Beramal dengan disertai ilmu

Rumah TerbakarSetelah menyampaikan amanah berupa sejumlah pakaian dan baju layak pakai, serta lainnya untuk korban kebakaran di tanah abang beberapa waktu lalu, penulis pun berdiskusi dengan koordinator sekaligus korban kebakaran warga. Ada cerita menarik yang dikisahkan beliau ketika masih muda sewaktu membantu korban musibah. Adapun masyarakat yang ingin ditolong adalah masyarakat korban banjir di suatu daerah pedesaan.

Inilah kisahnya..

Begitu mendengar ada warga di daerah yang terkena korban banjir luas, maka mereka segera berinisiatif mengumpulkan bala bantuan. Yang terpikirkan adalah warga tinggal di pengungsian tentunya membutuhkan makanan. Maka tim selanjutnya mengumpulkan dan membeli beras yang memang merupakan makanan pokok bagi penduduk desa/kampung atau wilayah yang terkena banjir.

Saat datang dengan bala bantuan yang ada kepada warga korban banjir, tahukah apa yang terjadi? Bantuan mereka ditolak oleh warga. Lho koq bisa..?

Ya..karena apa yang dibantu tidak sesuai dengan kebutuhan warga pengungsi. Warga menolak bantuan beras karena tidak mungkin bisa langsung dimakan, harus diolah dulu menjadi nasi. Artinya diperlukan peralatan masak lain seperti panci, minyak tanah/ gas, air bersih serta piring yang tidak tersedia saat itu juga. Padahal di sana banyak kayu, arang dan lainnya. Jadi apa yang mereka butuhkan?

Dilihat dari kacamata ilmu, maupun analisa problem dan pengambilan keputusan, maka untuk kondisi darurat serta kelaparan yang dialami warga maka seharusnya kita sadar apa makanan yang perlu buat mereka. Dari penuturan warga diketahui, bahwa jika bantuan untuk saat ini yang bisa membantu mereka dari kelaparan dan kekurangan makanan adalah jenis ubi-ubian, seperti ubi merah, singkong dan lainnya. Karena makanan itu bisa langsung dibakar, dipanggang dengan api dan bisa dikonsumsi. Sederhana bukan? Tapi kadang tidak terpikirkan oleh yang bermaksud membantu padahal yang membantu setingkat mahasiswa/perguruan tinggi.

Inilah pentingnya pemahaman, pengertian dan analisis kebutuhan ketika membantu dan menolong warga. Maksud baik tanpa disertai ilmu, maka pemberian dan pertolongan akan tampak sia-sia. Hal sama juga berlaku bagi korban kebakaran, bencana alam tsunami, gunung api maupun musibah lainnya. Beberapa lembaga yang sudah mumpuni dan pengalaman, biasanya memiliki pengetahuan mengenai apa yang dibutuhkan warga korban bencana.

Jadi bagaimana kita menolong dan membantu warga korban? Perlu adanya pemahaman akan aspek korban. Ketika penulis mendatangi korban bencana kebakaran, banyak bertumpuk dus-dus makanan mie instan, air minum kemasan dan lain-lain, yang terkesan tidak dibutuhkan bagi warga korban kebakaran.

Dalam peristiwa kebakaran, korban kehilangan rumah, pakaian dan baju,  peralatan furniture rumah dan perlengkapan lainnya. Kira-kira apa yang dibutuhkan mereka? Yang paling pas adalah bantuan untuk pakaian dan baju layak pakai , selanjutnya meningkat ke arah kebutuhan untuk perlindungan mereka, setelah tidak ditempat pengungsian yaitu seperti tenda/terpal dan peralatan dapur. Lha untuk makanan bagaimana? Karena ada lingkungan sekitar rumah yang tidak terkena kebakaran, akan lebih baik diberikan dalam bentuk uang agar bisa dibelanjakan sesuai kebutuhan di warung terdekat. Bantuan seperti mie instan tidak banyak membantu mereka, sedangkan air kemasan dibutuhkan hanya saat awal terjadi kebakaran. Untuk jangka panjang, bisa diberikan bantuan modal uang untuk kelanjutan usaha mereka, yang terkena dampak kebakaran sesuai jenis usaha warga yang digeluti.

Inilah pentingnya ilmu dalam menolong dan membantu sesama warga, agar tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat kebutuhan. Tepat memang bila ilmu harus mendahului sebelum beramal.

 

Satu pemikiran pada “Beramal dengan disertai ilmu

  1. Penanganan bantuan bencana alam seringkali menjadi concern bagi dunia korporasi dalam melaksanakan program Corporate Social Responsibility untuk memberikan bantuan. Artikel ini menurut saya sangat memberikan referensi bagaimana CSR dilakukan supaya pemberian bantuan menjadi tepat guna, tepat manfaat dan tepat sasaran. Dari sisi korporasi menjadi tepat penanggaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s