Cara mengukur Employee Engagement lebih baik

employee engagementHampir kebanyakan perusahaan mengukur tingkat employee engagement (keterlibatan karyawan) melalui survey, questionnaire baik secara  kuantitatif maupun kualitatif. Adakah pengukuran atau menghitung tingkat employee engagement yang lebih mudah dan bisa diketahui kecenderungannya. Ternyata ada cara lebih praktis.

Pada dasarnya, ini merupakan bagian dari human capital atau human resource scorecard measurement. Penggunaan ukuran atau metrik yang tepat ini, sebagai aplikasi pengukuran kuantitatif HR atau SDM untuk melihat sejauh mana harapan kinerja bisa direalisasikan, untuk membandingkan standar engagement , mengidentifikasi gap yang ada serta ukuran lainnya. Analisis secara kuantitatif mengenai engagement akan memberikan harapan mengenai kualitas dan komitmen karyawan terhadap pekerjaan atau lingkungan dimana dia berada.

Pengukuran metrik engagement umumnya meliputi aspek seperti : Persentase keterlibatan alokasi waktu karyawan, pengaruh kepada rekan kerja,  tingkat hubungan kerja maupun penjadwalan kerja. Apa saja yang bisa diukur, berikut adalah pengukuran kuantitatif yang bisa dijalankan :

  • Jumlah pekerjaan yang terjadi di luar normal jam kerja (misalnya, malam hari dan akhir pekan). Ini adalah indikator yang baik dari upaya ektra karyawan untuk mencari solusi bagi masalah pekerjaan.
  • Jumlah koneksi jaringan dan waktu yang dihabiskan dengan orang-orang di luar tim langsung atau wilayah kerjanya. Pembangunan jaringan luas di luar tim inti adalah tanda high engagement.
  • Persentase partisipasi dalam pertemuan ad-hoc dan inisiatif kerjanya versus pertemuan atau proses periodik. Partisipasi dalam acara yang periodik terstruktur dapat menjadi indikator low engagement.
  • Waktu yang dihabiskan dengan berkolaborasi langsung dengan pelanggan di luar lingkup kerja normal. Ini dan langkah-langkah lain seperti itu dapat menunjukkan karyawan dengan engagement tinggi untuk membantu rekan-rekan mereka meskipun mereka mungkin tidak mendapatkan kredit untuk itu.

Sedangkan dari pengukuran secara kualitas manajemen, bisa meliputi :

  • Waktu yang dihabiskan secara one to one dengan atasan mereka per minggu. Engagement cenderung meningkat jika karyawan secara individu memiliki waktu seperti coaching dengan atasannya.
  • Waktu kehadiran bersama pemimpin/atasan lebih tinggi.
  • Kualitas dan luasnya jaringan atasan mereka. Tingkat engagement meningkat pada karyawan yang terhubung baik dengan atasan langsung mereka.
  • Jumlah atau persentase waktu bersama antara manager/atasan dengan tim. Jumlah yang rendah cenderung memberikan indikasi low engagement.

Dengan menjalankan metrik penghitungan engagement tersebut diatas, maka akan diperoleh tingkat engagement lebih real time, langsung dan lebih baik dari pengukuran melalui survey yang cenderung menghabiskan waktu, biaya dan tenaga. Disinilah akhirnya bisa dipantau tingkat engagement karyawan dalam konteks lebih baik, mendapatkan gambaran secara menyeluruh dan lebih penting lagi, bisa mengetahui kecenderungan tingkat engagement karyawan lebih akurat.

Satu pemikiran pada “Cara mengukur Employee Engagement lebih baik

  1. Ping balik: Ketika plagiarisme menjadi budaya instan | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s