Apa itu Art-Based Learning?

Orchestra ConductorTahun 2009, Taylor dan Ladkin memberikan contoh pengajaran dan pendekatan pelatihan yang dilakukan oleh organisasi, dalam hal pengembangan kepemimpinan dan pendidikan yaitu :

  • Seorang manager dari Denmark membuat bangunan tiga dimensi yang menggambarkan strategi organisasi dengan LEGO.
  • Pemimpin tentara Amerika bersama-sama ke bioskop untuk memberikan ilustrasi mengenai kepemimpinan militer
  • Mahasiswa program MBA mengambil kelas seni untuk mengembangkan kreatifitas mereka.

Apa benang merah penghubung ketiga aktifitas diatas, dari tiga organisasi berbeda tersebut?

Ya, mereka memang sedang mencoba metode pengajaran dengan menggunakan pendekatan seni atau Art-Based Learning.

Secara umum, definisi dari Art Based Learning adalah :

Serangkaian pendekatan luas dimana para pendidik, pengajar, trainer atau praktisi pengembangan organisasi menggunakan instrument seni sebagai perangkat pedagogi dalam rangka membantu pelatihan dan pengembangan individu, manager atau pimpinan organisasi, sehingga berkontribusi dalam pembelajaran dan pengembangan orgnaisasi.

Bagaimana melakukan praktik pembelajaran dengan menggunakan seni sebagai instrument? Ada beberapa karakteristik Art-Based learning  menurut Darso (2004) yang bisa digunakan organisasi :

  1. Decoration – dimana ada pekerjaan dan penempatan karya seni di lobby, ruang meeting, dinding atau lainnya.
  2. Entertainment – membawa art performance ke dalam ruang kantor seperti pemberian tiket bagi karyawan, pertunjukkan karya seni di hall.
  3. Instrument – merupakan bentuk yang paling sering digunakan organisasi, yaitu menggunakan perangkat seni untuk pengembangan kepemimpinan, seperti team building, communication skill dan lainnya.
  4. Strategic transformation – dimana bisnis telah berintegrasi secara penuh menggunakan seni dalam pembentukan visi, values, kreativitas, branding atau marketing.

Mengapa banyak organisasi sering menggunakan seni dalam merumuskan, mengajar atau memberikan pelatihan bagi individu? Karena adanya kesadaran dan hubungan langsung terkait dengan unsur kreatifitas dan imaginative. Dengan merangsang seluruh komponen panca indera manusia, baik melalui mendengar, observasi, melihat seperti pada permainan orchestra musik, para bisnis leader bisa memberikan visualisasi lebih baik bagaimana menggambarkan pencapaian kinerja organisasi bagi manajemen untuk menghasilkan kesuksesan bisnis.

Reference :

Taylor, S. and Ladkin, D. (2009), ‘‘Understanding arts-based methods in managerial development’’, Academy of Management Learning & Education, Vol. 8 No. 1, pp. 55-69.

Darso, L. (2004), Artful Creation: Learning-tales of Arts-in-Business, Samfundslitteratur, Frederiksberg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s