Saat klien tidak mengetahui permasalahan sebenarnya

Elephant Dancing
Seringkali ketika penulis bertemu dengan calon klien atau menawarkan suatu program konsultasi, klien langsung mengatakan :

“ Pak, kita butuh pembenahan sistem operasional kita”,

“Ini.. kami memerlukan audit SDM pada bagian produksi..”

“Kami ingin menjalankan analisis beban kerja pada karyawan karyawan kita..”

Memang tidak ada yang salah pada keinginan atau kemauan klien. Namun sayangnya, seringkali mereka bertanya kepada pihak yang tidak tepat, seperti bagian Marketing atau Sales pada perusahaan konsultasi yang juga tidak paham tentang atau tidak memahami proses konsultasi. Akhirnya, karena si sales ingin dapat order, langsung saja menawarkan program implementasi ISO, Quality Management atau jasa lainnya yang  sudah biasa ditawarkan. Walhasil, karena berangkat dari asumsi yang tidak tepat maka hasilnya pun tidak sesuai harapan.

Disinilah letak penting pertemuan antara konsultan yang sudah berpengalaman dengan calon klien. Umumnya klien menyadari mereka ada masalah, dan bisa dikenali melalui symptom-symptom ‘penyakit’ perusahaan seperti : seringnya terjadi incident, biaya per manpower membengkak, delivery time terlambat dan lainnya. Namun itu semua barulah merupakan dampak dari akar masalah yang harus dicarikan solusinya. Karena ‘ketidakmengertian’ calon klien, maka mereka perlu datang dan konsul kepada ‘dokter’ perusahaan dalam hal ini adalah konsultan yang  bisa mencari tahu dan memahami apa sebenarnya masalah yang terjadi.

Konsultan yang baik akan banyak mendengarkan dulu dan melihat semua ‘symptom-symptom’ atau curhat dari klien serta berupaya menarik benang merahnya. Tidak harus dalam waktu sekali pertemuan, bisa saja perlu beberapa pertemuan agar mampu menemukan akar masalah dari semua problem perusahaan hingga dapat memberikan solusi paling jitu dan tepat pada perusahaan. Beberapa model tipe konsultasi yang tepat akan ditawarkan oleh konsultan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Bisa saja berupa konsultasi proses atau konsultasi kepakaran atau konsultasi lainnya.

Karena itulah, dalam proses konsultasi perlu membangun kepercayaan dan keterbukaan dari pihak klien mengenai masalah-masalah yang terjadi. Ibarat syair lagu dangdut, ‘jangan ada dusta diantara kita’..:) karena sekali salah atau memberikan data /info tidak lengkap bisa saja terjadi kesalahan ‘diagnosis’ oleh si ‘dokter’ atau konsultan. Kalau sudah salah diagnosis maka ‘obat’nya pun tidak tepat.

So, tidak perlu ragu untuk menghubungi konsultan. Apalagi ditengah memburuknya situasi ekonomi negeri ini, karena ketidakpahaman para pemimpin / yang mengurusi negeri mengenai permasalahan makro. Akhirnya perusahaan perlu mencari jalan keluar secara tepat mengenai permasalahan di industrinya masing-masing.

Ini tips dari penulis kepada klien yang membutuhkan konsultasi adalah :

  • Temui langsung kepada konsultan, jangan ke sales/marketing karena percuma jika bertemu dengan sales.
  • Bicarakan terbuka apa masalah yang terjadi
  • Konsultan yang baik tidak serta merta memberikan harga/price jasa. Tapi kadang memberi gambaran awal akar permasalahan di organisasi, kemudian jika perlu pertemuan lanjutan untuk mengkonfirmasi simpulan atau hipotesa biasanya akan minta pertemuan kembali.

Biaya investasi konsultasi sangat variatif tergantung kompleksitas, ruang lingkup serta besaran organisasi. Namun bagi klien yang penting adalah value added yang diberikan konsultan. Bahasa finansialnya berapa return atau benefit terhadap investasi yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s