Menjalankan Coaching Counseling dengan seharusnya

counsellingSering kita mendengar istilah ini coaching counseling. Rasanya sudah terlalu umum, dan biasa menjadi bagian dari kompetensi atau karakter seorang pemimpin atau leadership skill. Tapi menariknya, justru banyak disalahartikan oleh manajer atau pemimpin di organisasi. Bahkan dalam suatu diskusi dengan seseorang, yang menduduki posisi top manajerial,  acap ada keluhan seperti : “Saya sudah sering coaching mereka, tapi mereka tetap saja tidak mengikuti arahan”. Saya hanya tersenyum, karena coaching yang dimaksud cuma ‘instruksi’ atau ‘perintah’ semata. Jelas, ini kesalahan di pemimpin, bukan bawahan. Pantas saja jika unit yang dipimpin belum menunjukkan performa seharusnya.

Mari telaah makna sebenarnya dari coaching.  Asal muasal coaching dari psikologi olahraga, dimana ada prinsip dalam olahraga yaitu : Lawan dalam kepala sendiri seorang atlet adalah lebih tangguh daripada lawan atlet di seberang lapangan olahraga. Dari prinsip tersebut, terlihat fokus perhatian pada mental block, internal strength serta faktor internal diri lainnya.  Nah..disini mulai tampak prinsip-prinsip dasar coaching.

Apa saja prinsip dasar coaching? berikut adalah prinsip dasar yang mesti dipahami bagi pemimpin :

  • Seseorang yang memperoleh coaching, maka harus diberdayakan bahwa mereka datang dengan solusi dari diri mereka sendiri.  Karena itu coaching sangat diperlukan dalam upaya pengembangan karyawan.
  • Prinsip kedua adalah seseorang akan memiliki komitmen lebih besar untuk mengubah sendiri terhadap apa yang telah mereka bentuk, artinya jika mereka sendiri telah memiliki pilihan tanpa intervensi luar, maka mereka akan punya komitmen untuk melakukan perubahan terhadap pilihannya sendiri.
  • Pada dasarnya orang membutuhkan dukungan dan tantangan. Tidak bisa terlalu berat pada unsur dukungan saja, tanpa tantangan atau hanya memberi tantangan tanpa dukungan sama sekali.
  • Dari prinsip-prinsip diatas, maka tentunya coaching sangat cocok untuk pendekatan kepemimpinan bersama atau Team Leadership.

Dari prinsip diatas, sungguh jelas bahwa coaching itu merupakan pemberdayaan dalam diri seseorang, dimana seorang Effective Coach akan mampu membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerja. Coaching lebih tepat merupakan seni dan kemampuan untuk membantu seseorang belajar dan bisa berkembang atas potensi yang dimiliki, bukan untuk mengajari atau memberi nasihat.

Belajar dari kesalahan pada contoh diatas, merupakan Leader yang belum bisa membedakan antara memberi perintah/instruksi atau untuk membantu mengembangkan karyawan bawahannya. Dalam sesi pengembangan karyawan, seorang Leader harus bisa memposisikan dirnya menjadi coach, bukan hanya memberi instruksi dan perintah saja yang dibutuhkan pada saat pengelolaan program atau proyek.

Satu pemikiran pada “Menjalankan Coaching Counseling dengan seharusnya

  1. Hello would you mind sharing which blog platform you’re using?
    I’m ooking to start my own blog soon but I’m having a hard time selectinng
    between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
    The reason I ask is because your design and styke seems different then most blogs and
    I’m looking for smething unique. P.S Apologies for getting off-topic
    bbut I had to ask!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s