Sehat dengan terapi mata

Kerudung 2Pernahkah anda memperhatikan bahwa akhir-akhir ini, jauh lebih banyak anak-anak memakai kacamata? Sepertinya sudah menjadi hal yang umum dan lumrah. Ketika penulis masih kecil dan duduk di pendidikan dasar, hanya satu – dua murid saja yang mengenakan kaca mata. Dahulu kacamata hanya dikenakan orang yang sudah tua atau dewasa saja. Tetapi sekarang, mungkin sepertiga murid  atau remaja di pendidikan dasar dan menengah sudah mengenakan kacamata.

Mengapa begitu banyak anak remaja di SD dan SMP sudah mengenakan kacamata? Apakah mereka semua abnormal? Apakah mereka sudah menjadi tua sehingga harus mengenakan kaca mata? Kecenderungan ini sepertinya tidak hanya terjadi di lingkungan kita tapi juga di dunia. Jika dulu permainan video game masih sedikit dan hanya ada di tempat-tempat tertentu, sekarang dengan adanya gadget, smartphone, console games, tablet pc dll tampaknya mempengaruhi kerusakan pada penglihatan mata anak maupun remaja.

Lebih aneh, jika ke dokter mata maka seringkali resep perbaikan penglihatan hanya berupa menghilangkan radang di mata (jika terkena debu dll), penggunaan kaca mata ataupun terapi laser untuk menghilangkan minus yang ekstrim. Penulis tidak pernah bertemu atau mendengar dokter mata yang memberikan terapi atau pengobatan dimana bisa mengurangi minus atau memperbaiki kemampuan penglihatan pasien menjadi normal atau setidaknya mendekati normal. Apakah memang terapi tersebut tidak pernah diajarkan? Ataukah memang disembunyikan ? Jika memang demikian maka sesungguhnya kerusakan kemampuan penglihatan telah menjadi bisnis dan kapitalisme karena setiap perbaikan kemampuan penglihatan seperti  minus/plus dan slindris, hanya akan ditangani melalui kaca mata atau terapi laser/lasik.

Beberapa waktu lalu, saat medical check up penulis pun mendapat diagnosis mengalami keadaan minus 0.5. Tidak parah memang, namun disarankan menggunakan kacamata saat membaca. Karena belum mau memakai kacamata (agar tidak kelihatan tua..hehe), maka melalui studi literature dari buku, internet maupun media lainnya, ternyata ada terapi untuk memperbaiki mata. Anehnya, terapi ini tidak diajarkan dalam ilmu kedokteran mata, tetapi ada di klinik-klinik alternatif . Beberapa toko kesehatan malah menjual terapi tersebut, dengan perangkat seperti kacamata dengan lubang-lubang kecil, untuk membantu fokus perbaikan penglihatan. Metode seperti bates, yang sudah lebih dari 90 tahun diperkenalkan, anehnya justru tidak diajarkan di dunia kesehatan mata. Silakan cari di internet dengan keywords : metode bates.

Tanpa membuang waktu, maka segera saja melakukan terapi penglihatan mata, termasuk juga pemberian obat tetes herbal mata, untuk membantu penglihatan. Sampai saat ini terus mengalami terapi dan ternyata ada perbaikan signifikan. Jika dahulu untuk membaca sulit melakukan pada jarak 25-30 cm, sekarang sudah bisa. Kemampuan untuk fokus pada jarak dekat juga meningkat tajam secara kualitatif.

Beruntung, waktu itu tidak memutuskan menggunakan kacamata karena memang masih berkeyakinan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, bukan justru ketergantungan dengan kacamata yang dibutuhkan. Pengalaman empirik dari para pengguna kacamata, justru minus/plus mata semakin bertambah, karena memang kacamata didisain agar mata membuat fokus baru, yang pada akhirnya menyebabkan ketegangan mata. Pada akhirnya, saat mata sering membuat fokus baru akan membuat mata malah menjadi rusak, sehingga justru semakin sering meng-upgrade lensa kacamata lebih tinggi. Jika sudah semakin besar, dan kacamata makin berat akhirnya terapi laser/lasik mata yang mahal jadi pilihan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s