Sensitivity Analysis terhadap keputusan kelayakan investasi, apa dan bagaimana (1)

sensitivty analysisDalam melakukan suatu proses kelayakan finansial, terutama pada keputusan investasi atau kelayakan investasi (Business & Investment Feasibility) tentunya dibutuhkan asumsi-asumsi yang dapat ditoleransi pada situasi tersebut.  Terkadang, ada beberapa asumsi yang dibuat agar tetap relevan dengan kondisi tersebut. Nah, bagaimana jika seandainya ada perubahan asumsi atau nilai asumsi pada keputusan asumsi. Untuk itulah, diperlukan suatu pengujian atau test kepekaan.

Pada dasarnya, analisa kepekaan atau Sensitivity Analysis adalah suatu pengujian terhadap suatu keputusan dengan menggunakan data berbagai asumsi seperti : Akurasi data yang digunakan, faktor discount rate yang digunakan, asumsi inflation rate dst. Sehingga apakah terjadi perubahan terhadap  keputusan yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah  untuk melihat apa yang akan terjadi dengan hasil analisa  proyek, jika ada sesuatu kesalahan atau perubahan asumsi sebagai dasar perhitungan cost atau benefit yang diperoleh.

Apa saja manfaat yang diperoleh dari Sensitivity Analysis ? inilah beberapa manfaatnya:

  1. Untuk memperbaiki cara pelaksanaan proyek yang sedang dilaksanakan, misal melalui aplikasi metode baru yang lebih hemat dan lebih baik.
  2. Untuk memperbaiki disain dan perencanaan proyek investasi, sehingga dapat meningkatkan NPV ( Net Present Value)
  3. Untuk mengurangi resiko  kerugian yang mungkin terjadi,  dengan  menunjukkan beberapa  tindakan pencegahan  yang bisa diambil.

Bagaimana menjalankan Sensitivity Analysis? ketika melakukan  Sensitivity  Analysis setiap kemungkinan  atau dasar asumsi yang mengalami perubahan  harus dicoba, artinya  harus diadakan analisa kembali (financial re-analysis).  Mengapa hal ini sangat penting dan krusial, karena analisa proyek  sangat bergantung pada proyeksi-proyeksi masa depan, yang masih banyak mengandung ketidakpastian tentang apa kemungkinan di waktu yang akan datang

Karena itu, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam hal Sensitivity Analysis yaitu :

  1. Terdapatnya “ cost overrun “, misalnya kenaikan dalam biaya konstruksi pelaksanaan proyek.
  2. Adanya perubahan dalam perbandingan harga hasil produksi terhadap tingkat harga umum yang diterima pasar, misalnya  penurunan  harga hasil produksi.
  3. Mundurnya waktu / jadwal implementasi pelaksanaan keputusan investasi.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa  sensitivity analysis akan menguji sejauh mana perubahaan asumsi tersebut mempengaruhi kelayakan investasi di masa depan, berdasarkan nilai/ukuran rasio finansial yang digunakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s