Inilah tempat sebenarnya kita bergantung..

Doa IkhtiarDalam perjalanan pulang dari klien setelah konsultasi process engineering, entah mengapa dari dalam hati timbul keinginan makan di warung padang. Padahal waktu itu masih sore, sekitar pukul 17.00, belum tiba makan malam. Memang..yang namanya lapar kalau sudah terasa, ya sebaiknya makan. Sehingga, ada sebagian orang menyarankan untuk menjaga kesehatan tubuh  adalah segera makan apabila muncul rasa lapar. Ada kenikmatan tersendiri bila makan pada saat lapar.

Sambil menengok kanan kiri mencari warung padang sepanjang jalan, rupanya ada warung makan padang bertempat di ruko. Penampakan warung makan padang cocok dengan keinginan. Segera saja menepikan kendaraan dan masuk memesan makanan yang ada.

Ternyata, tidak banyak makanan yang tersisa.  Sepertinya cukup laris warung makan tersebut.  Untungnya masih ada Rendang..alhamdulilah. Sambil menikmati makanan, seorang bapak menghampir penulis. Maka lahirlah dialog penuh makna dengan beliau yang ternyata merupakan pimpinan Yayasan pemilik unit usaha rumah makan padang.

“ Pulang kantor ya mas..” sapanya ramah membuka percakapan.

Iya pak”, Ditilik dari usia , si Bapak tampaknya lebih tua dari penulis yang masih 30++ ini (hehehe…J). “Kebetulan lewat sini, ada warung makan padang..mampir ke sini pak” lanjut  penulis.

Di sini memang salah satu tempat usaha kami Mas..Nah..coba lihat itu, ada kecap produksi kami dan juga beberapa CD musik inspiratif motivasi” kata si Bapak sambil memperlihatkan produk-produknya. Sangat luar biasa, sebuah yayasan bisa menjalankan berbagai unit usaha untuk menghidupi anak asuh dan lainnya.

Dulu mas, sebelum saya terjun disini..sudah bekerja di bidang perbankan selama 20 tahun..” sambil duduk, si bapak bercerita.” Posisi sudah mapan, tapi saya malah meninggalkan pekerjaan disitu karena ada tanggungjawab besar di luar”. Sulit dipercaya jika anda meninggalkan pekerjaan mapan, berarti ada passion atau sesuatu yang dikejar diluar.

“Wah berani ya bapak, …terus bagaimana komentar rekan kerja Bapak?”

Ada yang bilang, terus nanti kamu makan apa kalau gak bekerja di sini, sedangkan di luar belum jelas? Langsung saya bilang, ya kami tetap makan nasi..(sambil tersenyum beliau menjelaskan), soal rezeki itu adalah hak prerogatif Allah..kita tidak bergantung pada tempat kerja, tapi seharusnya kepada Dia, Allah Sang Maha Pemberi Rezeki..” begitu beliau menambahkan. Sebuah kalimat bijak yang jarang diyakini oleh kebanyakan orang.

Ini produk makanan yang kami jual disini, tidak pakai MSG, karena memang tidak baik bagi tubuh manusia” tambah beliau. Pantas, penulis tidak terlalu pusing karena memang sudah biasa makan tanpa penyedap (Vetsin, MSG dan sejenisnya). “ Di sini juga jalan raya besar, tarif sewanya tinggi. Dilihat dari kacamata bisnis, tentu sulit sewa atau dapat untung dengan harga jual segini. Tapi ya memang hitungan manusia berbeda dengan hitungan Sang Maha Pencipta. Kita hanya perlu berusaha dan proses itu dinilai Allah..hasil merupakan keputusan Allah, Alhamdulillah kami bisa terus buka disini dan bahkan memperoleh keuntungan..” Dengan harga makanan relatif murah dan ongkos sewa ruko cukup mahal di lokasi strategis, memang tidak layak secara hitungan finansial kertas. Tapi hitungan rejeki berbeda dengan proyeksi cashflow semata.

Disinilah letak kunci yang sering dilupakan. Betapa banyak manusia hanya meminta tolong pada orang, bergantung kepada manusia lainnya, tokoh atau perusahaan. Mereka lupa bahwa sebenarnya Allah lah Yang Maha Pemberi rezeki kepada semua makhluk Nya . Manusia, teman, atasan, perusahaan dan lainnya bukan tempat bergantung sebenarnya. Justru kalau mengandalkan makhluk, malah bisa-bisa jadi ‘menuhankan’ mereka. Cukuplah Allah sebagai tempat bergantung segalanya. Sisanya adalah doa dan ikhtiar. Keyakinan bahwa sumber rejeki itu datang dari Allah akan membuat kita berani menghadapi segala hal terutama saat berusaha atau mencari nafkah. Contoh negeri ini, merupakan teladan terbaik kisah penduduk yang mendapatkan kelimpahan rezeki karena keyakinan dan keimanan.

So, jangan khawatir jika anda mau mengambil keputusan besar.  Tempat bergantung sebenarnya bagi manusia itu selalu ada, sepanjang anda yakin akan rezeki yang dilimpahkan-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s