Kontraktor Independen, apa itu?

Independent-ContractorsBaru-baru ini penulis menerima konsultasi dari seseorang mengenai posisi kontraktor independen. Sebagai bagian dari jabatan yang diterimanya, karena telah dikontrak principal dari luar negeri, dimana di dalam kontrak kerjanya disebut sebagai independent contractor. Berbeda dengan status employee, agent atau lainnya, terus terang jabatan tersebut terlihat kurang lazim di Indonesia. Tentunya ada beberapa alasan mengapa pihak pemberi kerja memberikan status kontraktor independen kepada pihak tersebut.

Apa itu kontraktor independen? mengapa disebut kontraktor independent, apa saja bedanya dengan agen atau karyawan biasa? Hasil penelusuran lebih lanjut memberikan data dan informasi sebagai berikut.

Kontraktor independen adalah orang perorangan , bisnis , atau korporasi yang menyediakan barang atau jasa ke entitas lain dengan persyaratan yang telah ditentukan dalam kontrak atau dalam kesepakatan verbal . Tidak seperti karyawan , kontraktor independen tidak bekerja secara teratur untuk si pemberi kerja tetapi bekerja sebagai dan bila diperlukan, selama waktu seperti halnya  sebuah keagenan . Kontraktor independen biasanya dibayar freelance. Kontraktor sering bekerja melalui perusahaan terbatas atau waralaba , yang sudah mereka miliki sendiri atau  bekerja melalui perusahaan payung .

Di Amerika Serikat, setiap perusahaan atau organisasi yang terlibat dalam perdagangan atau bisnis yang membayar lebih dari USD 600 terhadap kontraktor independen dalam satu tahun wajib melaporkan hal ini kepada Internal Revenue Service (IRS) (kantor badan pajak Amerika).

Secara umum, kontraktor independen memiliki pengendalian sendiri terhadap jadwal dan jumlah jam kerja, tugas, dan kinerja pekerjaan mereka. Selain itu, mereka mungkin memiliki investasi besar dalam peralatan, penyediaan logistik atau inventori mereka sendiri, asuransi, perbaikan, dan semua biaya lain yang berhubungan dengan bisnis mereka.  Atau hal tersebut bisa juga diberikan oleh pemberi kerja.

Dengan kondisi aktifitas kontraktor independen tersebut di atas,  tampak kontras dengan situasi bagi karyawan biasa, yang biasanya bekerja pada jadwal yang sudah ditentukan oleh perusahaan dan kinerjanya diawasi langsung oleh atasan. Namun banyak perusahaan yang menerapkan kontrak independen juga menentukan jadwal pekerjaan kontraktor,  membeli asset yang dibutuhkan dan melarang si kontraktor independen bekerja untuk perusahaan lain atau kompetitor.

Keuntungan sebagai kontraktor independen:

  • Karena mereka jarang terikat dengan  pemberi kerja atau majikan, mereka bebas untuk menetapkan aturan mereka sendiri dalam hal bisnis, hanya dibatasi oleh daya tawar atau kontrak .
  • Karena mereka biasanya mengembangkan jaringan besar, maka  hilangnya satu atau dua klien sering tidak memiliki efek yang besar.
  • Banyak orang menyukai ide ” be your own boss” (menjadi bos sendiri). Selain manfaat materi, ada juga orang yang tidak menyukai menjadi orang suruhan atau bawahan.
  • Kontraktor indepnden yang bekerja sebagai seorang seniman/disainer / penulis untuk setiap karya nyata, seperti lukisan, patung, disain, foto, atau karya tulis, maka berhak untuk kepemilikan hak cipta eksklusif . Sebaliknya, jika ada karyawan yang menciptakan karya-karya tersebut dengan status karyawan biasa, maka umumya menjadi hak milik korporasi .

Disamping kelebihannya, namun ada beberapa kerugian sebagai kontraktor independen, yaitu :

  • Di Amerika Serikat klasifikasi karyawan sebagai “kontraktor independen”  sering dipakai untuk menghindari pajak ketenagakerjaan dan regulasi ketenagakerjaan.  Selain itu, bentuk model ini telah digunakan sebagai bentuk tidak langsung  menghindari keterlibatan Serikat Pekerja.
  • Status sebagai Kontraktor independen bisa menjadi bisnis bagi karyawan, namun dalam banyak kasus di Amerika Serikat, kontraktor independen beroperasi sebagai kepemilikan tunggal atau entitas anggota perseroan terbatas . Ini berarti kontraktor independen, sebagai pemilik bisnis, harus mengeluarkan biaya sendiri untuk menyediakan layanan kontrak, memiliki peralatan sendiri untuk melakukan layanan, dan bertanggung jawab untuk pengajuan bisnis seperti pajak penghasilan.
  • Kontraktor independen umumnya bertanggung jawab sendiri seperti pajak-pajak yang timbul karena usaha atau layanan yang diberikan.
  • Ada beberapa insentif moneter yang dijamin untuk karyawan di Amerika Serikat , tapi tidak berlaku bagi kontraktor independen. Contohnya termasuk kompensasi pekerja dan asuransi pengangguran , namun kontraktor independen diijinkan untuk membuat program pensiun individu.
  • Sebagai kontraktor independen, biasanya tidak menggunakan batasan hukum UU ketenagakerjaan yang berlaku di wilayah tempat dimana si kontraktor beroperasi seperti halnya UU no 13 tahun 2003 untuk wilayah Indonesia, namun semua berdasarkan kontrak yang disepakati atau UU ketenagakerjaan origin si pemberi kerja.

Walhasil, model kontraktor independen sangat cocok bagi orang yang memiliki jiwa wirausaha, memiliki kebebasan dalam ide, kreatifitas maupun rancangan pekerjaannya secara mandiri meskipun tetap ada batasan secara umum yang terikat dengan si majikan atau pemberi kerja. Sehingga beberapa pekerjaan khas yang memiliki karakter sebagai kontraktor independen adalah : penulis buku, disainer pakaian,  marketing representative, ahli hukum, akuntan,  penerjemah , agen pencari bakat dan seterusnya.

4 pemikiran pada “Kontraktor Independen, apa itu?

  1. Halo,

    Terima kasih sudah menulis artikel ini. Saya WNI yang saat ini tinggal di US and bekerja sebagai Software Developer untuk sebuah perusahaan di Pennsylvania. Rencananya, Oktober 2015 nanti saya akan pulang ke Indonesia dan menetap di Indonesia seterusnya. Perusahaan tempat saya bekerja dan saya saat ini sedang menjajaki kemungkinan untuk tetap memperkerjakan saya dari Indonesia sebagai Independent Contractor.
    Apakah Mas Tengku megetahui apa saja syarat untuk menjadi Independent Contractor di Indonesia (terutama masalah perpajakan and perizinan)? Apakah ada website yang memuat informasi tentang hal ini?

    Terima Kasih.

    • Mas Dimas,
      Saat ini belum ada aturan khusus mengenai independent contractor di indonesia, termasuk persyaratan, ijin atau aturan khusus . Jadi jika mas Dimas tetap bekerja di Indonesia untuk perusahaan asing dengan status independent contractor, maka perlakuannya profesional, seperti penulis buku untuk penerbit, disainer fashion,dll. Hanya saja anda kemungkinan tidak mendapatkan hak-hak seperti karyawan biasa.
      Kewajiban membayar pajak tetap ada dalam individu masing-masing seperti PPh 21 (pajak penghasilan), karena tinggal di negara indonesia.

      Tengku Shahindra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s