Kesalahan umum manajer dalam melakukan evaluasi kinerja

wrong performance evaluationTernyata, masih banyak para manajer tidak melakukan evaluasi kinerja secara benar. Dr. Stephen Bruce, sebagai chief editor dari HR-BLR, salah satu lembaga HR advisor terkemuka telah mengidentifikasi banyak kesalahan umum dilakukan oleh manajer, ketika menjalankan evaluasi kinerja.

Cukup menarik apa yang disampaikan oleh Bruce ini. Mari kita simak, apa saja kesalahan umum yang biasa dilakukan, dimana Bruce menyebutnya sebagai “Dosa 10”.

  1. Gagal untuk menentukan sasaran karyawan. Sering para manajer/supervisor memberi tanggapan : “Saya rasa anda tidak cukup baik tahun ini, Saya berharap anda membuat kemajuan tahun ini” Itu semua ungkapan bahwa manajer anda tidak paham sasaran yang mau dicapai.
  2. Gagal untuk mengelola sasaran selama periode evaluasi. Banyak hal dapat berubah selama periode evaluasi , dan jika Anda tidak mengatasi perubahan , anda mungkin mengakhiri periode dengan serangkaian tujuan besar yang tidak lagi relevan . Hal ini biasanya terjadi ketika peralatan atau teknologi membuat pekerjaan menjadi usang , proyek ditinggalkan , atau prioritas baru ditetapkan . Jika periode evaluasi adalah satu tahun, sangat penting untuk meninjau sasaran dan status terhadap staff anda setiap periode misalnya kuartal . Jika sebagian besar atau banyak tujuan sudah tidak lagi relevan , buat sasaran baru lagi atau perkuat sasaran selanjutnya.
  3. Gagal untuk berdiskusi tentang pencapaian kinerja selama periode evaluasi. Seandainya ada pernyataan : ” Aku tahu ini mungkin mengejutkan , tapi, sayangnya , rating Anda adalah ‘ tidak memuaskan . ‘Sebuah peringkat kinerja seharusnya tidak menjadi kejutan atau mengagetkan karyawan yang sedang dinilai ,jika anda secara teratur mengukur progress dan kemajuan selama periode evaluasi. Seandainya kinerja tidak memuaskan , berilah kesempatan untuk memperbaiki . Membiarkan karyawan anda tidak perform selama periode tertentu, lalu memberikan kejutan padanya ketika evaluasi adalah perbuatan konyol manajer.
  4. Gagal untuk jujur. Manajer dan supervisor cenderung menghindari konfrontasi yang tidak menyenangkan dan mereka tidak mau memberitahu karyawan bahwa hasil pekerjaannya adalah dibawah standar. Ungkapan yang sering diberikan adalah : Anda tahun ini memuaskan (meskipun sebenarnya dibawah standar), Pekerjaan anda OK periode ini (manajer berharap bahwa anda akan memperbaiki kinerjanya di waktu mendatang)
  5. Memberi feedback yang samar atau multi tafsir.“ Perbaiki kinerja anda” “Mari, kita perketat lagi seharusnya”. Sekali lagi, jika manajer menulis tentang “perlu perbaikan”, itu artinya memberikan makna multitafsir. Seharusnya manajer memberi dokumentasi dan contoh spesifik perilaku yang tidak dapat diterima atau kinerja yang tidak dibawah standar.

(Berlanjut)

Satu pemikiran pada “Kesalahan umum manajer dalam melakukan evaluasi kinerja

  1. Ping balik: Kesalahan umum manajer dalam melakukan evaluasi kinerja (2) | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s