Life Turnaround : Dua kisah sedih yang merubah kehidupan menjadi lebih baik

Life ScienceKadang, di dalam hidup seringkali manusia mengalami peristiwa yang menyedihkan. Kejadian bisa berupa bencana, cobaan atau ujian sehingga bagi orang yang menerimanya akan mengalami saat-saat paling berat dalam hidup.  Pada beberapa orang, adanya kejadian tersebut malah menjadi hikmah tersembunyi yang mencetuskan kekuatan untuk bangkit dan memberikan manfaat lebih besar bagi umat.

Bagaimana bisa bangkit setelah mengalami peristiwa atau kejadian keterpurukan? Itulah yang membedakan orang yang bisa memaknai peristiwa dan menjadikannya sebagai spirit dan semangat untuk berbuat sesuatu. Penulis menyebutkan sebagai life turnaround, mirip dengan fenomena bisnis yang berhasil dibangkitkan kembali atau business turnaround.

Kisah Hugh Herr, yang mengalami amputasi kedua kakinya saat mendaki gunung adalah contoh kisah menakjubkan tentang life turnaround. Bukannya malah meratapi nasib, atau menjadi pengemis di jalan sebagaimana sering kita lihat di kota-kota besar Indonesia, beliau malah meneruskan pendidikan sampai tingkat doktoral untuk menciptakan alat prosthesis biomekanik yang bisa membantu kualitas hidup penyandang cacat seluruh dunia. Penemuannya telah menjadi terobosan teknologi rehabilitasi fisik, sehingga orang bisa hidup normal. Hugh Herr bahkan menggunakan alat ciptaannya sendiri untuk memanjat tebing, sesuatu yang tak pernah terpikirkan orang sebelumnya , yaitu pemanjat tebing dengan kaki teramputasi.

Di sini  juga ada kisah serupa,  peristiwa life turnaround. Meskipun yang mengalaminya adalah anggota keluarga sendiri, tapi justru menjadi tonggak untuk mencari solusi terhadap hal tersebut. Dr. Warsito P. Taruno, awalnya dikenal sebagai ahli Tomographic Scanning, teknologi memindai suatu bentuk tanpa merusak bentuk tersebut. Ketika mendengar kakaknya menderita sakit kanker parah dan dokter sudah tidak berdaya untuk menangani secara medis, dengan bayangan kematian kakak sudah di depan mata, justru mendorongnya untuk menemukan alat pembasmi kanker berbekal pengetahuan yang dimiliki. Setelah mempelajari berbagai jurnal ilmiah, buku kedokteran, penyakit kanker serta mencoba menghubungkan dengan khasanah kepakarannya dalam bidang Scanning, akhirnya beliau berhasil membuat alat Electrical Capacitive Cancer Treatment -ECVT, yang mampu membasmi sel kanker tanpa merusak sel tubuh. Walhasil, sang kakak pun sembuh berkat alat tersebut. Kini, berduyun-duyun masyarakat, ilmuan dan lembaga riset mendatangi kantornya CTECH Labs, untuk berobat atau bekerjasama dalam berbagai penelitian.  Ketenaran, modal dan harta kini bukan lagi menunggu tapi malah mendatangi Dr. Warsito Taruno.

Kebanyakan manusia tidak menyadari apa hikmah tersembunyi dibalik peristiwa atau kejadian yang dialami. Manusia lebih sering berkeluh kesah, daripada mencari jalan keluar atas peristiwa dihadapi. Bukannya bergerak maju , tapi justru menyalahi pihak luar sebagai dalil alasan kegagalan atau keterpurukan.

Tak bisa dipungkiri bahwa ada kalanya faktor luar menjadi penghambat. Tapi itu hendaknya jangan dijadikan alasan. Ratusan orang di luar telah berhasil membuktikan mampu mengatasi hambatan tersebut. Mengeluh, ngedumel, marah tidaklah memberikan solusi. Hanya ikhtiar terus menerus, dengan keyakinan kuat adalah jalan menemukan solusi. Dua kisah diatas adalah bukti nyata.

Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan !

5 pemikiran pada “Life Turnaround : Dua kisah sedih yang merubah kehidupan menjadi lebih baik

    • Sabar artinya aktif berikhtiar, tidak seperti pengemis yang sabar menengadahkan tangan, menunggu orang memberikan uang.

  1. Ping balik: Ketika murid mengajari gurunya.. | ilmu SDM

  2. Ping balik: “Darkness Age” Indonesia : Akhir Riset Kanker C Tech Labs Dr. Warsito | ilmu SDM

  3. Ping balik: “Darkness Age” Indonesia : Akhir Riset Kanker C Tech Labs Dr. Warsito | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s