation malah dikecilkan atau ditutup dengan alasan melanggar UU atau korupsi. Maka inovator-inovator di Indonesia yang menciptakan aplikasi online transportasi, mobil elektrik, drone/UAV,  4D scanning tommographydan beragam lainnya akan berjalan ditempat.

Jika ini terjadi terus, maka Indonesia hanya akan menjadi tempat belajar bagi murid-murid yang nantinya mengalahkan gurunya di kemudian hari.

2 pemikiran pada “Ketika murid mengajari gurunya..

  1. Ping balik: Mereka adalah murid yang kini menjadi guru.. | ilmu SDM

  2. Ping balik: Bagaimana cara menambah tinggi badan secara alami | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s