Saat bisnis tertinggal dengan kenyataan..

cover_perpetual_cycleApa yang membuat perusahaan tertinggal dengan kebutuhan bisnis. Paling sederhana dapat dilihat dari besarnya ‘gap’ antara realita dunia luar, dengan aplikasi/tata cara/kelola/kebijakan atau sistem prosedur yang ada. Ketika diskusi dengan direksi pada perusahaan jasa migas, beliau menyebut kondisi tersebut sebagai “time differences”. Penulis pun setuju dengan istilah tersebut yang sering digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara waktu sekarang dengan waktu dunia bagian lain pada zona waktu dunia.

Fungsi organisasi sering tertinggal pada urusan ini. Ambil contoh sederhana. Kerap perusahaan hanya terpaku dengan perencanaan bisnis tahunan, siklus review enam bulanan, kenaikan gaji tahunan, promosi tahunan dll. Tapi, tidak melihat realita di dunia bisnis seperti : kemunculan kompetitor/pesaing dapat terjadi sewaktu-waktu, kontrak bisnis bisa dipotong tengah jalan, Karyawan berbakat bisa keluar sewaktu-waktu, kemajuan teknologi cenderung berubah eksponensial , bencana gempa bumi bisa terjadi sewaktu waktu dan perubahan cepat lainnya. Mungkin hanya cuaca saja dengan pola seragam.

Karena itulah, jika masih terpaku pada model perencanaan kaku tahunan, semester dan kuartalan, rasanya sudah tertinggal bagi organisasi. Perusahaan harus lebih cepat merespons kebutuhan bisnis minimal sama cepatnya dengan perubahan di dunia luar. Akan lebih baik lagi jika menjadi motor penggerak perubahan tersebut. Inilah yang disebut sebagai Business Perpetual Cycle atau Continuing Cycle untuk membedakan dengan Planning Cycle umum di organisasi bisnis. Menariknya, istilah ini justru penulis temui dalam sebuah sesi seminar IT.

Perusahaan sudah seharusnya menerapkan ini, agar tetap unggul secara kompetitif dan mampu meraih tujuan strategis perusahaan. Apa yang membedakan antara Perpetual Cycle dengan Standard Business Planning Cycle? berikut adalah karakteristiknya:

  1. Perusahaan tidak lagi mengandalkan review kinerja individu/unit/fungsi/business unit atau perusahaan secara periodik di waktu tertentu, tapi kapan saja, dimana saja. Bisa disebut sebagai Performance realtime monitoring review. Bukan artinya meniadakan sama sekali review tahunan, tapi kinerja realtime akan menjadi fokus utama.
  2. Perubahan posisi, update kapabilitas, pengembangan bisnis, atau downsizing bisa dieksekusi kapan saja jika memang berdasarkan kelayakan dan intuisi bisnis, waktu tersebut merupakan saat yang tepat. Meskipun bisa saja potensi profit baru diperoleh waktu-waktu mendatang. Tepatnya seperti ‘curi start’.
  3. Penilaian performa karyawan sudah tidak tergantung lagi pada review tahunan atau semesteran. Termasuk disini adalah promosi, demosi, rotasi, dan terminasi karyawan. Jika memang layak, ya saat itu juga dieksekusi. Jika ada karyawan yang berbakat dan memang mampu memberikan kontribusi besar bagi perusahaan, segera saja berikan ruang bagi karyawan tersebut. Kasus Jack Welch (mantan CEO GE), ketika hampir dipecat, adalah pelajaran baik. Beruntung mentornya bisa melihat ‘talenta tersembunyi’ Jack Welch, menyelamatkannya dari pemecatan, dan terbukti ketika diberikan kesempatan dan ruang berkembang, malah membuat GE makin berkibar di kemudian hari.
  4. Perencanaan proses bisnis juga bersifat adaptif, terhadap perubahan teknologi, kecenderungan industry maupun faktor eksternal lain. Tidak perlu lama harus menunggu akhir tahun atau persetujuan budget.

Maka mulailah berpikir, masihkah kita terpaku dengan rencana periodik, anggaran periodik, kenaikan/promosi karyawan periodik dan lainnya? jadi siap-siaplah akan ‘kejadian’ seperti diatas, yang mungkin dampaknya akan menyakitkan bagi perusahaan di kemudian hari.

3 pemikiran pada “Saat bisnis tertinggal dengan kenyataan..

  1. Ping balik: Kenyamanan yang melenakan… | ilmu SDM

  2. Ping balik: Strategi bisnis yang selaras dengan visi misi organisasi | ilmu SDM

  3. Ping balik: Cara membangun Struktur Organisasi yang selaras dengan strategi visi misi organisasi | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s