Saat karyawan bekerja di rumah, anak bermain di kantor…

kids-playing-doctorSabrina Pearson, seorang CEO perusahaan software yang sedang berkembang pesat di Palo Alto menyebutkan bahwa dia adalah Ibu dari 3 anak laki, berumur 9, 7 dan 4 tahun. Dia sangat bangga ketika terlibat dalam kehidupan anak-anaknya. Dia mengaku tidak dapat memisahkan kehidupan rumah dan karir kerja, dimana terlalu banyak stress dan tekanan, selama 10 tahun kerja. Namun di Palo Alto, dia menyatukan itu semua, membawa anak ke tempat kerja termasuk juga bekerja di rumah saat dibutuhkan. Hal ini telah berjalan baik untuk nya dan menjadi budaya perusahaan di Palo alto software.

Inilah bentuk ‘lingkungan kerja’ baru di masa depan. Pernyataan Sabrina Pearson membuktikan bahwa membawa anak ke tempat kerja, meskipun tidak setiap hari dan juga bekerja di rumah termasuk sebagai cara untuk mengikat karyawan terbaik. Di Silicon valley, tempat berkumpulnya ribuan perusahaan IT, start-up, technology demonstrator serta emerging company lainnya sudah lazim adanya fasilitas benefit aneh seperti : Cukur gratis, Massage, Ruang Bermain, atau layanan Dry Cleaning. Karyawan ada yang mendapat Gadget terbaru, begitu menerima bonus. Bahkan ada top management, sering menghabiskan waktunya untuk mendapatkan Burrito (sejenis kebab) terbaik, agar tidak kehilangan karyawan terbaik miliknya.

Menyediakan lingkungan kerja dimana karyawan bisa loyal, bekerja keras, dan mendapatkan penghargaan atas inovasi, kreatifitas maupun ide segar yang dijalankan akan memberikan hasil luarbiasa bagi pertumbuhan perusahaan dan menumbuhkan karyawan berbakat di perusahaan. Disinilah budaya perusahaan hendaknya mampu memberikan lingkungan yang menghormati kehidupan rumah tangga karyawan maupun keluarga mereka. Tentunya tanpa mengenyampingkan tanggungjawab hasil pekerjaan.

Pada akhirnya, Sabrina Pearson menyebutkan : “Kami percaya bahwa untuk merekrut dan mempertahankan orang-orang terbaik, kita perlu menyediakan sebuah budaya yang memberi mereka ruang tumbuh menjadi kreatif, mengambil inisiatif, dan unggul dalam karir mereka. Itu sebabnya kami menyadari pentingnya kehidupan pribadi mereka – dan mengapa kita memberi mereka fleksibilitas jam kerja, serta fleksibilitas untuk membawa anak-anak atau bayi ke kantor saat diinginkan. Jadi mari kita lupakan tentang fasilitas ‘murah’ seperti Burritos, dan sebagai gantinya menyediakan budaya yang menghargai karyawan sebagai manusia yang menginginkan lebih dari sekedar bekerja”

Itulah ungkapan luar biasa dari CEO yang sangat people-centric dan peduli tentang kehidupan karyawan, tanpa mengorbankan tujuan perusahaan.

Satu pemikiran pada “Saat karyawan bekerja di rumah, anak bermain di kantor…

  1. Ping balik: Memaknai ulang definisi bekerja | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s