Blue Ocean Leadership : Kepemimpinan Samudera Biru untuk mengubah pemimpin dan karyawan

man blue oceanSekitar 10 tahun lalu, Professor INSEAD W.Chan Kim dan Renee Mauborgne menulis artikel di Harvard Business Review, Blue Ocean Strategy, sebuah strategi dimana organisasi dapat meraih keunggulan kompetitif, dengan mencari ruang pasarbaru yang belum dimasuki, sehingga kompetisi tidak relevan. Setelah diterbitkan tahun 2005 dalam bentuk buku oleh HBR Press, sekarang menjadi salah satu buku manajemen terlaris di dunia dengan lebih dari 3.5 juta kopi terjual.

Kini, dalam artikel terbaru di HBR Magazine bulan May 2014, kembali Kim dan Mauborgne merilis model kepemimpinan Blue Ocean Leadership atau Kepemimpinan Samudera Biru. Sama halnya dengan model baru yang ditawarkan, tentunya ada serangkaian ciri-ciri maupun emphasis dari model tersebut.

Penekanan Blue Ocean Leadership adalah bahwa pemimpin di semua tingkatan harus memanfaatkan semua energi yang belum terealisasi dari karyawan yang belum ‘engaged’ atau terlibat. Tentunya ada alasan sendiri kenapa Kim dan Mauborgne menjadikan keterlibatan sebagai faktor penentu model kepemimpinannya. Ternyata memang hasil riset menunjukkan bahwa karyawan di Amerika yang tidak ‘engaged’ menimbulkan beban ekonomi senilai setengah trilyun USD. Sebuah jumlah tidak sedikit.

Landasan utama dari Blue Ocean Leadership adalah bahwa kepemimpinan pada dasarnya, dapat dianggap sebagai ‘services’ atau layanan bahwa orang-orang dalam suatu organisasi bisa ‘membeli’ atau ‘tidak membeli’. Mirip antara konsumen dan penjual, sehingga secara teori Blue Ocean Leadership mengkarakterkan :

  1. Setiap pemimpin memiliki pelanggan: Atasan, dimana pemimpin harus memberikan kinerja dan para pengikut atau bawahan, yang membutuhkan bimbingan pemimpin serta dukungan untuk berprestasi.
  2. Ketika orang-orang menghargai praktek kepemimpinan Anda, mereka pada dasarnya membeli kepemimpinan Anda dan terinspirasi untuk bekerja secara unggul dan bertindak dengan komitmen. Tapi ketika karyawan tidak membeli kepemimpinan Anda, mereka melepaskan diri, menjadi bukan konsumen kepemimpinan Anda.
  3. Begitu mulai berpikir tentang kepemimpinan dengan cara tersebut, konsep dan kerangka kerja mesti dikembangkan untuk menciptakan permintaan baru di bidang strategi yang mampu membantu para pemimpin mengkonversi karyawan dari ‘disengaged’ ke ‘engaged’.

Sebagai sebuah model kepemimpinan, Blue Ocean Leadership masih akan berkembang. Karena berasal dari penggagas Blue Ocean Strategy ini, keterkaitan antara Blue Ocean Leadership dan Blue Ocean Strategy sangat erat. Matriks ERRC (Eliminate, Reduce, Raise, Create) Grid dalam langkah pembentukan strategi Blue Ocean , masih dipakai dalam upaya membentuk karakter baru kepemimpinan samudera biru ini, termasuk juga Canvas, dan Leadership Grid. Sepertinya, penerbitan buku Blue Ocean Leadership hanya masalah waktu bagi Harvard Business Review Press.

Satu pemikiran pada “Blue Ocean Leadership : Kepemimpinan Samudera Biru untuk mengubah pemimpin dan karyawan

  1. Ping balik: Pilar pertama Kepemimpinan Samudera Biru (Blue Ocean Leadership) | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s