Bagaimana Huawei bisa menjadi raksasa manufaktur perangkat telekomunikasi terbesar di dunia?

Cisco HuaweiMeraih posisi nomor 3 di tahun 2015 sebagai produsen Handset smartphone di dunia bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Huawei bahkan di tahun sebelumnya tidak termasuk lima besar. Namun pencapaian tersebut tentunya melalui proses yang panjang, berawal dari ide sang pendiri yang brilian serta didukung kolaborasi yang cantik.

Bagaimana Huawei yang tidak dikenal 30 tahunan lalu disaat raksasa-raksasa manufaktur telekomunikasi masih dipegang oleh Alcatel-Lucent, Nokia-Siemens, Cisco,  dan Ericsson namun sekarang semuanya seperti tak berdaya menghadapinya ?. Kini pangsa pasar vendor/ supplier tersebut sudah digeser jauh. Bahkan dari beberapa selentingan orang-orang telekomunikasi yang pernah penulis dengar, vendor-vendor tersebut bersedia memberi diskon harga jika diketahui pesaingnya adalah Huawei.  Sebuah upaya mempertahankan dominansi ditengah keputusasaan menghadapi penetrasi Huawei pada pangsa pasar infrastruktur telekomunikasi, termasuk langkah merger dan akuisisi Nokia terhadap Alcatel-Lucent di tahun 2015 ini. Praktis di tahun 2015 ke depan, hanya ada 4 vendor besar yaitu Huawei, Cisco, Nokia dan Ericsson.

Mari melihat kilas balik Huawei. Ketika didirikan oleh Ren Zhengfei , mantan engineer dari Tentara Pembebasan Rakyat China, di Shenzhen, beliau sudah mewanti-wanti bahwa penting bagi China untuk memproduksi sendiri perangkat teknologi komunikasi, yang dulunya hampir semua diimpor. Fokus Ren Zhengfei hanya ada dua yaitu 1) memproduksi sendiri switching sendiri dengan cara reverse engineering, 2) membangun kemandirian teknologi yang bisa bersaing dengan asing. Tampaknya similar dengan yang pernah dilakukan Indonesia di era tahun 90 an melalui perusahaan-perusahaan mesin, teknik dan manufaktur seperti Bukaka, Texmaco , INTI dan lainnya.

Selanjutnya, perusahaan berhasil melakukan PBX yang tadi diimpor sendiri dengan melakukan investasi besar-besaran di Riset danPengembangan. Tahun 1990, Huawei sudah memiliki 500 tenaga R&D (Research and Development). Jika dibandingkan industri sejenis di Indonesia seperti PT. INTI (anak perusahaan Telkom), maka INTI saat itu lebih besar dari Huawei karena mendapat captive market dari Telkom dalam menjual produk perangkat telekomunikasi.

Nah, selanjutnya inilah tiga langkah besar dan kunci sehingga Huawei menjadi besar, sedangkan INTI di Indonesia masih begitu-begitu saja. Huawei selanjutnya meluncurkan produk C&C08, sebuah Switch Program Pengendalian Sentral Study Case HuaweiTelepon, yang merupakan switching paling powerful saat itu. Produk ini disebarkan di daerah pedesaan dan kota-kota kecil, dengan fokus pelayanan dan kustomisasi sesuai kebutuhan wilayah tersebut. Huawei mengembangkan pola kemitraan dengan pejabat lokal kota setempat dimana akan memberikan deviden, bila menggunakan perangkat Huawei ke dalam jaringan lokal mereka. Inilah yang disebut sebagai Ahrens sebagai pendekatan ‘sedikit berbatasan dengan korupsi’ namun tidak illegal. Sayangnya, model ini tidak akan berhasil diterapkan Indonesia karena belum apa-apa sudah terkena rambu-rambu korupsi atau KPK.  Kasus mobil listrik yang digagas oleh mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan adalah contoh inovasi yang digagalkan oleh isu korupsi yang tidak relevan.

Langkah ke dua yang cantik dari Huawei adalah ketika mendapatkan kontrak kunci untuk membangun jaringan telekomunikasi nasional pertama untuk Tentara Pembebasan Rakyat. Kesepakatan ini disebutkan oleh  Ren Zhengfei sebagai “Kecil dalam bisnis, tapi besar dalam kemitraan jangka panjang”. Di tahun 1994, pendiri Huawei, Ren Zheng Fei berhasil meyakinkan Presiden China Jian Zemin, bahwa “Teknologi Switching telekomunikasi terkait  pertahanan dan kemanan nasional, dimana sebuah bangsa yang tidak memiliki teknologi switching sendiri seperti negara yang tidak memiliki militer sendiri”. Jian Zhemin ternyata menyetujui pendapat Ren Zhengfei. Inilah yang tidak terjadi di Indonesia pada perusahaan PT. INTI.

Terakhir, langkah kunci pengembangan Huawei terjadi pada tahun 1996, ketika pemerintah Cina memutuskan kebijakan domestifikasi perangkat telekomunikasi dimana produsen domestik telekomunikasi akan diberikan dukungan dan membatasi perangkat manufaktur asing. Huawei dipromosikan oleh pemerintah dan militer Cina sebagai National Champion. Dengan kebijakan itu, serta merta Huawei cepat membesar dan segera membangun kantor baru Riset dan Pengembangan.

Kini Huawei memiliki tenaga kerja sekitar 170 ribu tahun 2015, 44% diantaranya terlibat langsung dan tidak langsung pada Riset dan Pengembangan atau sekitar 76 ribu karyawan, serta memiliki pendapatan 56 Milyar USD di tahun 2014 atau sekitar 780 trilyun rupiah per tahun.  Jika bumn raksasa Indonesia yang sudah lebih dari 50 tahun seperti Telkom group dan Pertamina digabung, masih kalah dengan Huawei  sendirian.

Lantas apa kunci keberhasilan Huawei di tengah gencaran manufaktur raksasa asing saat itu ? Cuma ada tiga yaitu : Riset & Development, kolaborasi dari pemerintah dan dukungan eksplisit kebijakan dalam negeri. Ini yang belum diperoleh atau sedikit sekali bagi perusahaan Indonesia, entah itu Telkom, Inti, Bukaka, Texmaco. atau untuk seorang innovator muda seperti Dasep Ahmadi dengan mobil listriknya ketika didukung oleh Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN saat itu.  Justru terkena isu korupsi ketika ada perlakuan khusus yang sebenarnya wajar bagi industri yang baru berkembang.

Sumber :

Huawei Milestonehttp://www.huawei.com/en/about-huawei/corporate-info/milestone/index.htm

Huawei Technologies A Chinese Trailblazer in Africa.http://www.businesstoday.lk/article.php?article=931

Nataniel, Ahrens. 2013. China’s Competitiveness : Myth Reality and Lessons for the United States and Japan, Case Study Huawei.. Center for Strategic and International studies, Feb 2013. http://csis.org/files/publication/130215_competitiveness_Huawei_casestudy_Web.pdf

Kompas. Dasep Ahmadi : Inovator Mobil Listrik Yang menjadi tersangka. 2015 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/07/30/165120326/.Dasep.Ahmadi.Inovator.Mobil.Listrik.yang.Jadi.Tersangka.

4 pemikiran pada “Bagaimana Huawei bisa menjadi raksasa manufaktur perangkat telekomunikasi terbesar di dunia?

  1. Ping balik: Ketika murid mengajari gurunya.. | ilmu SDM

  2. Ping balik: “Darkness Age” Indonesia : Akhir Riset Kanker C Tech Labs Dr. Warsito | ilmu SDM

  3. Ping balik: Menggapai lompatan kuantum bisnis dan teknologi | ilmu SDM

  4. Ping balik: Inovasi yang digagalkan politik+kekuasaan | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s