Menghindari ‘breakdown’ pada unit kerja atau produksi

matrix-elevatorKetika mengantar jemput professor untuk pengajaran kuliah paska, ada hal menarik terjadi. Tatkala sudah di depan pintu lift, ternyata pintu lift mogok. Ternyata oleh beberapa orang sekitar, lift itu baru saja mogok, karena paginya masih berfungsi. Disinilah masalahnya, karena professor yang penulis antar baru saja sembuh dari stroke jadi sangat sulit menaiki tangga ke ruang kuliah di lantai 4.

Akhirnya dengan bantuan beberapa teman, professor bisa dituntun naik ke atas melalui anak tangga. Tentunya secara perlahan-lahan. Dengan mogoknya lift tersebut, telah menimbulkan kesulitan bagi orang tertentu yang memiliki keterbatasan fisik (kursi roda, penderita stroke dll) bila harus menaiki tangga ruangan lantai atas.

Apa yang menjadi inti cerita disini adalah mengapa lift tersebut bisa mogok. Apakah selama ini tidak ada indikator kinerja lift atau perawatan lift ?. Bila pemilik gedung hanya memperhatian berapa frekuensi terjadinya kerusakan, lama perbaikan lift, response time kecepatan servis untuk lift, biaya perbaikan lift maka sudah pasti tidak bisa memperoleh kelayakan operasional lift. Karena ukuran di atas hanya mencerminkan suatu hasil, lagging dan sudah terlambat untuk dilakukan improvement.

Ukuran indikator kinerja yang tepat untuk mengetahui dan bisa memprediksi kelayakan operasional lift tentunya mengukur indikator bisa predictive. Ukuran ini mampu ‘meramalkan’ hasil di masa depan sehingga upaya untuk memperbaiki bisa dilakukan lebih awal. Ini yang biasa disebut sebagai Leading Indicator KPI.

Sepertihalnya tulisan ini, maka leading indicator memegang peranan penting dalam perawatan suatu unit kerja, unit operasional atau produksi. Bila pencapaian atau aktivitas perawatan lift menggunakan KPI yang bersifat leading indicator dalam pengukuran atau monitoringnya, maka peristiwa mogok atau breakdown mungkin hanya tinggal kenangan saja. Sehingga dalam perawatan lift, maka ukuran leading indicator harusnya seperti :

  • Apakah perawatan periodik sudah berjalan sesuai manual service?
  • Bagaimana back log inspeksi dijalankan?
  • Bagaimana perawatan harian, mingguan, bulanan pada lift tersebut?
  • Bagaimana kondisi pada hoistway, car lift, panel kontrol, mesin penggerak, guide rail, saklar / switch, door lift, alarm, operating panel, safety device dan komponen lainnya? Apakah selalu dicek berkala?
  • Dan lain-lain

Bila indikator kinerja diatas tidak sesuai standar atau dibawah persyaratan, maka dengan mudah dapat diprediksi persentase kemungkinan mogok pada lift akan meningkat di hari mendatang.

Mudah bukan ? untuk mencegah breakdown atau mogok atau unit kerja operasional/produksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s