Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (1)

Islamic State Territory 2015-WSJMenyimak perkembangan dari Daulah Islam / Islamic State atau dalam Bahasa Arab Khilafah Islamiyah sungguh mengagumkan. Di tengah gempuran keras koalisi Amerika beserta 60 negara yang membantu secara langsung atau tidak langsung, ternyata masih bisa bertahan dan bahkan mampu meluaskan teritorialnya secara signifikan. Tentu hal ini menjadi analisis menarik yang perlu diulas.

Berawal dari kelompok Jihad di Iraq, gabungan beberapa kelompok pejuang di Iraq mulai Al Qaeda Iraq, beberapa Tandhim Jihad dengan pembentukan Majelis Syuro Mujahidin, selanjutnya mendirikan Daulah Islam Iraq/ISI (Islamic State of Iraq) tahun 2003, berkembang meluaskan wilayah ke dalam konflik Suriah melalui pembentukan Jabhat Nusrah di tahun 2012 untuk membantu penindasan rakyat sunni Suriah dari Rezim, lalu meleburkan diri ke dalam Daulah Islam Iraq dan Syam/ ISIS/ ISIL (Islamic State Iraq & Sham/Islamic State of Iraq & Levant) di tahun 2013 hingga pemimpinnya Abu Bakr al Baghdadi dijuluki kolumnis Time, Aryn Baker sebagai kebangkitan AlQaeda di wilayah Timur Tengah , dan kini mencapai titik kulminasinya dengan deklarasi Kekhalifahan Islam / Daulah Islam/ Islamic State (IS) pada tanggal 29 Juni 2014. Kini sampai dengan tulisan ini dibuat akhir Ramadhan 1436 H, telah meluas melewati batas-batas Syam (Iraq, Suriah, Palestine, Lebanon), hingga ke wilayah  Afrika, dan Asia. Wilayah-wilayah Daulah Islam lainnya adalah wilayah Libya Timur (Benghazi, Derna), Wilayah Sinai Mesir, Wilayah Afrika Barat (Boko Haram di Nigeria), Wilayah Yaman, Wilayah Khurasan (Afghanistan, Pakistan, dan sekitarnya), wilayah Kaukasus (Chechnya, Dagestan, Turkmenistan dan sekitarnya). Ada sekitar 60 kelompok pejuang mujahidin dari 30 negara yang telah berikrar setia kepada Daulah Islam/ Islamic State. Total luas wilayah yang dikuasai, berdasarkan perhitungan penulis mencapai sekitar 350 rb km2, dengan total populasi didalamnya antara 10 -12 juta jiwa. Ini lebih luas dari Inggris Raya, dan hanya kalah sedikit dengan luas Jerman. Praktis sekarang, di wilayah bekas Suriah, Daulah Islam menguasai wilayah terbesar, mendekati 70%, sisanya dibagi antara Rezim Suriah dan pasukan pemberontak/FSA, Komunis Kurdi dan kelompok lainnya.

Faktor apa sebagai penyebab mengapa Daulah Islam / Islamic State / Khilafah Islam tetap bertahan, bahkan makin meluas wilayahnya, sehingga menurut penulis akan masuk kategori calon negara Adidaya berikutnya ? Ada berbagai faktor baik bersifat internal maupun eksternal, bahkan unsur spiritual juga masuk ke dalamnya. Analisis ini akan dibuat secara mendalam agar bisa memahami Daulah Islam secara jernih, tidak bias dan lepas dari penulisan media mainstream yang kadang membelokkan arti dan kenyataan sebenarnya.

Faktor Internal yang mempengaruhi adalah sebagai berikut :

Faktor Kepemimpinan. Tidak diragukan, sang pemimpin Prof.Dr. Ibrahim Du’a atau dikenal sebagai Abu Bakr Al Baghdady adalah pemimpin yang visioner, maju, cerdas dan amat-sangat kompeten. Sejak ditunjuk menggantikan Abu Umar Al Baghdady sebagai Emir/pemimpin Daulah Islam Iraq di tahun 2010, beliau sangat piawai dalam memilih para komandan, pemimpin wilayah/gubernur atau memobilisasi pasukan. Ketika terjadi konflik di Suriah, beliau mampu menugaskan komandan terbaiknya,  yaitu Muhammad Jaulani disertai  peralatan tempur/harta dari Daulah Islam Iraq, hingga bisa membesar menjadi Jabhat Nusrah.  Selanjutnya melihat perkembangan di Suriah dan Iraq, beliau menyatukan Jabhat Nusrah dan Daulah Islam Iraq menjadi Daulah Islam Iraq dan Suriah atau ISIS di tahun 2013.

Langkah strategis dan piawai inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal deklarasi Daulah Islam atau Khilafah Islamiah/ Islamic State di tahun 2014, paska dikuasainya kota terbesar no 2 di Iraq yaitu Kota Mosul. Memang secara keilmuan beliau sangat kompeten, yaitu mendapatkan pendidikan tinggi sampai tingkat Doktor dan Professor dalam bidang Studi ilmu islam, hafiz Qur’an dan telah berpengalaman dalam medan tempur seperti pembebasan penjara Abu Ghraib, serta berasal dari keturunan istimewa dimana beliau memiliki garis keturunan Bani Quraisy kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak salah jika memang beliau berasal dari keturunan yang baik, akan menghasilkan keturunan baik pula, seperti dalam tulisan ini tentang perilaku orang tua.

Kisah kepemimpinannya sebagai ditulis dalam Islamic State full e-book, 2015, antara lain beliau seringkali berkunjung secara rahasia/menyamar seperti orang tua untuk melihat bagaimana penduduk di wilayah Daulah Islam diperlakukan. Beliau tidak segan menghukum pasukan Daulah Islam/polisi hisbah yang berlaku semena-mena. Mirip dengan kelakuan Khalifah Umar ibn Khattab,yang sering menyamar malam-malam melihat keadaan penduduk di wilayahnya. Nah, adakah pemimpin sekarang yang berperilaku seperti Abu Bakr al baghdady?

Bagiamana pengaruh kepemimpinan Daulah Islam bisa dilihat dari penduduknya.  Komentar Basheer Azis, penduduk kota Mosul  seperti dilansir Guardian, merasakan keamanan yang belum pernah dirasakan sejak Mosul dikuasai Daulah Islam. Sebelumnya Mosul seperti hidup dalam penjara besar, dimana perjalanan ke daerah lainnya selalu melewati check point. Sekarang semua sudah hilang. Jika ada tindak kejahatan seperti pencurian  sampai jumlah tertentu akan dipotong tangan. Pelaku zina dicambuk dan dihukum rajam jika sudah menikah.  Ada supermarket khusus wanita, toko-toko yang tutup menjelang waktu ibadah, pembersihan dan perbaikan jalan serta layanan infrastruktur lainnya.

Memang ada kekecewaan akan tindakan Daulah Islam menghancurkan situs/bangunan/kuil yang ditengarai mengandung unsur kesyirikan (menyekutukan Allah). Hal ini juga telah disampaikan oleh penduduk Mosul.  Dimana penulis juga tidak setuju akan hal tersebut, akan lebih baik bangunan tersebut dijadikan perpustakan atau bangunan lain yang lebih bermanfaat. Menariknya, usulan ini sekarang sudah ditindaklanjuti oleh Daulah Islam dengan mendirikan Departemen Arkeologi untuk penanganan hal tersebut.

(berlanjut)

Sumber : Aryn Baker. 2013. Alqaeda Dark Star Rises- How Abu Bakr Al-Baghdadi Become the most powerful Terrorist. Time Magazine

Middleeasteye. Dikutip dari laman http://www.middleeasteye.net/multimedia/infographics/influence-islamic-state-north-africa-2065642522

NY Times.2015. ISIS Fighters seized Advantage in Iraq Attack by Striking During Sandstorm. Dikutip dari laman http://www.nytimes.com/2015/05/19/world/middleeast/isis-fighters-seized-advantage-in-iraq-attack-by-striking-during-sandstorm.html?_r=0

Independent. Dikutip dari laman http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/war-with-isis-islamic-militants-have-army-of-200000-claims-kurdish-leader-9863418.html

De Spiegel. http://www.spiegel.de/international/world/islamic-state-expanding-into-north-africa-a-1003525.html

USA today. http://www.usatoday.com/story/news/world/2014/10/01/islamic-state-spread-pakistan-india-china-mali/16507043/

TRAC Terrorism (www.trackingterrorism.org)

Islamic State E-Book. 2015. Baqiyah (here to remain) & expanding, by the will of Allah.

The Guardian. 2015. Dikutip dari laman http://www.theguardian.com/world/2015/jun/10/mosul-residents-one-year-on-isis-brutality

5 pemikiran pada “Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (1)

  1. Ping balik: Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (2) | ilmu SDM

  2. Ping balik: Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (3) | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s