Isra Mi’raj, hikmah untuk menyelesaikan problem / masalah / hambatan seberat apapun

Isra mirajHari ini, tanggal 27 may bertepatan dengan 27 Rajab diperingati sebagai kisah Isra dan Mi’raj. Ada hikmah dibalik peristiwa luar biasa tersebut, jika kita bisa mencermati dan mengambil pelajaran darinya.

Sebelum terjadi peristiwa Isra Mi’raj, ada tiga kejadian besar yang menimpa Nabi Muhammad SAW. Kejadian pertama adalah, boikot ekonomi dan sosial yang dilakukan orang kaum Quraisy kepada seluruh keluarga Muhammad, dimana untuk menghentikan dakwah Nabi sekaligus menyakitinya, mereka sepakat untuk tidak mengadakan perkawinan, transaksi jual beli dan berbicara dengan keluarga nabi. Boikot ini berlangsung selama tiga tahun, dan menimbulkan kesengsaraan bagi Nabi Muhammad SAW khususnya dan keluarga Nabi umumnya dari Bani Hasyim.

Kedua, peristiwa wafatnya paman beliau, Abu Thalib sebab Abu Thalib adalah salah satu paman beliau yang senantiasa melindungi dirinya dari kejahilan kaum Quraisy. Setelah ia wafat kaum Quraisy menjadi leluasa untuk menyakiti beliau.

Ketiga, peristiwa wafatnya istri beliau, Siti Khadijah r.a. Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah pamannya wafat. Siti Khadijah bukan hanya seorang istri, tapi juga sebagai sahabat yang mendukung perjuangannya secara totalitas, baik jiwa, raga maupun material.

Tiga peristiwa berurutan tersebut menjadi pukulan terbesar perjuangan Nabi. Beliau menjadi sedih dan gundah gulana. Oleh sejarawan, tahun dimana Nabi mengalami hal tersebut disebut sebagai Tahun Kesedihan.

Dalam kondisi tertekan tersebut, rupanya Allah tidak membiarkan rasul terkasihNya larut dalam kesedihan. Maka diundanglah beliau melalui perjalanan Isra yaitu perjalanan dari Masjidil haram ke masjidil Aqsha, kemudian dinaikkan Nabi ke langit..Sidratul Muntaha.

Pada saat itulah, Allah memperlihatkan sebagian kebesaran Nya, berupa bukti wujud, keesaan dan kekuasaan-Nya. Akhirnya Nabi mampu membedakan posisi Tuhan dan alam/makhluk yang fana (seperti 3 kejadian berat yang dialami) dimana Tuhan adalah sumber kebahagiaan hakiki, sedangkan alam/makhluk bukan sumber kebahagiaan hakiki. Menggantungkan diri kepada selain Allah, seperti kepada alam/makhluk hanyalah menimbulkan kepedihan dan kesengsaraan.

Melalui peristiwa Isra Mi’raj ini, maka terobatilah segala luka hati, kesedihan, duka lara yang dialami Nabi. Akibatnya jiwa nabi menjadi segar kembali, bersemangat dan terus melanjutkan tugas mulia di muka bumi ini, yaitu memperbaiki akhlak manusia dan menebarkan rahmat Ilahi.

Hikmah bagi manusia

Banyak hikmah terkandung dalam perjalanan Isra Mi’raj ini, yaitu :

  1. Bahwa Allah SWT tidak akan membebani manusia, kecuali sesuai dengan beban kesanggupannya. Apa yang dialami Nabi membuktikan bahwa ditengah kesedihan dialami, beliau bisa ‘bertemu’ dengan ‘sang pencipta’ sebagai segala sumber pengharapan dan keinginan.
  2. Seberat apapun problem, masalah, beban, hambatan yang dialami manusia, mesti diingat bahwa itu hanya ada ruang alam/makhluk. Dimensi alam bukanlah tempat bergantung segala sesuatu, masih ada ruang dimensi yang Hakiki yaitu kepada sang Maha Pencipta, sang Penguasa Tunggal…Allah SWT.
  3. Isra dan Mi’raj memiliki dimensi kesadaran sosial (isra) dan dimensi kesadaran individual (Mi’raj). Saat kita mengalami ujian, cobaan, beban dan hambatan berat maka solusinya adalah kita bisa melakukan ‘Mi’raj” melalui do’a dan shalat, sebagai upaya berdialog kepada sang Maha Pencipta dan juga melkukan upaya ‘Isra’ melalui kerjasama, muamalah, bersosialisasi dan berkolaborasi dengan pihak-pihak lain.

Itulah sekelumit hikmah dalam Isra dan Mi’raj. Semoga kita bisa menjadikan pelajaran dan meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.

Satu pemikiran pada “Isra Mi’raj, hikmah untuk menyelesaikan problem / masalah / hambatan seberat apapun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s