Kesalahan umum manajer dalam melakukan evaluasi kinerja (2)

the stressSetelah pada tulisan terdahulu, menampilkan 5 kesalahan dalam melakukan penilaian kinerja, berikut adalah kelanjutannya. Kesalahan-kesalahan tersebut merupakan kesalahan umum yang biasa dilakukan manajer dalam proses penilaian kinerja.

Apa saja kesalahan dan situasi yang sering diperbuat manajer ketika melakukan kinerja? berikut adalah 5 kesalahan umum, sebagaimana ditelaah oleh Dr. Stephen Bruce :

  1. Untuk situasi korektif, gagal untuk menjelaskan bahwa peningkatan “signifikan” dan “berkelanjutan” itu diperlukan. Banyak manajer gagal untuk menjelaskan hal ini, apa yang biasa disampaikan adalah : Anda harus meningkatkan kinerja , atau menerima konsekuensinya dst. Padahal penting setiap kali manajer meminta perbaikan, harus jelas terdiri dari apa, bentuknya apa, dan bagaimana hal tersebut dipertahankan.
  2. Mempermainkan system. Hasilnya ok, tapi aku harus memberinya kenaikan gaji besar untuk mempertahankan dia, sehingga dia memperoleh penilaian ekselen. Inilah manajer yang mempermainkan sistem yaitu memberikan penilaian akurat untuk beberapa alasan di luar bidang penilaian kinerja.
  3. Kegagalan untuk menilai kinerja secara serius. Ada manajer yang melihat proses penilaian sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan kinerja departemen, yaitu untuk membantu karyawan untuk mengembangkan, dan memberikan kredit jika memerlukannya. Tetapi beberapa pandangan lain melihat bahwa penilaian sebagai tugas berat.Hal inilah yang amat sangat disayangkan. Jika ada pandangan demikian, manajer akan kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kinerja dan mengenali kemampuan timnya, dan mereka akan melakukan jalan pintas dalam melakukan penilaian kinerja.
  4. Kegagalan untuk konsisten di seluruh departemen dan organisasi . Dia jelas pekerja yang lebih baik, tetapi jika rekannya tidak mendapatkan rating tinggi, maka rekan kerjanya akan merengek dan mengeluh; sehingga rekan kerjanya juga perlu mendapat rating yang tinggi. Inilah pernyataan manajer yang tidak konsisten. Dalam departemen atau seluruh organisasi, jika peringkat tidak konsisten, akan menjadi keluhan, masalah moral, dan akhirnya tuntutan hukum karena ketidakadilan dan inkonsistensi penilaian kinerja.
  5. Kegagalan untuk mendokumentasikan dengan hati-hati. “Mereka ingin saya untuk menulis hal-hal ini, tapi aku sibuk, dan aku akan mengingatnya.”. Tanpa dokumentasi kontemporer yang jelas, bahkan jika semua tim anggota masih bekerja di organisasi, akan sulit untuk mengingat apa yang sebenarnya dikatakan.

Itulah sekelumit kesalahan dalam melakukan penilaian kinerja. Hindari hal tersebut, sehingga di masa depan kemungkinan akan terbebas dari rasa sesal, sakit hati, kerumitan dan bahkan terhindar dari tuntutan hukum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s