Apa yang perlu diperhatikan dalam Employee Wellness Program?

Healthy CartoonAda kesalahan-kesalahan umum bagi perusahaan ketika menjalankan Employee Wellness Program yang efektif. Apalagi jika dikaitkan dengan program compensation & benefit yang berjalan di perusahaan. Sudah umum adanya kebijakan dalam pemberian asuransi, medical reimbursement atau pemberian benefit sport program. Namun karena masih berjalan parsial belum link sepenuhnya dengan fungsi bisnis atau finansial, maka hasilnya belum maksimal.

Mari kita lihat, apa yang pernah dilakukan oleh salah satu perusahaan di Amerika dalam memberdayakan atau meningkatkan kesehatan karyawan dan juga menjaga produktifitasnya. CEO perusahaan besar energi dan listrik dengan karyawan ribuan yang bertempat di Amerika ini, mengadakan acara pelepasan bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun.

Apa isi acara pelepasan tersebut? Ternyata adalah pemberian hadiah berupa Piagam bagi mereka yang tidak pernah sakit selama 10 tahun ! sebelum memasuki pensiun.  Ya bukan tunjangan kesehatan, asuransi atau lainnya. Tapi benar-benar hadiah,  yaitu :

  • 1 (satu) buah T-Shirt
  • 1 (satu) buah Raket Tennis
  • Amplop Cek Kontan (cash) senilai tertentu.

Dan ternyata, jumlah karyawan yang tidak sakit selama 10 tahun itu ada, dan jumlahnya cukup banyak.

Mari kita berhitung, jika ada 50 karyawan yang tidak sakit selama 10 tahun, dan nilai medical reimbursement  per karyawan setahun sekitar USD 10 ribu, maka penghematan langsung yang diberikan mencapai 500 ribu USD atau hampir 7.5 Milyar rupiah. Belum termasuk perhitungan opportunity cost yang tidak hilang seperti kemampuan karyawan melakukan inovasi (karena tidak sakit) selama 10 tahun, nilai produktifitas yang terus ada, nilai transfer of knowledge dari karyawan senior itu ke karyawan baru, value added benefit karyawan kepada perusahaan dan lainnya. Jika diukur dalam USD, maka sudah jutaan dollar dihasilkan oleh 50 karyawan yang tetap produktif, sehat dan tidak sakit selama 10 tahun. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk pemberian hadiah bagi sekitar 50 karyawan tersebut, sangat jauh dibawah 500 ribu USD.

Inilah langkah cerdas, pintar dan brilyan sang CEO perusahaan. Daripada fokus kepada karyawan yang sakit dengan mengunjungi ke rumah karyawan, RS atau lainnya, jauh lebih penting memberi  perhatian kepada karyawan yang sehat-sehat, produktif, dan bersemangat. Dengan cerdas dan perhitungan matang, sang CEO memberikan investasi kepada program Employee Wellness, dengan mendirikan pusat kesehatan & kebugaran fitness center, lapangan tennis , menganjurkan karyawan berolahraga serta pengaitan bonus sehat  (healthy bonus) bagi karyawan yang tidak sakit selama 10 tahun.

Apa moral dari kisah diatas bagi perusahaan? ya paradigma lama dengan peduli pada penyakit harus diubah kepada peduli bagi kesehatan. Dalam kata lain, mental mindset bagi perusahaan dari ‘pengobatan’ mesti diubah ke ‘pencegahan penyakit atau perilaku sehat’. O ya, sampai lupa. Nama perusahaan yang memberikan healthy bonus itu adalah Westinghouse Electric.

Satu pemikiran pada “Apa yang perlu diperhatikan dalam Employee Wellness Program?

  1. Sayangnya di Indonesia langkah semacam menyediakan alat fitness akan langsung dianggap sebagai pemborosan. Dengan mindset uang negara, besar kemungkinan hal ini tidak akan diterapkan di BUMN dan BUMD. Ditambah lagi ketidakpedulian, tidak resik, akan menyebabkan langkah sederhana seperti ini masih akan jauh dari harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s