Perang Gaza, siapa yang unggul ?

tank terbakarEntah apa yang ada di benak pikiran para pemimpin Israel. Mereka memang gemar sekali berperang, padahal yang digempur hanyalah wilayah kecil Gaza dan juga bila membandingkan dengan kekuatan militer Israel sangat jauh. Dalam tulisan terdahulu, tahun 2009, pada perang 22 hari kekuatan mesin perang Israel ada di peringkat 17. Sekarang tahun 2014, berdasarkan situs globalfirepower, Israel sudah melesat dengan peringkat 11 dunia kekuatan militer dengan jumlah tank 3870, dan pesawat 680 buah. Padahal penduduknya tidak sampai separuh Jakarta. Indonesia? Hanya ada di peringkat 19. Padahal penduduk mencapai 250 juta.

Tetapi, sekali lagi perang bukanlah berbicara mengenai angka semata. Perang juga melibatkan aspek moral dan psikologis dan inilah perang asimetri. Meskipun gempuran keras Israel di wilayah Gaza telah membunuh penduduk sipil lebih dari 700 jiwa, namun terkait moral dan psikologis, penduduk Gaza bersama pejuang Al Qassam tampak lebih unggul daripada pasukan Israel. Sayap bersenjata Hamas, Brigade Izzuddin al Qassam, ternyata telah meningkatkan kemampuan militer dengan siginifikan disertai aksi pembalasan asimetrik taktik yang menarik. Jika sebelumnya roket al Qassam hanya menjangkau wilayah Sderoth, sekarang sudah melampaui kota tersebut. Kemampuan roket ini membuat panik penduduk Israel, mereka pun mulai mengungsi. Sedangkan tidak terdengar penduduk Gaza mengungsi ke wilayah mesir.

Serangan roket Al Qassam pada perang Gaza ini, sudah menjangkau wilayah strategis pendudukan Israel. Roket Al Qassam sukses mendarat di sekitar wilayah bandara internasional Ben Gurion, Tel Aviv. Padahal jaraknya sudah mencapai 100 km dari Gaza, dan ini kemajuan besar. Pada perang 2012, hanya sekitar 20-40 km jangkauan roketnya. Implikasi terhadap jatuhnya roket di dekat bandara tersebut, menyebabkan otoritas Uni Eropa membatalkan semua penerbangan ke Israel. Walhasil, turis pun membatalkan kedatangan ke Israel sehingga sektor pariwisata Israel ambruk.

Meskipun secara akurasi serangan roket masih jauh dari harapan, tetapi dampak dari roket itulah yang lebih besar. Ribuan penduduk di wilayah pendudukan Israel pun mengungsi sementara ke luar negeri, karena sistem pertahanan Iron Dome pun tidak bisa menangkis semua roket al Qassam.

Selain itu, pejuang Al Qassam juga telah mempelajari semua praktik strategi militer yaitu infiltrasi, topografi, penyamaran, kamuflase dan perlawanan secara sistematis. Menurut laporan al Qassam, mereka sudah berhasil menembak pesawat F16, menghancurkan 10 tank / kendaraan lapis baja dan menewaskan sekitar 30 perwira dan serdadu Israel. Hasil ini cukup mengejutkan pihak militer Israel, sehingga sekitar 51 pasukan aktif Israel , menolak untuk terjun di Gaza.

Perlawanan penduduk Gaza, juga menimbulkan simpati warga palestina di tepi barat. Sayap militer gerakan Fatah, Brigade Al Aqsha telah melakukan beberapa penembakan ke pos pemeriksaan zionis Israel di tepi barat. Penduduk palestina Tepi Barat, mulai berempati terhadap nasib penduduk palestina wilayah gaza yang dikuasai Hamas.

Jika Hamas ingin meraih kemenangan mutlak terhadap perang ini, tampaknya koalisi dengan para kelompok perlawanan serupa di wilayah Gaza, Tepi barat maupun semenanjung Sinai perlu dibangun. Gerakan Anshar Baitul Maqdis, adalah salah satu kelompok yang menentang keras Israel, tapi juga berseberangan dengan Hamas karena berbeda pandangan politik dengan Hamas. Anshar Baitul Maqdis, termasuk rajin memberikan perlawanan secara militer kepada Israel dari wilayah Sinai. Gerakan ini bisa disebut sebagai cabang Daulah Islam, karena telah berbaiat kepada Kekhalifahan Islam/ daulah Islam.

Mungkin, sudah saatnya Hamas meninggalkan perjuangan secara politik, nasionalis atau mengharapkan intervensi politik dari Luar. Perjuangan Daulah islam di wilayah Iraq dan Suriah bisa menjadi teladan terbaik, dimana kemandirian dan kebulatan tekad untuk menegakkan syariah secara nyata, telah memberikan kesuksesan dengan keberhasilan meraih wilayah yang 4 kali lebih luas daripada Lebanon. Semua itu terjadi hanya dalam kurun waktu 1 tahun, setelah deklarasi daulah islam Iraq dan syam pada April 2013.

 

References :

Juan Cole. 2014. Gaza War devastates Tourist Israel. Dikutip dari laman Truth Dig, http://www.truthdig.com/report/item/gaza_war_devastates_israeli_tourism_revenue_points_apartheid_20140723

Palestine News Network. 2014. Roket fired to Ben Gurion. Dikutip dari laman pnn, http://english.pnn.ps/index.php/politics/7861-rockets-fired-again-from-gaza-to-ben-gurion-international-airport

Hareetz. 2014. Ex IDF Soldiers refuse army services. Dikutip dari laman Haaretz. http://www.haaretz.com/news/diplomacy-defense/1.606871

Globalfirepower.com. 2014. Military Strength Complete List.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s