Apa langkah strategis yang perlu dilakukan bagi industri batubara di Indonesia dan di dunia

Capex Opex MiningKrisis yang melanda industri berbasis sumber daya alam, seperti batubara, pertambangan mineral maupun lainnya memang harus membuat pelaku atau industri yang bergelut di dalamnya memutar otak agar tidak jatuh atau mengalami kebangkrutan. Seperti apa yang dialami industri batubara di Indonesia tentunya tidak terlepas dari faktor-faktor produk substitusi, alternatif gas yang lebih murah serta pemakaian energy terbarukan lebih besar.

Lantas, apakah industri batubara harus berdiam diri saja? Tidak melakukan apapun hanya akan memperberat operasional bisnis dan pada akhirnya malah akan mati. Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah strategis yang bisa menopang dan mempertahankan hidup industri, sampai harga batubara kembali normal atau cukup menguntungkan bagi semua pelaku industri.

Sayangnya, kenaikan biaya listrik, elpiji, toll, pajak, perubahan nilai tukar rupiah melemah, maupun kenaikan harga bahan pokok seperti beras, sejak tahun 2014 lalu sampai dengan tahun 2015 yang seharusnya menjadi PR bagi pemerintah, tampaknya akan memperberat operasional cost bagi industri. Boleh dibilang, faktor external baik dari luar, maupun ketidakmampuan pemerintah menjalankan program ekonomi menjadi faktor ancaman yang memperberat seluruh dunia usaha.

Apa saja langkah harus dijalankan ?.Berdasarkan analisis studi yang pernah dilakukan penulis saat studi S2, setelah diupdate sesuai kondisi sekarang ada dua langkah besar yang perlu dijalankan yaitu :

  • Menjalankan program cost reduction sekaligus productivity improvement di segala lini. Program ini bukanlah program peningkatan kualitas umum seperti QC 7 Tools , Quality Control Circle, 5 R atau lainnya. Tapi merupakan program langkah strategis dengan komitmen penuh manajemen puncak sampai dengan tingkat taktikal untuk memenuhinya. Program berjalan pada setiap fungsi dari : Mine Planning, Mine Sequence, Drilling-Blasting, Waste Removal, Coal Getting, Coal Transport-Hauling, Working Capital, Heavy Equipment Maintenance Management dan seterusnya.
  • Melakukan langkah peningkatan organizational capabilities, melalui penyelarasan tujuan, sasaran dan komunikasi dengan membatasi lapisan atau fungsi organisasi yang duplikasi. Ini bisa dilakukan dengan implementasi sistem, aplikasi yang tepat, online communication untuk memantau produksi mulai dari bulanan, mingguan, harian sampai dengan per jam. Sehingga efisiensi dan perbaikan korektif bisa dilakukan segera.

Langkah diatas, bisa dilakukan sendiri dengan dukungan penuh tim perubahan organisasi atau bersama dengan konsultan yang mumpuni menjalankannya. Baik dengan internal atau eksternal, tetap harus memperhitungkan  cost & benefit analysis, agar setiap program bisa diketahui manfaat yang diperoleh setelah cost yang dikeluarkan.

Satu pemikiran pada “Apa langkah strategis yang perlu dilakukan bagi industri batubara di Indonesia dan di dunia

  1. Ping balik: Bagaimana cara menjalankan program cost reduction yang efektif dan efisien | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s