Masih layakkah Misi Google Sekarang?

PetmanDengan segenap kemajuan dan pencapaian Google sekarang, seperti sudah mengakuisisi Boston Dynamic, pembuat robot untuk kepentingan militer Amerika, selanjutnya membeli pemenang kontes robot bergengsi DARPA dari Jepang, membuat mobil self driving car, teknologi smartphone android, GoogleGlass dan lainnya tampaknya perlu ada perubahan bagi misi Google sekarang. Hal ini juga disadari oleh Chief Eksekutif Google, yang mengatakan bahwa perusahaan mungkin memerlukan pernyataan baru mengenai misi Google, dan masih mencoba mencari tahu gambaran paling tepat.

Ya, jika anda tahu misi Google yaitu : “organise the world’s information and make it universally accessible and useful”, sangat jelas dan transparan bagaimana Google mengatur, mengindeks, memeringkatkan informasi web di dunia dan membuatnya mudah diakses dan berguna melalui ratusan server yang dimilikinya lewat Search Engine  dan layanan lain seperti Gmail, Google+, Youtube, GoogleMaps, maupun Over the Top Content services lainnya. Namun kepemiliikan dan pembentukan Google X Labs telah mengubah banyak wajah Google dari dikenal sebagai Search Engine provider dan OTC Provider, menjadi penyedia layanan service di masa depan yang lebih bersifat technology demonstrator untuk kepentingan masa depan.

Bisa disebutkan bahwa Google sekarang telah melangkah jauh ke depan, berupaya menggunakan dan mengakuisisi sumber daya untuk melampaui teknologi saat ini dan pasar namun dibutuhkan di masa depan. Investasi besar Google masa kini mengarah pada teknologi ruang angkasa, robotika dengan kecerdasan buatan, bioteknologi  dan kesehatan, wearable smart devices, teknologi self driving cars dan juga nano teknologi.

Banyak yang mengkhawatirkan bahwa langkah Google sekarang telah melewati batas-batas misinya. Tidak ada yang salah, jika anda memiliki pendanaan dan keuntungan besar, maka perlu melakukan investasi pada hal-hal inovatif dan belum pernah dilakukan pihak lain. Riset seperti bioteknologi, kesehatan dan obat-obatan umumnya secara tradisonal dibiayai oleh publik maupun pemerintah melalui riset universitas atau pusat riset lainnya. Google telah melakukan langkah tersebut jauh ke depan dengan mensponsori bahkan mengakuisisi tim riset Universitas inovatif dengan hasil riset ‘teknologi masa depan’.

Dengan segala pencapaian saat ini, memang misi Google sepertinya sudah tertinggal. Misi tersebut sepertinya hanya layak sampai era tahun 2000 an.

Kini Google bermaksud melakukan revisi misinya untuk 100 tahun ke depan. Punya usulan?

3 pemikiran pada “Masih layakkah Misi Google Sekarang?

  1. Ping balik: Mengapa Apple mengakuisisi Faceshift ? Sebuah analisis | ilmu SDM

  2. Ping balik: Tesla kini menjual atap rumah panel surya? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s