Strategi Xiaomi dalam menembus pangsa pasar Smartphone

Hunger marketing 2Dalam tulisan sebelumnya telah disebutkan, bahwa ketatnya persaingan di dunia Gadget dan Smartphone, maka memerlukan langkah inovasi yang tidak biasa atau bisa disebut sebagai disruptive innovation. Xiaomi ternyata banyak melakukan langkah strategi, inovasi baik dari segi penjualan, produksi, pemasaran, maupun distribusinya.

Bagaimana Xiaomi memperoleh profit dan bisa merebut pangsa pasar Smartphone yang demikian ketat? Inilah strateginya :

  1. Xiaomi melakukan langkah dengan menjual model sampai 18 bulan, bukan selama 6 bulan yang digunakan oleh Samsung untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan biaya komponen yang terjadi dari waktu ke waktu.
  2. Xiaomi juga melakukan penjualan aksesories, termasuk tema dan software, sehingga bisa meraup nilai tambah dari produk terkait smartphone mereka.
  3. Untuk mengurangi Overhead Cost, Xiaomi tidak memiliki toko fisik tunggal dan tidak menjual secara eksklusif dari toko online sendiri.
  4. Xiaomi secara intens mengandalkan pada layanan jejaring sosial serta pelanggan sendiri untuk membantu mengiklankan produknya.
  5. Untuk menggebrak pasar, maupun produk baru, Xiaomi memiliki strategi marketing yang disebut “Hunger Marketing“. Strategi Xiaomi ini terbukti telah menjual cepat Xiaomi Hongmi , maupun versi lainnya seperti RedMi secara online bahkan dalam hitungan detik. Misalnya saat Xiaomi menjual Xiaomi Hongmi versi WCDMA melalui China Unicom (salah satu operator di Cina) , berhasil menjaul 100 ribu unit dalam waktu 5 menit saja! Sebuah pencapaian luar biasa.

Strategi menarik dari Xiaomi adalah Hunger Marketing. Pada dasarnya ini merupakan  strategi memancing penjualan dengan kuota barang dalam jumlah tertentu dan menggenjot penjualannya tersebut dengan “limited time“- atau dalam jangka waktu tertentu. Dengan terbatasnya jumlah (kuota) handset yang dijual, dan dipasarkan dalam waktu terbatas, akan memancing rasa penasaran konsumen. Ini terbukti saat konsumen di Cina sangat penasaran dengan Xiaomi yang menawarkan handset dalam jumlah sangat terbatas, harga kompetitif dan spesifikasi mumpuni, yang kemudian dengan cepat menjual secara online. Akibatnya konsumen bernafsu menginginkan produk Xiaomi itu menjadi “terpacu” dan berlomba-lomba untuk sesegera mungkin untuk memperoleh handset tersebut.

Langkah ini, kemudian banyak ditiru produsen lain, dan cukup sukses. Produsen elektronik Cina lainnya, ZTE melalui penjualan online bermasil menjual ZTE Grand SII LTE sebanyak 50000 unit dalam waktu 58 detik saja. Dan ZTE berharap untuk berhasil menjual 400 juta unit flagshipnya hingga tahun 2014.

Kombinasi unik strategi, inovasi dan tidak segan ‘mencontek’ langkah Apple dalam memasarkan produk, telah membuat Xiaomi menjadi pemain yang diperhitungkan dalam pasar Smartphone saat ini.

 

Sumber : IDC.com, Bloomberg

2 pemikiran pada “Strategi Xiaomi dalam menembus pangsa pasar Smartphone

  1. Ping balik: Apa strategi Xiaomi di tahun 2015? | ilmu SDM

  2. Ping balik: Siapa lima besar produsen smartphone tahun 2015? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s