Apa program dan proyek paling ‘out of the box’ di dunia saat ini?

star_trek_enterprise_001DARPA dikenal karena programnya yang ambisius dan terkesan ‘beyond the future’. Namun proyek besar yang dicanangkan oleh DARPA bukan tanpa alasan. Bahkan sejak tahun 2012, ada pencanangan program bersama antara DARPA dengan NASA untuk memberikan dana hibah bagi entitas swasta / organisasi / individu dalam rangka mencari jalan mencapai penjelajahan antar bintang. Ya, bukan antar planet lagi tetapi perjalanan antar bintang seperti dalam film StarWars, Startrek dan Science Fiction lainnya.

Sejak diumumkan bulan januari 2012, dengan kode 100 Year Starship Study beserta dana hibah sekitar USD 1 juta, program tersebut ternyata dimenangkan oleh Mae Jemison, PhD mantan Astronaut NASA melalui yayasan Dorothy Jemison Foundation for Excellence. Yayasan tersebut juga bermitra dengan proyek DARPA lainnya yaitu Icarus Interstellar.

Apa yang melatarbelakangi DARPA sehingga berani dan mau mendanai proyek ‘out of the box’ terhadap entitas tersebut?

Menurut Direktur Teknologi Taktis, Neyland bahwa DARPA memang mencari organisasi atau entitas dengan pemahaman riset dan pengembangan berorientasi ‘muncul pada produk nyata’. Produk nyata tersebut, tidaklah harus dalam bentuk fisik, bisa jadi merupakan rangkaian algoritma komputer baru, model matematika perjalanan ruang angkasa, atau kerangka konstruksi filosofi maupun religius. Tujuan dari proyek ini bukanlah untuk membangun pesawat ruang angkasa antar bintang, tetapi lebih kepada sebuah rencana bisnis untuk mendisain salah satunya.

Sangat menarik dari pernyataan Direktur Teknologi Taktis DARPA. Jika kita merujuk pada cerita fiksi Jules Verne, “From Earth to the Moon” yang ditulis pada tahun 1865, dimana didalamnya diceritakan tentang bagaimana manusia akan membangun meriam raksasa dan menembak seorang pria dalam suatu wadah menuju bulan. Seratus tahun berikutnya, roket benar-benar diluncurkan dan 104 tahun sesudahnya manusia benar-benar mampu mendarat di bulan. Konsep Jules Verne yaitu menembak manusia melalui meriam kanon adalah gagasan luar biasa dan sulit dipercaya. Namun , konsep tersebut telah mengilhami orang untuk membangun sebuah roket luar angkasa. Jules Verne telah membuat orang berpikir untuk perjalanan ruang angkasa tanpa benar-benar menunjukkan teknologi apa untuk ke sana. Itulah gambaran paling tepat bagaimana DARPA mensponsori proyek 100 tahun studi perjalanan antar bintang.

Bintang terdekat , Alpha Centauri berjarak 4,4 tahun cahaya dari bumi . Perjalanan antar bintang sangatlahkompleks . Voyager 1 ,wahana antariksa tercepat saat ini , bergerak pada 38.000 kilometer per jam relatif terhadap matahari , perlu waktu lebih dari 70.000 tahun untuk sampai ke Alpha Centauri .

Untuk mewujudkan model/konsep/konstruksi desain Perjalanan antar bintang, Mae Jemison, bersama organisasi 100 yss, dalam situsnya sudah menyebutkan beberapa teknologi, model atau konsep perjalanan antar bintang. Pemilihan model, konsep, teknologi akan mempengaruhi seberapa cepat manusia bisa melakukan perjalanan antar bintang. Berikut ulasan :

  • Chemical Rocket. Merupakan roket umum dengan propellan dan banyak membutuhkan energi untuk melawan efek gravitasi di bumi. Perlu 70.000 tahun sampai.
  • Ion Propulsion Engines. Tipe propulsi dengan tenaga listrik untuk mengionisasi bahan bakar menjadi plasma. Ion Thruster yang dikembangkan NASA pada Jet Lab Propulsion, sanggup mencapai kecepatan 50 km/detik. Hanya saja sangat tergantung seberapa besar mesin bisa dibangun dan kecepatan konstan yang bisa dipertahankan. Bisa kurang dari 100 tahun sampai ke Alpha Centauri.
  • Solar Sails. Sebagai propulsi nuklir, sangat tergantung pada momentum atau tekanan foton gas dari Matahari  untuk mendorong layar besar dan ringan yang melekat pada wahana antar bintang. Perlu sekitar 50 tahun.
  • WarpDrive. Masih merupakan transportasi hipotetis, tidak ada yang tahu bagaimana membangun sebuah warp drive, meskipun penelitian hipotetis ada.  Beberapa fisikawan dan insinyur saat ini berpikir tentang terobosan pada area tersebut akan terjadi di masa depan. Warp drive tidak melanggar hukum relativitas yang melarang perjalanan lebih cepat dari cahaya dalam ruang. Hipotesis mereka mengeksploitasi “celah” dalam fisika dengan melengkungkan “ruang-waktu” di sekitar wahana antariksa. Perubahan dalam ruang-waktu tidak dibatasi oleh kecepatan cahaya. Dengan memperluas wilayah ruang-waktu di belakang wahana dan mengkontraksikannya di depan, wahana antariksa akan bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya relatif terhadap objek lain. Sayangnya, untuk mengubah “ruang-waktu” perlu kuantitas energy sangat besar. Bisa menuju bintang kurang dari 2 tahun.
  • Worm-hole. Juga merupakan transportasi hipotetis. Worm-hole atau Lubang Cacing – biasa disebut Einstein Rosen Bridge- adalah jembatan hipotetis yang menghubungkan dua obyek dalam ruang dan waktu, membisakan perjalanan instan antara dua tempat. Bisa menuju Alpha Centauri kurang dari 2 tahun.

Kita tidak tahu apakah benar bisa mewujudkan kendaraan antar bintang.Dalam 100 tahun, telah banyak kejadian dan pencapaian luarbiasa yang membuktikan bahwa impian manusia bisa terwujud. Nampaknya, hanya langit saja sebagai batasan ambisi dan pencapaian manusia. DARPA dengan program ambisiusnya berusaha menggapai batasan tersebut.

References :

Wikipedia. 100 Years Starship.

Situs Incarus Interstellar.IncarusInterstellar.org

Situs Mae Jemison. 100yss.org.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s