Story Telling, seni bercerita untuk menyampaikan pesan dalam pelatihan

active trainingKetika menyampaikan sesi pelatihan Training for Trainer, yang paling penulis suka adalah bagian story telling, yaitu bagaimana partisipan peserta calon trainer diajak untuk menceritakan kisah yang paling menjadi inspirasi di ruang kelas. Mengapa hal ini bisa kekuatan bagi calon trainer terutama dalam memberikan training? tentu saja kekuatan dari si pencerita atau story teller justru ada pada kisah atau cerita yang disampaikan, dengan makna dan penyampaian tepat terutama jika menyentuh aspek emosi manusia. Apalagi jika bisa dikaitkan dengan materi training yang diberikan.

Story telling tidaklah harus kisah yang berat atau dramatik. Sebuah contoh kecil keseharian, bisa menjadi cerita menarik dan memikat bagi partisipan atau audiens. Paling mengena tentunya adalah jika kisah tersebut adalah kisah nyata yang dialami sendiri oleh partisipan atau peserta pelatihan train for trainer. Karena itulah, pada sesi ini, semua peserta biasanya harus bisa menyampaikan, kisah atau cerita apapun pengalaman sendiri dan bermanfaat bagi semua.

Ambil contoh, ini adalah sebuah story telling dari salah seorang peserta  training for trainer:

Sebagai anak petani, dimana dilahirkan, saya merasakan keterbatasan dalam meraih pendidikan lebih tinggi. Terlebih lagi, orang tua saya hanya membolehkan sekolah sampai SMA terus harus membantu di sawah. Untuk itu saya tidak mau terkungkung dalam pandangan sempit, dan harus bisa membuktikan bahwa saya berhasil. Karena itulah, saya berusaha belajar sebaik-baiknya, dan Alhamdulillah, saya cukup berprestasi di sekolah, dan pernah menjadi juara Olimpiade Sains. Ketika kuliah, saya juga di PTN saya bisa memperoleh beasiswa  dan berusaha mencari pendapatan mandiri, karena orang tua tidak membiayai. Hingga akhirnya saya bisa menjadi orang yang termasuk pertama di daerah lingkungan saya yang bisa meraih pendidikan sarjana dan bisa bekerja di perusahaan ini, sebuah Upstream oil&gas company.

Sekarang, orang-orang di daerah saya sering menjadikan saya sebagai contoh bahwa tidak harus bekerja di sawah untuk menjadi berhasil, dan banyak anak muda sekarang yang mulai mengikuti jejak seperti saya, seperti berusaha sekolah sampai tingkat Perguruan Tinggi.

Coba perhatikan, betapa kuat cerita yang disampaikan. Ada hambatan eksternal dari lingkungan dan orang tua yang tidak setuju sekolah tinggi-tinggi, karena nantinya diharapkan bisa membantu orang tua di sawah. Namun dia tidak putus asa terhadap hambatan tersebut, tetapi berusaha untuk mengatasinya meskipun ada ancaman dianggap sebagai anak tidak berbakti. Selanjutnya bagaimana harus bisa membuktikan sukses belajar di sekolah dengan menjadi juara di olympiade sains dan mampu kuliah di Perguruan TInggi Negeri,  memperoleh beasiswa selain juga berupaya mencari pendapatan mandiri. Bagian terakhir menceritakan, bagaimana perjuangan untuk mempengaruhi mindset atau paradigm masyarakat lokal setempat, sehingga akhirnya perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bagi warga setempat, dimana dia dibesarkan.

Masih banyak cerita dari peserta yang penulis anggap luar biasa, dan amazing.  Kalau ditulis disini tidaklah cukup. Story telling sebagai seni bercerita, bisa menjadi sarana pembelajaran yang lintas batas. Belajar memang tidak mengenal tempat, waktu maupun orang. Siapapun yang bisa memberikan inspirasi dan kebaikan bagi banyak orang, tentunya sudah memberikan pelajaran dan hikmah berharga. Tinggal bagaimana dari kita mampu mengolah dan mengambil manfaat dari informasi tersebut dan membagikannya ke orang lain, untuk kepentingan dan kemajuan bersama.

2 pemikiran pada “Story Telling, seni bercerita untuk menyampaikan pesan dalam pelatihan

  1. Ping balik: Story Telling : mengapa orang menyukainya dan bisa membantu perubahan organisasi? | ilmu SDM

  2. Ping balik: Paradoks kepemilikan, mengapa memiliki sesuatu tidak selalu membuat bahagia? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s