Bagaimana kelanjutan ARM Architecture vs x86 based architecture dalam Mobile Computing?

Computers_ProcessorPangsa pasar yang terus menurun untuk kelas PC’s, Server maupun Laptops, telah memaksa Intel untuk melanjutkan disain x86 untuk mobile handset. Ini berarti Intel secara head to head siap untuk bersaing dengan mobile processor berbasis ARM yang merajai hampir semua produk mobile handset, smartphone, tablet dan perangkat mobile lainnya.

Intel sangat menyadari bahwa pasar komputasi masa depan, akan menuju komputasi bergerak, wearable device, dan mobile handset. Turunnya pendapatan Intel di tahun 2013 memberikan indikasi bahwa penurunan pasar PC, Laptop maupun server telah memberikan dampak kepada pertumbuhan perusahaan. Sebaliknya, ARM menikmati pertumbuhan mengesankan dari pasar segmen mobile handset, dimana di tahun 2013, telah terjual processor dengan lisensi ARM sebanyak 10 milyar, tumbuh 15% dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 8.7 milyar processor. Oleh sebagian analis, Intel dianggap terlambat melangkah ke segmen mobile.

Kerjasama pemasaran produk processor mobile intel dengan berbagai manufaktur mobile handset terus dilakukan. Secara arsitektur, memang x86 memiliki keunggulan dari segi komputasi dibandingkan ARM based processor, seperti dalam tulisan ini. Namun processor ARM sangat hemat daya, unggul dalam pemakaian baterai yang saat ini belum bisa diungguli dengan basis x86. Beberapa produsen mobile handset seperti ASUS, Lenovo dan Acer telah menjalin kerjasama memasarkan produk smartphone mereka dengan processor Intel berarsitektur x86 dengan kode Atom nya.

ARM yang masih lemah dalam dunia PC dan server tampaknya juga berusaha memasuki ranah komputasi yang selama ini dirajai oleh Intel. Peluncuran 64-Bit ARM Cortex-A57 adalah jawaban terhadap hal tersebut. Microsoft telah mengeluarkan OS Windows 8 untuk tablet pc maupun laptop, dimana ditenagai processor ARM akan memberikan pasar baru bagi PC’s dan laptop dengan ARM processor, diperkirakan di tahun 2015 akan ada sekitar 25% laptop maupun PC dengan processor ARM.

Bagaimana dengan AMD, rival Intel nomor 2 di dunia PC, server dan laptops? AMD telah membeli lisensi ARM dan dengan kemampuan disain x86, telah membuat kerangka kerja masa depan yang menggabungkan dua arsitektur x86 dan ARM melalui project ‘Sky Bridge’. Proyek ini akan memanfaatkan generasi x86 AMD yaitu Puma dan ARM Cortex A57. Secara teknis proyek ini akan mengkombinasikan performa terbaik dari dua arsitektur tersebut, yaitu keunggulan komputasi dan performa sekelas server dibarengi dengan konsumsi daya rendah dan hemat tenaga.  AMD akan menamai processornya dengan kode K 12, dan dirilis tahun 2016. Sebuah proyek yang menjadi pertaruhan besar bagi AMD, karena beberapa produsen lainnya pernah mencoba menggarap hal tersebut seperti Intel  dengan Itanium processor dan Transmeta dengan processor Crusoe/ Efficieon namun tidak berhasil di pasaran.

Siapa yang unggul nanti antara Intel, AMD dan ARM ? tampaknya kita perlu menunggu tahun 2015 dan tahun 2016. Pastinya trend ke arah mobile computing & communication adalah keniscayaan.

Satu pemikiran pada “Bagaimana kelanjutan ARM Architecture vs x86 based architecture dalam Mobile Computing?

  1. Ping balik: Bagaimana perkembangan mobile chipset Intel saat ini ? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s