Teknik Berpikir dalam pemecahan masalah (3)

system sub systemDalam tulisan sebelumnya telah dijelaskan tiga teknik berpikir, yaitu pendekatan reaktif, berikutnya adalah pendekatan adaptif dan  ini adalah pendekatan terakhir dalam teknik berpikir. Pendekatan ini merupakan pendekatan terbaru yang sangat membantu memahami dan memecahkan suatu masalah yang melibatkan banyak pihak.

Pendekatan ini biasa disebut pendekatan sistem. Melalui pendalaman dengan melihat struktur pada sistem, variabel-variabel yang terkait baik yang bersifat independent maupun dependent, langsung ataupun tidak langsung maka dilakukan pendekatan untuk melihat hubungan antara suatu faktor satu dengan faktor lainnya.

Apa saja ciri-ciri pendekatan sistem, berikut adalah karakteristik/ciri pemecahan masalah dengan pendekatan sistem :

  1. Lebih mengutamakan keseluruhan aspek yang saling kait mengait
  2. Semua bagian atau faktor saling mempengaruhi, yang membedakan adalah skala intensitasnya.
  3. Setiap bagian menjalankan perannya di dalam keseluruhan sistem.
  4. Ada ketergantungan dan hubungan antara satu faktor dengan faktor lainnya

Apakah banyak manager/leader yang menggunakan pendekatan ini? Berdasarkan pengamatan, sedikit sekali yang mampu memahami dan menggunakan pendekatan ini dalam menyelesaikan suatu masalah. Mungkin hanya 5% atau kurang para manager/leader yang mampu mengaplikasikan teknik ini. Tentu ini bukanlah keasalah dari manager/leader, tapi memang dalam suatu populasi, manager/leader atau talent sangat sedikit proporsinya.

Untuk memvisualisasikan, biasa digunakan teknik System Thinking Diagram, STD atau CLD dalam penggambaran hubungan antar variabel satu sama lain. Pendekatan sistem mempunyai beberapa keuntungan antara lain :

  • Mendorong untuk melihat permasalahan secara menyeluruh, baik dari segi cakupan dan waktu sehingga dapat mencegah pemikiran yang linear, sempit atau hanya melihat pola/kecenderungan semata.
  • Mampu memberikan gambaran rantai hubungan sebab-akibat yang lebih eksplisit dengan dasar pemikiran yang baik.
  • Membantu terjadinya efektifitas komunikasi dan kerjasama antar tim karena masing-masing melihat hubungan dan pola akibatnya baik yang bersifat (+) maupun (-)
  • Mendorong mengeksplorasi alternatif kebijakan dan keputusan sehingga konsekuensi suatu keputusan, sudah bisa diantisipasi dampak dan reaksi yang diperoleh.
  • Memungkinkan terjadinya serangkaian alternatif pemecahan, sehingga bisa diperoleh posisi yang paling baik untuk mengambil keputusan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s