Memaknai ulang definisi bekerja

Life FishRibuan tahun lalu, manusia biasa bersatu dalam suatu kelompok, suku atau kumpulan kolektif sehingga mereka biasa berbagi makanan, tempat atau ruang dalam suatu wilayah yang aman bagi diri mereka dan keluarga mereka. Asumsi dasar mereka melakukan hal itu adalah dengan bergabung dalam satu kumpulan kolektif, akan menguntungkan bersama termasuk individu atau keluarga yang mereka cintai. Ada premis dasar bahwa manusia jika bersama-sama jauh lebih baik daripada terpisah. Maka kita bisa lihat, suku-suku pedalaman di wilayah gunung, pantai, atau pesisir seringkali membagi tempat, wilayah atau ruang untuk kepentingan mereka sendiri.

Namun di abad sekarang, ketika sebuah riset terbaru dilakukan di Amerika mengenai apakah kehidupan mereka lebih baik dengan organisasi/perusahaan tempat kerja mereka, hanya 12% pekerja mengatakan hidup mereka lebih baik ! Artinya sebagian besar karyawan atau pekerja merasakan bahwa perusahaan tempat bekerja malah merugikan kesehatan atau merusak mental/fisik mereka. Mengapa malah bisa terjadi bentuk hubungan yang salah dengan konsep ratusan/ribuan tahun lalu yang biasa dilakukan oleh suku-suku atau kelompok kolektif di dunia?

Ada berbagai penyebab yang mendasari hal tersebut. Revolusi Industri di abad 19, ketika manusia menjadi seperti sebuah roda dalam mesin besar suatu lini perakitan manufaktur, menjadi dasar bahwa manusia bekerja pada tugas rutin dengan serangkaian tugas kerja dalam sekian jam/minggu/bulan dan mendapatkan pertukaran dalam bentuk uang/gaji.  Dengan sistem otomasi mesin, inovasi dan lainnya juga dihargai berdasarkan unit output per satuan waktu. Bentuk ini memberikan efek suatu relasi transaksional antara manusia dengan organisasi yang ‘merusak’ bentuk hubungan klasik kelompok kolektif dahulu. Bentuk transaksional memberi pesan bahwa jika anda masih produktif,maka anda dipekerjakan, dan berlaku sebaliknya. Begitu mudah untuk diganti dengan pekerja lain.

Di era tahun 90 an atau mendekati abad 20 tidak jauh berbeda dengan awal periode revolusi industri.. Perusahaan atau organisasi akan menawarkan  pekerjaan melakukan tugas tertentu. Jika Anda menyelesaikan tugas itu, maka mendapatkan upah. Beberapa pekerjaan juga memberikan manfaat seperti asuransi kesehatan, dana pensiun, atau insentif lain untuk mempertahankan karyawan. Beberapa perusahaan bahkan meminta karyawan jika mereka puas dengan pekerjaan mereka. Ketidakpuasan dicari penyebabnya lalu dibuatkan langkah solusinya.

Di awal abad 21, beberapa perusahaan mulai menanyakan apakah karyawan mereka secara emosional terlibat , tidak hanya puas dengan pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari. Pertanyaan ini menciptakan perubahan besar dimana manajer dan pemimpin akhirnya memperhatikan apakah orang tidak hanya muncul, tetapi juga memberikan semua “usaha ekstra ” mereka bagi organisasi. Di Era saat ini, perusahaan sudah mulai cerdas  apakah pekerjanya  terlibat atau terlepas ketika berada dalam dunia kerja. Namun, dalam banyak kasus, anda  tidak tahu bagaimana, atau kualitas hidup anda meningkat karena anda merupakan bagian dari organisasi itu.

Masa depan suatu pekerjaan bukanlah terletak pada hubungan transaksi anda dengan organisasi, tapi  terletak bagimana anda mampu mendefinisikan ulang  pekerjaan sebagai  melakukan sesuatu yang membuat perbedaan setiap waktunya.

Kerja adalah tujuan, bukan suatu tempat/ wilayah atau area. Bekerja adalah bagaimana anda secara produktif menerapkan talenta anda dengan tepat . Bekerja adalah tentang membuat hidup Anda, kehidupan rekan kerja anda, kehidupan keluarga maupun orang lain bahkan lingkungan sekitar anda menjadi jauh lebih kuat dan bermanfaat, daripada sekedar produk/jasa yang anda hasilkan. Itulah makna bekerja sesungguhnya.

Bagi para perusahaan, komentar Sabrina Pearson dalam tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi para pengusaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s