Benarkah perilaku orang tua diwariskan kepada keturunannya?

Bad SeedMungkin selama ini kita berpikir bahwa lingkungan yang paling berperan dalam pembentukan karakter, perilaku baik atau buruk anak serta keturunannya. Tapi  ada faktor lain yang mempengaruhi cukup kuat mengenai perilaku anak yaitu sikap  orang tua, pilihan hidup terutama bapak ternyata juga membawa hasil kepada keturunan. Baik itu anak, cucu maupun keturunan sesudahnya.

Professor Laura – Padilla walker, dalam penelitian selama beberapa tahun pada 325 keluarga di Inggris membuktikan tesis tersebut.  Ayah memiliki peran unik dalam menolong dan mengembangkan karakter yang baik, bisa berupa ketekunan dan kegigihan. Seiring berjalannya waktu, sifat gigih diperoleh anak dari sang ayah. Sikap ini berdampak postif yakni lebih tinggi nya keterlibatan anak di sekolah dan pelajaran serta tingkat kenakalan lebih rendah.

Dalam studi itu juga disimpulkan sifat gigih dan tekun dapat diajarkan. Kuncinya ialah peran ayah dalam mempraktikkan apa yang disebut pengasuhan tegas dan berwibawa , tetapi model pengasuhan itu jangan disamakan dengan pengasuhan yang otoriter. Beberapa hal dalam pengasuhan tegas berwibawa itu antara lain anak mendapatkan kehagatan dan kasih sayang dari ayah, penekanan terhadap akuntabilitas dan alasan dari setiap aturan yang dibuat orangtua, serta anak diberikan otonomi yang wajar.

Hasil penelitian diatas merupakan penelitian positif yang memberikan dampak positif kepada anak dan keturunan melalui perilaku positif dan baik dari Ayah. Apa yang terjadi jika orang tua memilih perilaku negatif, amoral dan keluar dari aturan? Studi yang pernah dilakukan oleh sosiolog Richard L. DugDale di abad 19 bisa menjadi pelajaran bagi kita.

Saat Sosiolog Richard L.Dugdale pada tahun 1874 mengunjungi penjara di New York, beliau menemukan fakta mengejutkan bahwa ada 6 (enam) penghuni penjara memiliki keturunan nama Juke.

Dugdale kemudian meneliti catatan narapidana tiga belas penjara di New York State, serta rumah-rumah miskin dan pengadilan saat meneliti keturunan keluarga dalam upaya untuk menemukan dasar awal kriminalitas mereka. Riset Dugdale menyebutkan klaim kepada seseorang bernama Max Juke, seorang  keturunan pemukim Belanda awal yang lahir antara 1720 dan 1740, telah menjadi nenek moyang lebih darj sejumlah penjahat , penjaga rumah bordil,  ratusan pelacur, ratusan penerima bantuan kemiskinan , termasuk kasus ‘lemah mental’.

Dugdale mempelajari 709 orang keturunan Juke, 540 berdarah Juke dan 169 dari “X” darah yang telah menikah ke dalam keluarga Juke. Dia memperkirakan bahwa keluarga Juke terdiri dari 1.200 orang yang mungkin terlacak dari semua garis keturunan dari aslinya 6 bersaudara. Dari 709 orang yang ia pelajari, 180 telah berada di rumah miskin atau menerima bantuan selama 80 tahun.  Sekitar 140 keturunannya menjadi penjahat dan pelanggar, 60 orang pencuri , 7 kehidupan sudah dikorbankan karena pembunuhan, 50  menjadi pelacur umum, 40 wanita berpenyakit mencemari  sekitar 440 orang, dan 30 tuntutan hukum atas lahirnya anak diluar pernikahan.

Dengan segenap kejahatan, pelacuran, bantuan kemiskinan dan ongkos sosial yang diperbuat oleh keturunan Max, menurut Dugdale telaah merugikan pemerintahan Amerika pada masa itu dengan senilai  1.3 juta USD !, perkiraan nilai sekarang sama dengan 100 juta USD !. Dugdale akhirnya menerbitkan buku The Jukes : A Study in Crime, Pauperism, Disease and Heredity di tahun 1877.

Apa deskripsi Dugdale terhadap Max Jukes? Inilah hasil telusurannya : “Max Juke bekerja sebagai pemburu dan nelayan. Seorang peminum keras. Tidak mau bekerja keras, pemalas.  Memiliki banyak anak, sebagian besar dari anaknya berasal dari hubungan tidak sah”. Bisa dikatakan, semua perilaku buruk Max Juke, ada pada sekitar 709 keturunan yang diteliti.

Nah..masihkah anda sebagai orang tua bersikap dan mewariskan perilaku seperti Max Juke?

References :

Laura-Padilla Walker. 2012. “Keep on Keeping On, Even When It’s Hard!”: Predictors and Outcomes of Adolescent Persistence. The Journal of Early Adolescence May 2013 33: 433-457, first published on June 18, 2012

Estabrook, Arthur H. 1916., The Jukes in 1915, Carnegie Institution of Washington, Disability History Museum, http://www.disabilitymuseum.org/dhm/lib/detail.html?id=759

Satu pemikiran pada “Benarkah perilaku orang tua diwariskan kepada keturunannya?

  1. Ping balik: Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (1) | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s