Mengapa proses penilaian evaluasi kinerja jarang meningkatkan kinerja?

Bad ReviewProses ritual penilaian kinerja, seolah-olah menjadi persyaratan bagi organisasi dalam menilai karyawan. Minimal biasanya setahun sekali dilakukan. Sayangnya proses tersebut selain sering mengalami kegagalan dalam proses evaluasi seperti dalam tulisan ini,  juga acapkali tidak memberikan harapan perbaikan kinerja karyawan. Mengapa bisa demikian?

Tony Schwartz, CEO dari Energy Project dan penulis Be Excellent at Anything, menyebutkan bahwa memang ada masalah dalam pemberian penilaian evaluasi kinerja, terutama jika sang penilai tidak paham. Ketika seseorang memberikan frase “ Apakah anda tidak berkeberatan jika saya berikan feedback?”, maka sebenarnya yang terjadi adalah “Apakah anda tidak keberatan jika saya berikan input negative?”, dimana lebih mengarah kepada kritik negatif kepada individu.

Ada masalah terkait dengan feedback atau kritik negatif. Pertama adalah kritik negatif menantang pengertian orang tentang nilai-nilai kesantunan. Kritik juga menyiratkan adanya penghakiman atau judgement, dimana orang cenderung tidak suka untuk dihakimi. Psikolog seperti Daniel Goleman, juga berpendapat bahwa segala bentuk kritik merupakan ancaman, dimana ancaman terhadap harga diri dan perasaan layaknya merupakan ancaman terhadap keberlangsungan hidup seseorang.

Umumnya tiga kesalahan yang terjadi dalam memberikan kritik atau feedback adalah :

  1. Orang cenderung memberikan umpan balik, kritik atau feedback saat nilai atau harga diri mereka merasa terancam.
  2. Akibatnya, ketika orang yang dikritik kinerjanya merasa dirinya terancam, maka makin mereka kurang terbuka atau mempertimbangkan umpan balik yang bersifat positif.

Semua bentuk kritik negatif kinerja sebaiknya dihindarkan. Semua kritik cenderung merusak dan bersifat negatif. Untuk mengubahnya, maka feedback, input atau umpan balik ketika memberikan penilaian hendaknya diasosiasikan dengan tujuan perkembangan dan pertumbungan bagi orang, individu atau karyawan bersangkutan. Tidak mudah memang, tapi hasilnya akan berbeda jauh jika hanya memberikan negative feedback, atau kritik.

Intinya, penilaian evaluasi kinerja harus dilakukan pada suasana terbuka, positif dan konstruktif, agar penerima evaluasi menjadi sadar akan dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s