Ketika banyak ‘bullshit’ di dalam organisasi

functional-business-organizational-chartKalimat yang menjadi judul diatas tampaknya provokatif. Sebenarnya ini merupakan penyadaran bagi para pimpinan manajerial ketika organisasi mulai berkembang, tumbuh dan membesar, dengan jumlah karyawan bertambah signifikan. Kecenderungan yang terjadi adalah bertambahnya struktur, bertambahnya posisi tapi jarang dikaitkan dengan ukuran efektifitas dan efisiensi organisasi.

Mengapa hal itu umum terjadi dan kadang tidak disadari oleh para pimpinan. Biasanya, banyak alasan seperti pemenuhan kebutuhan organisasi, bertambahnya beban kerja dan puluhan alasan lainnya. Faktanya, yang terjadi adalah demikian . Ketika sudah terlalu besar, barulah pemilik perusahaan menyadari, bahwa organisasi bergerak sangat lamban, tidak responsif, tidak adaptif, lambat berubah, dengan berbagai macam aturan lainnya. Mirip seperti gajah. Besar, tapi lamban. Tidak seperti dulu, yang masih dianggap seperti ‘kancil’.

Apa sih yang dimaksud ‘bullshit’ organisasi?

Sebenarnya saya hanya mengutip perkataan salah seorang CEO yang pernah diminta untuk membereskan perusahaan. Saat berujar mengenai problema struktur lapisan atau organization layer di perusahaan, Si CEO mengatakan, “ Satu layer adalah satu problem, Dua layer adalah 50 problem, Tiga layer, you get the real bullshit”. Sederhana, kedengaran sarkastis. Si CEO berani memangkas layer dari 6-7 layer, menjadi hanya 3-4. Hampir separuh dipangkasnya.

Layer inilah cikal bakal ‘bullshit’ di organisasi. Semakin banyak lapisan atau layer di organisasi, maka anda hanya menciptakan ‘bullshit-bullshit’ baru dalam organisasi. Tidak perlu saya berikan contoh-contoh organisasi, tapi hampir semua organisasi komersial yang berhasil, menerapkan lapisan organisasi sangat sedikit atau kecil. Kecenderungan organisasi di masa depan, harusnya memiliki struktur makin datar. Mari lihat DARPA, organisasi riset sebagai thinktanknya riset dan produk militer Amerika. Hanya punya 2 layer, yaitu Direktur dan Program Manager terus dibawahnya Staff Teknis yang hebat. Dampaknya luar biasa. Dari artikel pertama dan kedua mengenai DARPA bisa menjadi contoh menarik betapa erat hubungan antara pencapaian dan eksekusi di organisasi dengan pencapaian organisasi.

Ilustrasi sederhana tentang layer seperti ini. Jika ada 2 perusahaan, perusahaan pertama memiliki rata-rata rentang kendali atau jumlah anak buah dengan atasan adalah 4, perusahaan kedua memiliki rentang kendali 8. Maka organisasi pertama dengan 7 layer, akan memiliki 4096 staff operasional di layer terbawah dan 1365 manajer, sedangkan organisasi dengan 4 layer hanya memiliki 4096 staff operasional dan 586 manajer! Beda sekali perbedaannya, padahal skala atau model bisnisnya sama.

Jadi, mulailah berpikir tentang organisasi anda. Sudah cukup efektif dan efisienkah, atau malah anda makin memelihara ‘bullshit’ di dalam organisasi? Bersiaplah akan konsekuensi yang terjadi.

2 pemikiran pada “Ketika banyak ‘bullshit’ di dalam organisasi

  1. Ping balik: Kenyamanan yang melenakan… | ilmu SDM

  2. Ping balik: Future of Work : Inilah penggerak perubahan pekerjaan di masa depan ! | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s