Antara riset penelitian akademis dan penelitian relevansi bisnis, mana yang lebih baik?

Business WritingJika biasa mengikuti antara praktik bisnis dengan isu bisnis yang diteliti oleh akademisi/institusi maupun universitas, maka akan dirasakan adanya perbedaan antara penelitian akademis maupun penelitian yang relevan dengan bisnis. Ini menjadi Isu abadi bagi para peneliti di bidang bisnis dan manajemen yaitu trade-off antara kekakuan dan relevansi. Hal ini telah menjadi keluhan umum beberapa dekade terakhir, dimana penelitian di sekolah berbasis bisnis atau manajemen telah menjadi lebih ketat dengan mengorbankan relevansi atau kesesuaian dengan praktik bisnis di dunia nyata.

Penelitian ketat akademis biasanya didefinisikan sebagai penelitian yang memenuhi  standar penelitian ilmiah, sebagai penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan model penelitian ilmiah, ada peer review, dan diterbitkan dalam jurnal akademik. Sayangnya, banyak penelitian yang diterbitkan dalam jurnal bisnis akademik ketika dilihat dari kacamata praktisi bisnis “ terlalu teoritis” dan “minim relevansi praktis” dalam dunia profesional.

Penelitian yang relevan biasanya didefinisikan sebagai penelitian dengan relevansi langsung untuk profesional bisnis. Hasil penelitian ini dapat digunakan segera pada praktis bisnis. Jenis penelitian ini lebih mirip dengan konsultasi. Sayangnya, banyak jenis penelitian ini  sulit untuk diterima, atau tidak mungkin untuk  diterbitkan dalam jurnal akademik bidang bisnis dan manajemen. Tidak adanya kontribusi teoritis terhadap penelitian relevan dengan dunia bisnis ini menyebabkan hampir menjamin penolakan penerbitan pada jurnal akademik.

Dalam dunia nyata bisnis itu sendiri, isu kerasnya standar akademis penelitian versus relevansi bisnis sering dibahas pada hampir setiap pertemuan, seminar atau konferensi yang dihadiri oleh akademisi dan praktisi bisnis. Berita baiknya adalah kebanyakan akademisi cenderung setuju dengan gagasan bahwa penelitian dalam sistem informasi, administrasi dan sekolah bisnis harus lebih relevan dengan profesional bisnis. Memang kelemahan dalam penelitian relevan bisnis adalah cenderung kurang kuat dalam aspek latar belakang, studi literatur, referensi, evolusi teori yang mendasari, serta pengujian yang kurang sistematis/terstruktur dalam pembuatan penelitian. Dalam bentuk tabel, perbedaan antara ke dua penelitian itu bisa digambarkan sebagai berikut.

Tabel Perbedaan penelitian ketat akademis dengan penelitian yang relevan dalam bisnis

Penelitian Ketat Akademis Penelitian Relevan Bisnis
  • “Penelitian Ilmiah”
  • Penekanan pada memenuhi standar ilmiah seperti validitas dan reliabilitas
  • Sesuai dengan peer review akademik
  • Diterbitkan dalam jurnal akademik
  • Kontribusi akademik
  • Relevan dengan bisnis
  • Penekanan relevansi langsung dengan praktik bisnis
  • Sesuai dengan pengalaman empirik, testimonial praktisi bisnis
  • Diterbitkan pada laporan konsultasi atau industri,
  • Kontribusi praktis

Bagaimana menjembatani kedua hal tersebut? Maka sebaiknya dari sisi ke dua pihak sama-sama memperbaiki model penelitiannya, dimana pada penelitian relevansi bisnis sebaiknya juga ditambahkan standar ilmiah seperti validitas, reliabilitas atau uji triangulasi. Sedangkan bagi penelitian akademis tersebut ada baiknya mempraktekan hasil riset tersebut untuk diuji ke dalam dunia nyata professional bisnis agar memperoleh relevansi dalam praktis bisnis. Pada tulisan terdahulu mengenai realita link dan match antara perguruan tinggi  dan dunia bisnis, bisa membantu bagaimana menjembatani hal tersebut.

Sayangnya praktik ini umum dilakukan di negara yang industrinya cukup maju seperti Jerman. Tidak semua negara industri melakukan hal itu. Untuk negara Indonesia, masih cukup jauh rasanya, meskipun sudah ada langkah-langkah ke arah tersebut.

Satu pemikiran pada “Antara riset penelitian akademis dan penelitian relevansi bisnis, mana yang lebih baik?

  1. Tidak hanya dalam dunia bisnis saja sebenarnya. Masih ada banyak gap antara para praktisi dan akademisi. Sayangnya masih banyak akademisi yang masih berkutat dengan teori-teori lama yang belum tentu masih relevan dengan kondisi riil yang ada. Barangkali benar adanya mesti sering-sering ketemu antara para praktisi dan akademisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s