Bagaimana jika organisasi peretas justru kena ‘retas’?

Hacking Team HackedTampaknya memang tidak ada perusahaan atau organisasi yang kebal terhadap aksi peretasan atau hacking. Salah satu provider paling top dan terkenal di dunia pengawasan, surveillance, perangkat lunak intrusi dan penetrasi kelemahan sistem komputer, telah mendapatkan dirinya diretas secara nyata, dan dianggap sebagai bagian paling memalukan yang pernah dialami penyedia jasa tersebut.

Serangkaian dokumen sensitif, milik Hacking Team, organisasi penyedia jasa intrusi, eksploitasi dan penetrasi data berbasis di Milan Italia yang biasa bekerja untuk pemerintahan, telah bocor ke luar termasuk komunikasi email, daftar client di seluruh dunia dan juga file-file sensitif lainnya. Total ada sekitar 400 GB data dikeluarkan. Dengan spesialisasi dalam dunia teknologi pengawasan Komputer, kini Hacking Team belajar bagaimana data internal mereka telah diekspos ke dunia.

Hacking Team sering disebut sebagai organisasi misterius, telah lama menjual jasa pelacakan dan hacking software kepada pemerintah, khususnya di pasar dunia berkembang. Gambaran tentang hacking team adalah penyedia layanan “yang efektif, mudah digunakan, dengan teknologi offensif kepada masyarakat penegakan hukum dan intelijen di seluruh dunia”. Salah satu tools yang  ditawarkan adalah Da Vinci, layanan ini dipasarkan pada badan penegakan hukum dengan kemampuan akses kepada SMS, email, web browsing pada target spesifik.

Tidak hanya data yang keluar, bahkan akun twitter pendiri Hacking Team, Christian Pozzi juga diretas. Update terakhir menyebutkan bahwa pendiri Hacking Team telah menghapus akun twitternya @christian_pozzi.

Hacking Team founder twitter hacked

Oleh media Reporter without Border, Hacking Team dijuluki sebagai “The Enemies of Internet”, karena keterlibatannya secara aktif, baik resmi maupun tidak resmi oleh pakar keamanan karena ada jejak Hacking Team pada negara-negara yang tidak memiliki ‘catatan baik’ terkait HAM dan lainnya. Ditengarai juga organisasi ini telah menjual software intrusi kepada lembaga swasta, sesuatu yang selalu disangkal di masa lalu.

Dengan kejadian ini, sebuah sumber yang dekat dengan Hacking Team mengatakan bahwa Hacking Team telah mengirimkan email kepada semua pelanggan mereka dan mendesak mereka untuk berhenti menggunakan Remote Control System (RCS) mereka, yang dijual dengan nama Galileo. Sumber tersebut juga menyatakan perusahaan belum mampu untuk mendapatkan kembali akses ke sistem email mereka. Bahkan lebih gawatnya, tampaknya data yang diperoleh oleh peretas Hacking Team tidak hanya 400 GB saja, tapi lebih dari satu TB (terabyte) data!,

Itu sama artinya telah mengunduh semua yang ada di server Hacking Team.

 

Reference :

http://surveillance.rsf.org/en/hacking-team/

http://www.csoonline.com

http://motherboard.vice.com/read/hacking-team-asks-customers-to-stop-using-its-software-after-hack

2 pemikiran pada “Bagaimana jika organisasi peretas justru kena ‘retas’?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s