Ketika yang palsu mengalahkan asli..

unguSaat menyaksikan layanan video online streaming semacam Youtube, Vine dan lainnya, ternyata ada perkembangan yang mengesankan sekaligus bisa mengkhawatirkan pelaku bisnis media. Beberapa analis menyebutkan bahwa kini layanan OTT (Over the Top Content) tersebut akan menjadi ‘pembunuh’ film-maker ala Hollywood termasuk juga industri musik. Ya kini mereka menjadi disruptive innovation bagi konvensional film-maker/ music industry.

Mengapa bisa demikian? Mungkin kita tidak sadar bahwa sudah banyak artis lokal, regional atau dunia lahir dari video posting online. Mereka mengunggah video tampilan, mendapatkan like dan viewer jutaan, hingga akhirnya menarik minat produser maupun pencari bakat.

Meskipun sering ‘patah-tumbuh’ atau ‘hilang-berganti’ terutama bagi mereka yang tidak ‘kuat’, tapi tetaplah ini menjadi magnet bagi mereka yang ingin mencari jalan pintas menjadi terkenal.

Ketika menelusuri salah satu video klip, bahkan ada temuan yang lebih menarik lagi. Ada sebuah video menirukan musisi terkenal papan atas yang diperankan sepasang pelajar SMA tersebut justru lebih banyak memiliki viewer dan likes sebanyak 2.8 juta lebih. Jika dibandingkan video artis asli yang  hanya disaksikan sekitar 1.7 juta viewer ,maka perbedaannya hampir dua kali lipat !!. Bisa diartikan, artis ‘palsu’ lebih disukai dan ditonton daripada ‘artis asli’ karena keunikan tayangan seperti terlihat alamiah, dilakukan di lokasi kelas sekolah atau lebih menarik. Jika dahulu video tersebut belum ada iklan, kini klip vide lip sync tersebut sudah ditempeli iklan, yang tentunya akan menambah pundi uang bagi Youtube.

Kini era baru media tampaknya akan mengguncang industri media konvensional. Lonceng kematian bagi industri perfilman  atau musik konvensional semakin berdetak kencang. TV, Movie/ Bioskop kini mulai digantikan oleh Youtubers, Viners dan berbagai Video Apps lainnya. Mereka sudah menjadi ekosistem sendiri bagi dunia media.

Tampaknya di masa depan bagi dunia iklan, advertising, maupun digital content akan membutuhkan pendekatan sama sekali baru terkait fenomena diatas. Youtube dan Vine termasuk yang berhasil melakukannya di era digital service content ini.

2 pemikiran pada “Ketika yang palsu mengalahkan asli..

  1. Ping balik: Tantangan Pekerja dan Perusahaan di masa depan | ilmu SDM

  2. Ping balik: Future of Work : Inilah penggerak perubahan pekerjaan di masa depan ! | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s