Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (2)

Missile hit NavalshipDari tulisan sebelumnya telah disebutkan mengenai kepemimpinan sebagai faktor yang menyebabkan tumbuh, berkembang dan semakin berpengaruhnya Daulah Islam/Islamic State. Tentu tidak hanya faktor kepemimpinan saja yang berpengaruh besar, masih ada faktor internal yang menjadi faktor kekuatan dan menggentarkan lawannya.

Apa faktor internal berikutnya ? faktor ini sering disebut sebagai faktor utama dalam membentuk kekuatan militer terkuat di suatu negara.

Faktor Tentara/Pasukan/Pejuang merupakan salah satu faktor internal terkuat dari Daulah Islam/Islamic State/Khilafah Islamiah. Jika dalam tulisan terdahulu penulis pernah menyebutkan Hamas sebagai organisasi paling tangguh, namun kini sudah tidak cocok lagi dinisbatkan ke Hamas karena dari dulu sampai sekarang hanya menguasai petak kecil wilayah palestina yaitu Gaza secara de fakto. Inilah yang dilupakan oleh pejuang Al Qassam, sebagai sayap militer Hamas, yaitu strategi kolaborasi dengan kelompok/pejuang/barisan lainnya serta peningkatan kualitas dan kuantitas tentaranya.

Daulah Islam secara nyata dan defakto berhasil menyatukan berbagai kelompok, pejuang, barisan maupun suku-suku/kabilah yang ada di wilayah Suriah dan Iraq sehingga terjadi penambahan pejuang/tentara/pasukan/mujahidin secara signifikan tiap minggunya.  Sebagai contoh, ketika masih bernama Daulah Islam Iraq dan Suriah/ISIS,  salah satu kepala suku/kabilan besar di Suriah yaitu Asad Bin Nawaf Raghib Al – Bashir menyatakan kesetiaannya kepada Daulah Islam .  Al – Bashir sendiri adalah salah satu Pemimpin Oposisi  Suriah , Kepala Front Pembebasan Suriah wilayah Jazirah dan Eufrat. Beliau adalah putra dari kepala suku Baggara , salah satu konfederasi suku terbesar dan terkuat di Suriah. Selain itu masih banyak suku-suku/kabilah-kabilah di wilayah propinsi  Iraq seperti al-Anbar, Ninawa yang juga menyatakan kesetiaan kepada Daulah Islam.

Faktor kuatnya tentara/pasukan/pejuang mujahidin Daulah Islam/Islamic State sangat diakui oleh musuhnya sendiri.  Fuad Hussein, kepala staff regional otonomi Kurdistan mengakui hal tersebut. “ Kami berhadapan dengan sebuah negara yang memiliki kemampuan militer dan basis ideologi kuat”, demikian Fuad Hussein mengatakan tentang  pasukan Daulah Islam dilansir dari Independent. Kemajuan pesat dalam jumlah pasukan mujahidin serta penguasaan aset peralatan militer yang diraih Daulah Islam dari tentara Suriah maupun Iraq, membuktikan kedisipilinan dan profesionalitas militer pasukan mujahidin Daulah Islam. Komunis Kurdi-PKK-PYD-YPG dengan tentara militer Peshmerga sudah mengalaminya ketika berhadapan dengan mujahidin Daulah Islam.

Pasukan Daulah Islam bertempur sampai mati, mereka sangat berbahaya karena sangat terlatih dan memiliki ketrampilan militer tinggi,” kata Fuad Hussein,” Bahkan mereka memiliki Sniper terbaik, dimana untuk menjadi Sniper hebat tidak cukup hanya berlatih menembak saja, tetapi harus memiliki kedisiplinan seperti berdiam dan bersabar sampai 5 jam untuk selanjutnya membidik target “ tambahnya mengomentari kemampuan militer mujahidin Daulah Islam. Dalam video yang dirilis oleh sayap media Daulah mengenai aksi sniper dari Daulah Islam, pelatihan kamuflase menggunakan Ghillie suit, terlihat sangat professional –disiplin serta memiliki fisik yang mumpuni dengan lengan yang kekar.

Sniper ISDari persenjataan yang diperoleh dari eks Rezim Suriah dan Iraq, diperoleh sekitar 35 jenis peralatan militer berdasarkan info Military Factory,mulai dari Aircraft-Jet Fighter (in-active), ratusan Tank / APC’s, Ratusan Armoured Fighting Vehicle, Missile System, Artillery-Self Propelled Gun, Portable Defense System (Manpads,TOW), dan ribuan Rifle/Fireams- Senapan Mesin/Sniper.  Pengoperasian UAV/Drones juga digunakan untuk memantau /monitoring dan air surveillance. Selain itu juga kemampuan untuk membuat mortar, IED (Improvised Explosive Devices) secara mandiri membuat Daulah Islam mampu bertempur untuk jangka waktu panjang.

Jurnalis Juergen Toddenhofer, saat berkunjung ke wilayah Daulah Islam, mengatakan bahwa Daulah Islam tidak mungkin dikalahkan  melalui misil dan bom . Para pasukan/pejuang Daulah Islam sangatlah antusias, memiliki keyakinan tinggi dan sangat berbahaya, sesuatu yang tidak ada di tentara negeri Barat. Yang mendatangi Daulah dari berbagai dunia tiap hari sekitar 50 orang, banyak diantaranya merupakan kaum intelektual, dokter, insinyur dan mereka yang sudah sukses di ‘barat’, tidak seperti yang diberitakan media mainstream. Menurutnya, kemunculan Daulah Islam adalah buah perlawanan dari perang illegal yang dilancarkan George W. Bush ke Iraq.

Tampaknya pasukan Daulah Islam sangat berbeda dengan tentara Amerika yang terlalu mengandalkan kecanggihan teknologi militer, tapi melupakan kondisi fisik/mental tentara, sehingga penduduk dan tentaranya terus melorot kualitasnya. Bahkan paska diberlakukannya pernikahan sejenis oleh Mahkamah Agung Amerika, selain tentara yang kegendutan, nantinya diwarnai tentara dengan perilaku seksual menyimpang, seperti  kaum Homo, Lesbian, Transgender, atau banci di struktur ketentaraan militernya. Dampaknya jelas, yaitu akan makin melemahkan kualitas tentara Amerika di masa depan. Inilah sesuatu yang tidak mungkin ada di Daulah Islam, karena mereka menghukum mati pelaku homoseksual, dan menjaga kesehatan kualitas penduduk seperti larangan merokok, minuman keras dan hal-hal haram lainnya sesuai Syariah.

Kabar terakhir yang mengejutkan dari pasukan/pejuang Daulah Islam wilayah Sinai yaitu saat mereka berhasil menghancurkan kapal perang frigate rezim militer Sisi Mesir di wilayah semenanjung mediterania, pada akhir Juni 2015 lalu. Kemungkinan penggunaan missile system oleh Daulah Islam wilayah Sinai (dulu bernama Anshar Bayt al Maqdis) sejenis  Kornet/TOW (Tube-launched, Optically tracked, Wire-guided Missile System) telah diaplikasikan secara efektif oleh pasukan/pejuang Daulah Islam.

(berlanjut)

Sumber :

Asharq al Awsaat. Dikutip dari laman Asharq al Awsathttp://www.aawsat.net/2014/05/article55332332

Independent. Dikutip dari lamanhttp://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/war-with-isis-islamic-militants-have-army-of-200000-claims-kurdish-leader-9863418.html

Jurgen Todenhofer. Dikutip dari lamanhttp://juergentodenhoefer.de/seven-impressions-of-a-difficult-journey/?lang=en

Military Factory. Dikutip dari lamanhttp://www.militaryfactory.com/smallarms/weapons-of-isis.asp.

Thelongwarjournal . Dikutip dari lamanhttp://www.longwarjournal.org/archives/2015/07/islamic-state-strikes-strikes-egyptian-naval-vessel-off-sinai-coast.php

3 pemikiran pada “Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (2)

  1. Ping balik: Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (3) | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s