Ketika Google memonopoli data dan Informasi besar, bisakah menjadi ancaman?

Big Data OpportunityGedung putih baru-baru ini mengeluarkan laporan Februari 2015 lalu, mengenai big data yang bila dikuasai oleh segelintir pihak dapat mengancam keberadaan ekonomi. Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan badan Administrasi Telekomunikasi Nasional menyiratkan perhatian yang sama tentang hal tersebut.

Mengapa penguasaan big data bisa mengancam perekonomian terutama kompetisi ‘perdagangan bebas’ ala Amerika, sebagai surganya kaum kapitalis? Mari lihat pasar search engine.

Search Engine adalah contoh sempurna dari data sebagai entry barrier-to yang tidak adil. Ketika Page dan Brin merevolusi pasar pencarian pada tahun 1996 saat memperkenalkan algoritma search-engine berdasarkan konsep situs penting – algoritma PageRank. Kemudian algoritma pencarian secara signifikan berkembang sejak saat itu, dan sebagian besar search engine modern didasarkan pada algoritma pembelajaran yang menggabungkan ribuan faktor -dimana salah satunya adalah PageRank dari sebuah website. Saat ini, faktor yang paling menonjol adalah log sejarah permintaan pencarian yang sesuai dengan hasil pencarian. Studi pada Fakultas Matematik dan Komputer Universitas Emory menunjukkan bahwa pencarian sejarah meningkatkan hasil pencarian sampai dengan 31%. Akibatnya, mesin pencari saat ini tidak dapat mencapai hasil berkualitas tinggi tanpa perilaku mengetahui sejarah perilaku pengguna.

Hal ini menciptakan realitas di mana pemain baru, bahkan mereka dengan algoritma yang lebih baik, tidak bisa masuk pasar dan bersaing dengan pemain mapan (Google), dengan catatan mereka yang sangat mendalam mengenai perilaku pengguna search engine. Pendatang baru hampir pasti akan gagal. Ini adalah tantangan bagi Microsoft ketika memutuskan untuk memasuki pasar Search Engine, berhadapan langsung dengan Google – bagaimana Microsoft bisa membangun teknologi pencarian tanpa perilaku pengguna masa lalu? Solusinya datang satu tahun kemudian ketika Microsoft membentuk aliansi dengan search engine Yahoo, mendapatkan akses data perilaku pengguna mesin pencari. Tapi dibandingkan Google, Bing nya Microsoft masih kalah jauh.

Disinilah letak strategisnya data. Dinamika strategisnya data tidak terbatas pada pencarian internet. Mengingat pentingnya data pada setiap industri, entry barrier yang masuk dapat mempengaruhi apa-apa, mulai dari sektor pertanian, di mana data peralatan diraih untuk membantu meningkatkan hasil pertanian ; bagi para akademisi, di mana kinerja sekolah dan sensus data diakuisisi untuk meningkatkan pendidikan . Bahkan dalam kedokteran, untuk rumah sakit yang mengkhususkan diri dalam penyakit tertentu,  menjadi satu-satunya pemilik data medis yang bisa diakuisisi untuk penelitian obat potensial.

Data seharusnya sudah masuk bagian strategi. Sama halnya dengan standar kompetisi strategi lainnya. Kemampuan memonopoli data, seperti yang ditunjukkan oleh Google ‘untuk memblokir pesaing memasuki pasar tidaklah berbeda nyata seperti perusahaan monopolis.

Riset terbaru menunjukkan hampir 70% tidak melakukan apapun terhadap big data. Jika ini masuk perusahaan anda, berarti sudah kalah dalam hal menguasai maupun memonopoli data. Google sangat pintar untuk hal ini.

Sumber:

White House 2015. http://www.scribd.com/doc/254820501/20150204-Big-Data-Seizing-Opportunities-Preserving-Values-Memo

Emory University Education. http://www.mathcs.emory.edu/~eugene/papers/sigir2006ranking.pdf

Satu pemikiran pada “Ketika Google memonopoli data dan Informasi besar, bisakah menjadi ancaman?

  1. Ping balik: Tesla kini menjual atap rumah panel surya? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s