Mengapa Apple mengakuisisi Faceshift ? Sebuah analisis

Motion capture

Mencermati tingkah laku perusahaan Raksasa IT memang menarik. Kisah Google mengakuisisi beberapa pengembang perusahaan robotika  menunjukkan adanya keseriusan dalam hal otomasi perangkat keras infrastruktur untuk memudahkan pengguna. Microsoft juga telah membeli perusahaan custom ROM Android  Cyanogen untuk melebarkan sayap di mobile gadget. Kini sekarang penulis coba melihat Apple.

Apple baru saja mengakuisis perusahaan Motion Captures yang teknologinya digunakan dalam film Star Wars, yaitu Faceshift. Perusahaan start-up berbasis di Zurich, Swiss ini telah mengembangkan sebuah teknologi yang bisa memvisualisasikan figure atau animasi tertentu secara realtime berdasarkan ekspresi wajah seseorang.

Belum ada berita rilis resmi dari Apple. Memang Apple seringkali membeli perusahaan-perusahaan start-up baru yang sedang berkembang, dan tampaknya jika itu merupakan bagian strategi bisnis, tentunya rencana mengapa membeli tidak perlu diekspos ke luar. Bisa ketahuan oleh pesaingnya, seperti Microsoft, Sony atau Google. Mari coba dianalisis alasan dibalik akuisisi tersebut.

Dalam dunia permainan online, orang dapat mengadopsi avatar atau figure tertentu yang berubah sesuai dengan ekspresif wajah gamer lebih cepat untuk pengalaman realistis. Dalam dunia film, teknologi tersebut tentu berguna untuk meningkatkan proses animasi figure atau tokoh tertentu sesuai mimik atau roman wajah aktor. Di dunia bisnis dan pemerintahan, bahkan roman muka atau ekspresi tertentu bisa diidentifikasi untuk alasan keamanan. Dan tampaknya Faceshift bisa berkembang kea rah itu.

Apple sendiri tampaknya sudah memiliki banyak paten dan asset teknologi terkait motion capture, facial recognition dan augmented reality. Akuisisi terhadap perusahaan start up teknologi terkait itu antara lain : Primesense, Polar Rose dan Rosaio akan melengkapi teknologi yang sudah dikembangkan Faceshift. Maka kepingan-kepingan puzzle rencana bisnis Apple mulai terkuak.

Faceshift pada awalnya didirikan di Zurich oleh akademisi Thibaut Weise, Brian Amberg dan Sofien Bouaziz sebagai sebuah spin-off dari laboratorium komputer grafis dan geometri di École Polytechnique Fédérale de Lausanne di Swiss. Kini setelah akusisi oleh Apple, maka semakin lengkap tampaknya Apple tidak mau main-main dalam hal dunia Virtual Reality+Game.

Benarkah itu rencana Apple di masa depan? Sepertinya Apple sudah siap head to head melawan dominansi Sony, Microsoft dan Nintendo dalam dunia Console Games. Ketiganya adalah raja dan penguasa dunia Home Console Market.

Langkah serupa bahkan sudah dijalankan oleh Samsung dengan produk GearVR dan Facebook setelah membeli Oculus. Salah satu raja di dunia console games, Sony telah mengembangkan VR project Morpheus yang akan dirilis tahun 2016 dengan nama Playstation VR, diharapkan bisa berfungsi penuh pada produk Playstation 4 nya.

Mari kita tunggu di tahun 2016..:-)

 

3 pemikiran pada “Mengapa Apple mengakuisisi Faceshift ? Sebuah analisis

  1. Ping balik: Apa dampak Xiaomi dan Huawei bagi Samsung? | ilmu SDM

  2. Ping balik: Siapa pesaing Tesla Motor selanjutnya? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s