Ketika pemerintah suatu negeri menerbitkan aturan..apa akibatnya?

bruneiAda dua kejadian menarik dari negeri sekitar kita. Tiga bulan lalu, tepatnya tanggal 22  oktober 2013, kerajaan Brunei Darussalam memberlakukan aturan baru yaitu penerapan syariah sebagai aturan resmi di negaranya. Ratifikasi hukum berlandaskan aturan syariah ini diberlakukan secara bertahap seperti adanya hukuman cambuk  bagi pemabuk minuman keras, hukuman qishas dan aturan lainnya secara adil. Syariat Islam tidak diterapkan kecuali untuk kaum muslim di negeri tersebut. Brunei bersandar pada dua sistem hukum, pertama sipil dan kedua Islam.

Kejadian ke dua ada di Indonesia. Pada bulan desember 2013, pemerintah SBY menerbitkan Perpres (Peraturan Presiden) baru no 74 tahun 2013 tentang minuman alkohol. Beredarnya perpres tersebut, secara resmi menetapkan bahwa minuman keras boleh beredar kembali dengan pengawasan. Pasal 7 perpres ini menegaskan, minuman beralkohol golongan A (kadar 5%), B (kadar 5-22%), dan C (20-55%) hanya boleh dijual di sejumlah tempat seperti hotel, bar, dan restoran yang memenuhi persyaratan. Selain itu, miras juga bisa diperjualbelikan di toko bebas bea. Aturan tersebut jelas akan melegalkan peredaran miras di negeri ini, dan sekaligus akan menjadi senjata bagi kelompok pro miras untuk mencabut perda-perda anti miras yang sudah ada. Yang membuat miris, peraturan minuman keras tersebut dikeluarkan SBY dengan diawali kalimat “Rahmat Tuhan Yang Maha Esa”

Ke dua peristiwa masa lalu tersebut merupakan dua hal berbeda. Namun adakah hubungannya dengan peristiwa sekarang?

Dua bulan berselang, tepatnya 10 Desember 2013 ini, sebuah penemuan gas besar telah dibuat oleh Petronas di perairan perbatasan maritim bersama oleh Brunei dan Malaysia dengan produksi berpotensi dimulai pada kuartal pertama 2014. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak seperti dikutip The New Straits Times mengatakan bahwa penemuan di Blok CA2, akan dapat memenuhi kebutuhan Brunei LNG. Laporan itu juga menambahkan sebagai penemuan yang ‘signifikan’ dan disinyalir gas dapat mencukupi kebutuhan hingga 70 tahun ke depan bagi Brunei. Maka bertambah makmurlah negeri Brunei Darussalam itu. Negeri ini memang memberikan layanan memadai bagi warganya,  yaitu perawatan kesehatan gratis,  gas secara gratis , pendidikan gratis bagi warganya  sampai SMA, serta sampai jenjang Doktoral asalkan berprestasi dan mampu.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Dua bulan sesudahnya, sepanjang bulan Januari 2014 memperoleh banyak bencana alam. Mulai dari gunung meletus, banjir bandang, terendamnya lumbung padi dan lain-lain. Meletusnya gunung Sinabung, Sumatra Utara  telah mengakibatkan hampir 30 ribu warga dievakuasi dengan korban jiwa 19 orang tewas,  anehnya masih belum mendapatkan penanganan yang layak dari pemerintah. Di ibukota, selama dua pekan bulan januari 2014 dilanda banjir dan mengakibatkan kelumpuhan massal transportasi, dan lebih dari 10 ribu jiwa harus mengungsi, karena banjir di sekitar 97 kelurahan dari sekitar 27 kecamatan. Sekitar 23 orang sudah tewas karena banjir di Jakarta.

Bagaimana tempat lainnya? Kota Menado dilanda banjir bandang besar, sehingga 75% wilayah menado tergenang air. Akibat banjir bandang ini, status tanggap darurat diberlakukan. Selain itu, banjir juga merendam di sebagian wilayah jawa barat, mulai dari tangerang, karawang, indramayu, juga terjadi banjir di wilayah lampung selatan. Kompas, hari selasa 27 jan 2014 memberitakan, banjir telah merendam ribuan hektar lumbung padi di jawa dan lampung. Bahkan atas kejadian ini, Bupati Indramayu menetapkan bahwa indramayu dalam status kondisi darurat bencana. Diperkirakan, sekitar 3 bulan dari sekarang masalah serius terhadap pengadaan beras akan dihadapi Indonesia, karena gagal tanam akibat bibit terendam banjir yang meluas.

Dua nasib yang berbeda dialami penduduk negeri.  Pemimpin yang satu berusaha memperjuangkan keadilan hukum dengan menegakkan  aturan syariat seperti melarang peredaran miras dan menghukum pelakunya, sedangkan satu lainnya justru menerbitkan peraturan yang membolehkan miras beredar dengan pengawasan. Kutipan dibawah sepertinya tepat menggambarkan keadaan yang menimpa dua negeri tersebut :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

References :

Petronas Report Major Gas Find in Brunei Blok CA. Dikutp dari New York Times. http://www.nst.com.my/nation/general/petronas-reports-major-gas-find-1.427465

Banjir Jakarta 10.530 jiwa mengungsi. dikutip dari http://m.sindonews.com/read/2014/01/18/31/827864/korban-banjir-jakarta-10-530-jiwa-mengungsi

Korban tewas 19 Sinabung, dikutip dari http://www.beritasatu.com/nasional/159541-sudah-19-pengungsi-gunung-sinabung-tewas.html

Bencana darurat banjir indramayu dikutp dari republika. http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/14/01/23/mzuyfz-indramayu-darurat-bencana

3 pemikiran pada “Ketika pemerintah suatu negeri menerbitkan aturan..apa akibatnya?

  1. Ping balik: Inikah negeri impian itu? | ilmu SDM

  2. Ping balik: Meningkatkan produktifitas dan hasil bisnis melalui keimanan dan ketakwaan | ilmu SDM

  3. Ping balik: Kaum yang berbuat kerusakan… | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s