Mengenal DARPA, The Most Ambitious and Advanced Agency in Technology in the world (3)

deka_armDARPA, tidak hanya dikenal karena penemuan-penemuan yang mengubah banyak gaya kehidupan masyarakat maupun dunia sekarang, tapi juga disebabkan karena karakter, ciri, proses, strategi yang sangat unik dan berbeda. Banyak sudah organisasi berusaha meniru dan mereplikasikan di tempat lain. Di tulisan sebelumnya telah dijelaskan mengenai struktur organisasi DARPA, kemudian dilanjutkan dengan bagaimana project management mereka serta jaringan kerja yang diterapkan.

Lantas apa yang membedakan semua, tentunya adalah model bisnis dari DARPA. Model bisnis ini menurut Dr. Tony Tether, ketika berbicara di depan kongres Amerika, seharunya dipertahankan selama ingin DARPA menjadi agensi teknologi terdepan dalam dunia pertahanan militer. Jika kita ingin maju, memang tidak usah capai-capai merumuskan model baru, cukup benchmarking saja terhadap yang sukses dan berhasil.

Mari simak pernyataan Dr. Tony Tether  tersebut :

“Kita tidak bisa mengklaim secara bijaksana telah menemukan seluruh model ini di awal. Kenyataannya, model ini berkembang dari waktu ke waktu, menghadapi berbagai kondisi dan kendala yang DARPA alami selama bertahun-tahun. Namun model ini bekerja cukup baik bagi kami, dan merupakan penyumbang utama kesuksesan kami. Karena, dalam banyak hal, DARPA beroperasi sangat berbeda dari unit-unit pemerintah lainnya, yang dapat dengan mudah merusak pendekatan kami dalam menghasilkan kinerja.”

“Sebagai contoh, kita kadang-kadang bertanya mengapa tingkat pencairan anggaran tahunan DARPA tidak lebih tinggi di tengah-tengah tahun fiskal. Seperti yang Anda ketahui, ada dorongan konstan pada lembaga Federal mencairkan uang mereka secepat mungkin selama tahun fiskal – motto fiskal menjadi “Gunakan atau hilang.”, Namun, DARPA mengambil pendekatan yang berbeda Daripada terburu-buru untuk mencairkan uang pada awal tahun fiskal, DARPA menahan dana sampai karyawan atau kontraktor kami lulus dengan signifikan, menyepakati tonggak milestone mereka “lanjut atau tidak lanjut” Hal ini membuat orang sangat termotivasi, tetapi juga dapat secara artifisial membuat tingkat pencairan anggaran kita terlihat lebih rendah daripada yang sebenarnya selama tahun fiskal, bisa menimbulkan tanda tanya dan membuat target untuk pemotongan anggaran karena “eksekusi anggaran keuangan yang buruk.”

“Tapi kami pikir hasil pendekatan kami dalam manajemen teknis yang lebih baik karena difokuskan pada hasil berbasis kinerja, bukan kinerja imperatif keuangan. Juga, tahun lalu ada beberapa proposal di Kongres untuk menambah pembatasan “paska kerja” karyawan Federal.  Maksudnya berniat baik, namun jenis-jenis program ini bisa membahayakan organisasi seperti DARPA. Pertimbangkan ini dari sudut pandang bakat teknis kelas dunia yang DARPA rekrut, banyak dari mereka bersedia menerima potongan gaji untuk bergabung dengan kami. Mereka tahu bahwa mereka hanya bekerja dengan DARPA selama empat sampai enam tahun, dan mereka ingin karir mereka terus berkembang ketika mereka meninggalkan kita. Jika mereka percaya akan lebih sulit untuk mencari pekerjaan sesuai bidang mereka setelah mereka meninggalkan DARPA, yang akan cenderung untuk mencegah mereka bergabung dengan kami sebagai tempat pertama”

“Maksud saya di sini sangat sederhana, bahwa hanya  model DARPA – yang telah sangat sukses, dimana orang lain ingin mereplikasikannya di tempat lain – berbeda dari hampir semua organisasi pemerintah lainnya. Jika tujuan DARPA adalah bertahan untuk tetap sukses, proses bisnis yang unik ini harus dilindungi

Jika lembaga riset pemerintahan Indonesia seperti BPPT, LAPAN, LIPI dan lainnya bekerja seperti DARPA, mungkin Indonesia tidak perlu tertinggal jauh dengan Amerika dalam hal urusan teknologi.

References :

Statement Dr. Tony Tether, Director of Defense Advanced Research project Agency, to Sub Committee on Terrorism, Unconventional Threat and Capabilities. House Armed Serviced Committee. United States House of Representative. 13 March 2008, page 3-4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s