Aplikasi Rosenthal/Pygmalion Effect di lingkungan kerja

connected mindsDalam tulisan sebelumnya, mengenai efek Rosenthal atau Pygmalion dari Guru kepada Murid, dan juga efek kebalikannya dari murid kepada Guru memberikan bukti bahwa manusia memang memiliki koneksi timbal balik melalui harapan-harapan, baik itu bersifat positif maupun negatif. Keduanya memiliki dampak dan interaksi satu terhadap lainnya.

Kadang penulis jadi berpikir, dan ini mungkin bisa jadi riset selanjutnya bagi yang berminat. Bagaimana kalau dari ke dua pihak diberi info positif dan negatif sekaligus, apa yang akan terjadi? . Bisa dihipotesiskan jika ada interaksi tersebut maka ekspektasi terkuat yang unggul .

Namun, terlepas dari itu semua, harapan dan ekspektasi positif harus menjadi landasan keyakinan bagi kita. Agar karyawan bisa mendapatkan dampak terbesar, maka pihak yang berinteraksi mestinya sama-sama memiliki keyakinan positif. Baik itu antara atasan dengan staff maupun antara staff dengan atasan sendiri.

Pengaruh terbesar tentunya berasal dari atasan, karena memiliki pengaruh secara struktural dan kewenangan. Karena itu, sebagai atasan jika ingin mengaplikasikan Pygmalion Effect kepada timnya, sebaiknya mengikuti langkah dibawah :

  1. Fokus dan Peka terhadap kekuatan karyawan. Kekuatan, atau dalam bahasa manajemen bisa disebut Talenta, hendaknya selalu diasah dan diberdayakan. Bukan berarti kelemahan tidak menjadi perhatian, tapi mengisi dan memberdayakan kelemahan seringkali memberikan dampak tidak signifikan. Contohnya: Jika ada karyawan tidak suka dan lemah dalam detil dan ketelitian, ya tidak perlu diberi pekerjaan analisis, audit atau checking.
  2. Berikan stimulant agar berkembang potensi yang dimiliki. Stimulan bisa berupa bentuk penghargaan yang bisa memicu potensi karyawan ke tingkat pemberdayaan lebih tinggi dari sebelumnya.
  3. Berikan ruang dan agenda pembelajaran yang kondusif. Inilah yang kadang dilupakan. Para atasan atau leader lupa untuk memberi ruang maupun agenda pengembangan bagi karyawannya. Tidak perhatian dan baru sadar, jika karyawan tersebut bermaksud pindah. Contoh terbaik seperti testimonial karyawan Netapp, pemenang Great Place to Work for di tahun 2010“ ..saya sebenarnya hanya seorang administrative assistant, tetapi manajer saya mendorong saya untuk selalu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan untuk apa yang akan saya kerjakan dimasa depan. Saya pernah dikirim ke Virginia untuk mempelajari suatu platform website/produk software bersama tim lainnya sehingga kami dapat meningkatkan kualitas website internal kami. Ini benar-benar suatu kesempatan berharga dalam mempelajari hal yang baru, dan saya punya kesempatan untuk mengembangkan sayap kecil saya serta memimpin suatu tim..wow”. Itu teladan terbaik dalam memberikan ruang dan agenda bagi karyawan.
  4. Perbesar hasrat, harapan maupun keinginan agar menjadi karyawan terbaik. Jika karyawan memiliki hasrat dan harapan, segeralah diperbesar harapan tersebut agar potensi tidak ‘mandeg’ atau terkungkung dalam batasan-batasan sempit.

Demikian sekelumit tips untuk menerapkan efek Rosenthal pada lingkungan kerja. Anda boleh jadi akan kaget melihat hasilnya setelah berhasil mengaplikasikannya.

Satu pemikiran pada “Aplikasi Rosenthal/Pygmalion Effect di lingkungan kerja

  1. Ping balik: Mengubah diri sendiri sebelum mengubah orang lain | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s